Teks ini membahas evaluasi kinerja proses bisnis baru PT Pos Indonesia, yaitu layanan 'Oranger'. Layanan ini diluncurkan sebagai strategi menanggapi penurunan drastis 80% dalam pendapatan surat dan paket pada tahun 2015-2016, meskipun industri kurir diprediksi tumbuh 30% per tahun. Oranger adalah inovasi berupa layanan jemput paket langsung ke konsumen, membebaskan mereka dari keharusan datang ke konter. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi apakah strategi baru ini sudah memenuhi permintaan pelanggan, apa saja yang perlu ditingkatkan, dan bagaimana dampaknya terhadap pendapatan perusahaan, dengan menggunakan metodologi EService Flexibility dan CAC Framework untuk penilaian kinerja yang akurat.