Teks ini adalah abstrak dari laporan tugas akhir sarjana arsitektur dari Institut Teknologi Bandung, yang berjudul "Gereja Kristen Protestan Indonesia di Jalan Soekarno Hatta Bandung" oleh Louisa Rebeka Panggabean (15211090) pada tahun 2015.
Proyek perancangan ini dilatarbelakangi oleh pertumbuhan jumlah jemaat GKPI Bandung di Jalan Ciliwung yang terus meningkat, sehingga memicu pembagian jemaat berdasarkan wilayah tempat tinggal. Sekitar 50% jemaat berdomisili di Bandung Timur, sehingga diperlukan gereja baru di Jalan Soekarno Hatta untuk mengatasi masalah kapasitas dan mendekatkan lokasi ibadah bagi jemaat di area tersebut.
Tujuan perancangan adalah membangun fasilitas ibadah yang mampu menampung 602 jemaat dari Bandung Timur, dengan ruang ekstensi untuk mengantisipasi pertumbuhan di masa depan. Selain itu, fasilitas penunjang seperti kantor, aula, ruang kelas, rumah pendeta, dan area parkir juga dibutuhkan. Tantangan perancangan meliputi masalah kebisingan akibat lokasi urban dan permasalahan aksesibilitas serta sirkulasi di Jalan Soekarno Hatta yang padat.
Konsep yang diusung dalam perancangan adalah menjadikan gereja sebagai wadah komunitas jemaat yang menyatukan nilai-nilai budaya Batak (mengingat dominasi suku Batak dalam jemaat) dan ajaran Kristen. Desain harus mengakomodasi kebiasaan jemaat untuk berkumpul dan berdiskusi, sehingga menciptakan ruang-ruang interaksi yang mendukung kehidupan jemaat yang berfokus pada iman.