Path: Top > S2-Theses > Geodesy and Geomatics Engineering-FITB > 2017

TIPOLOGI KONFLIK PERTANAHAN ADAT PADA MASYARAKAT HUKUM ADAT SUKU LAPE, KECAMATAN AESESA, KABUPATEN NAGEKEO, PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR (NTT)

LAND CONFLICT TYPOLOGI OF LAPE LAND CUSTOMARY SYSTEM IN NAGEKEO REGENCY, NTT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:15:53
Oleh : MARIA MARSELINA BHENGE (NIM: 25115010), S2 - Geodesy and Geomatic Engineering-FITB
Dibuat : 2017-10-03, dengan 1 file

Keyword : pluralisme, konflik, pemanfaatan, penguasaan, nilai

Usaha adopsi hukum adat ke dalam Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) No.5 Tahun 1960, belum sepenuhnya berhasil, karena sampai saat ini masih terjadi pluralisme pada sistem pertanahan di Indonesia. Pluralisme ini kemudian menjadi salah satu hal yang memicu terjadinya konflik pertanahan di Indonesia, yang tidak hanya melibatkan masyarakat adat dengan pemerintah, namun juga terjadi di dalam masyarakat adat tersebut sendiri.


NTT merupakan daerah di Indonesia yang memiliki konflik pertanahan adat yang cukup tinggi. dimana hampir semua konflik sosial yang terjadi di NTT bersumber dari konflik tanah adat. Salah satu masyarakat hukum adat yang mengalami konflik pertanahan adat adalah kelompok masyarakat hukum adat Lape, yang berada di Kabupaten Nagekeo, Provinsi NTT. Konflik yang terjadi tidak hanya melibatkan masyarakat hukum adat namun juga pihak lain seperti pemerintah, dengan salah satu contoh konflik adalah pada pembangunan gedung DPRD Kabupaten Nagekeo. .


Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi konflik yang terjadi pada masyarakat hukum adat ini, dengan kajian berfokus pada sistem pertanahan adat yang dijalankan, yang terdiri dari sistem pemanfaatan, penguasaan, dan nilai lahan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan metode wawancara, survei instansi, dan pengumpulan data spasial. Pengolahan data wawancara dilakukan menggunakan metode triangulasi untuk mengetahui keabsahan data. Data suvei instansi selanjutnya diolah menggunakan analisis data sekunder, yang selanjutnya digabungkan dengan data wawancara dan data spasial untuk dikelompokkan menggunakan analisis tematik untuk mengkategorikan data berdasarkan tema tertentu. Analisis konflik selanjutnya dilakukan pada periode dari sistem pemanfaatan, penguasaan, dan nilai lahan dari masyarakat hukum adat Lape.


Hasil penelitian memberikan deskripsi dan visualisasi mengenai perubahan dalam pemanfaatan, penguasaan, dan nilai lahan yang terjadi pada masyarakat adat Suku Lape, yang pada akhirnya menimbulkan konflik pertanahan di dalam kelompok masyarakat hukum adat ini. Perubahan ini disebabkan oleh beberapa faktor, yaitu adanya intervensi yang berasal dari dalam dan dari luar kelompok masyarakat hukum adat, lemahnya lembaga adat dalam menerapkan peraturan sistem pertanahan adat, serta kelemahan dari sistem pertanahan adat yang dijalankan. Lebih jauh, hasil penelitian ini dapat menjadi rekomendasi dalam penyelesaian konflik yang terjadi, melalui penguatan kelembagaan adat dalam pengelolaan wilayah, penyelesaian konflik dengan mediasi dari pihak ketiga, serta penguatan hak perseorangan.

Deskripsi Alternatif :

The Adoption of customary law into the UUPA system has not been fully successful, as there is still pluralism in Indonesia’s land administration system. This pluralism then became one of the things that triggered land conflicts in Indonesia, which not only involved indigenous peoples with the government, but also occurred within the indigenous peoples themselves.


NTT is a region in Indonesia that has a fairly high land conflict, where almost all social conflicts in NTT originated from indigenous land conflicts. One of the customary law communities that experienced adat land conflicts was Lape's customary law community group, located in Nagekeo Regency, NTT Province. The conflicts that occurred not only involve indigenous and tribal peoples but also other parties such as the government, with one example of conflict is on the construction of the Nagekeo Regency PRD building.


The study purpose is to examine the typology of conflicts occurring in this indigenous community. The study focus is on customary land systems that comprising land tenure, land use, and land value systems. Data collection was conducted using interview method, institution survey to collect secondary data, and spatial data collection. Interview data was processed by triangulation method to know the validity of data. The secondary data data were processed using secondary data analysis, which was then combined with interview data and spatial data to be grouped using thematic analysis. Further, conflict analysis was conducted during the period of the system of land use, tenure, and value of Lape customary system.


The results of the provide the descriptions and visualizations of changes in land use, tenure, and value in Lape land customary system, which in turn lead to land conflicts within these indigenous and tribal peoples groups. This change is caused by several factors, namely the intervention that comes from within and outside the customary law community groups, the weakness of customary institutions in applying the rules of the customary land system, and the weakness of the customary land system that is run. Furthermore, the results of this research can be recommendations in resolving conflicts that occur, through strengthening adat institutions in the management of the region, the resolution of conflicts with mediation from third parties, as well as the strengthening of individual rights.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Geodesy and Geomatic Engineering-FITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Rizqi Abdulharis, ST., M.Sc., Editor: Alice Diniarti

File PDF...