Path: Top » IndonesiaDLN » Jaringan Penelitian » JKPKBPPK » Member » lisa_ira@litbang.depkes.go.id
Perilaku dan Peran Serta Ibu dalam Pencarian Pengobatan di Daerah Hiper Endemik, Timika Timur, Irian Jaya
Oleh : Helper Manalu, Center for Research and Development of Health Ecology, NIHRD
Dibuat : 2000-06-30, dengan 0 file
Keyword : peran serta masyarakat; pencarian pengobatan; Media Litbang Kesehatan
Subjek : CONSUMER PARTICIPATION; MEDICARE
Sumber pengambilan dokumen : Media Litbang Kesehatan, Vol. 10 (2) 2000
Telah dilakukan penelitian peran serta masyarakat yang mencakup pengamatan dari aspek pencarian pengobatan, dalam penanggulangan penyakit malaria di daerah hiperendemis Timika, Irian Jaya. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga yang mempunyai anak kurang dari 10 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 48,4%--89,3% dari ketiga desa penelitian ternyata yang berobat ke puskesmas meningkat. Selain itu, mengenai pengambilan keputusan dalam pencarian pengobatan terjadi pergeseran. Tahun 1992, keputusan-keputusan lebih banyak terletak pada suami dan istri (32,0—69,4%), maka pada tahun 1994 keputusan lebih banyak ditangan para istri sendiri (42,5—54,9%).
Adanya tingkat pendidikan yang rendah di kalangan penduduk, bukan merupakan kendala di dalam menerima suatu ide baru, misalnya dalam penerimaan pengetahuan tentang malaria pada khususnya, sebagian besar responden (96%) mengetahui tanda-tanda penyakit malaria, antara lain demam, penularannya melalui nyamuk malaria, dan cara penularannya melalui gigitan nyamuk. Oleh karena itu, yang perlu dipertahankan adalah pola pencarian pengobatan, bila sakit panas yang diduga penyakit malaria, dibawa ke Puskesmas yang diputuskan oleh para istri.
Deskripsi Alternatif :Telah dilakukan penelitian peran serta masyarakat yang mencakup pengamatan dari aspek pencarian pengobatan, dalam penanggulangan penyakit malaria di daerah hiperendemis Timika, Irian Jaya. Responden penelitian adalah ibu rumah tangga yang mempunyai anak kurang dari 10 tahun.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sekitar 48,4%--89,3% dari ketiga desa penelitian ternyata yang berobat ke puskesmas meningkat. Selain itu, mengenai pengambilan keputusan dalam pencarian pengobatan terjadi pergeseran. Tahun 1992, keputusan-keputusan lebih banyak terletak pada suami dan istri (32,0—69,4%), maka pada tahun 1994 keputusan lebih banyak ditangan para istri sendiri (42,5—54,9%).
Adanya tingkat pendidikan yang rendah di kalangan penduduk, bukan merupakan kendala di dalam menerima suatu ide baru, misalnya dalam penerimaan pengetahuan tentang malaria pada khususnya, sebagian besar responden (96%) mengetahui tanda-tanda penyakit malaria, antara lain demam, penularannya melalui nyamuk malaria, dan cara penularannya melalui gigitan nyamuk. Oleh karena itu, yang perlu dipertahankan adalah pola pencarian pengobatan, bila sakit panas yang diduga penyakit malaria, dibawa ke Puskesmas yang diputuskan oleh para istri.
Beri Komentar ?#(0) | Bookmark
| Properti | Nilai Properti |
|---|---|
| ID Publisher | JKPKBPPK |
| Organisasi | Center for Research and Development of Health Ecology, NIHRD |
| Nama Kontak | Admin |
| Alamat | Address |
| Kota | Jakarta |
| Daerah | Jakarta |
| Negara | Indonesia |
| Telepon | |
| Fax | |
| E-mail Administrator | root@litbang.depkes.go.id |
| E-mail CKO | pip@litbang.depkes.go.id |