Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2018

Penstrukturan Logistik Perkotaan Dalam Menghadapi Fenomena E-Commerce Menuju Sistem Logistik Berkelanjutan (Studi Kasus: DKI Jakarta)

Urban Logistics Structuring in Confronting E-Commerce Phenomenon Towards Sustainable Logistics System (Case Study: Jakarta Metropolitan Area)

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-07-12 14:36:59
Oleh : ZUSNITA MEYRAWATI (NIM: 25417045), S2 - Regional and City Planning-SAPPK
Dibuat : 2018-07-12, dengan 2 file

Keyword : e-commerce, pengiriman parsel, kemacetan lalu lintas, logistik perkotaan, pusat konsolidasi, sistem logistik berkelanjutan
Subjek : Perencanaan Transportasi dan Prasarana
Nomor Panggil (DDC) : 711.7

Di tahun-tahun mendatang, bisnis ke konsumen (B2C) e-commerce akan semakin berkembang pesat ditandai oleh pertumbuhan populasi online dan perubahan pola belanja konsumen. Frost dan Sullivan pada tahun 2012 memprediksi pada tahun 2025, lebih dari 60% populasi global akan tinggal di kota dan hampir 20% ritel di kota akan diatur melalui saluran online. Logistik perkotaan memiliki peran penting dalam e-commerce, selain untuk menciptakan arus barang yang efektif dan efisien, tujuan logistik perkotaan harus ditambahkan dengan pertimbangan non-komersial seperti dampaknya terhadap polusi udara, kemacetan lalu lintas, dan kenyamanan kegiatan non-logistik yang berlangsung di dalam kota.

Saat ini, isu lain yang muncul, ada banyak vendor pengiriman (kurir) menyediakan layanan untuk pengiriman produk e-commerce di daerah perkotaan. Namun, mereka jarang mempertimbangkan dampak dari kegiatan mereka untuk sektor lain, seperti memicu kemacetan lalu lintas yang lebih buruk atau berkontribusi dalam peningkatan polusi udara. Tanpa konsolidasi dan koordinasi, inefisiensi akan terjadi untuk semua pengiriman dan diperparah oleh beberapa vendor pengiriman, pemborosan sumber daya logistik seperti waktu tunggu kendaraan, biaya tenaga kerja, penggunaan lift dan tempat parkir. Sehingga, salah satu cara dalam menstrukturkan logistic perkotaan adalah penerapan logistik perkotaan kolaboratif dengan membangun pusat konsolidasi.

Penelitian ini bertujuan mengembangkan metode pemilihan lokasi untuk pusat konsolidasi untuk meningkatkan kinerja logistik perkotaan, terutama pengiriman di mil terakhir sehingga akan lebih efektif dan efisien. Studi ini akan mengeksploitasi DKI Jakarta sebagai studi kasus. Sistem logistik perkotaan yang berkelanjutan semakin penting bagi kota-kota yang tumbuh pesat di dunia, seperti Jakarta. Logistik perkotaan yang dikelola dengan baik dapat membantu untuk mencapai pembangunan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan di daerah perkotaan. Upaya ini akan meringankan beban infrastruktur jalan, serta meningkatkan kualitas lingkungan dan kehidupan di kota.

Deskripsi Alternatif :

In the coming years, business to consumer (B2C) e-commerce has been booming marked by online population growth and consumersÂ’ shopping patterns changes. Frost and Sullivan in 2012 predicted by 2025, more than 60% of the population globally will live in cities and nearly 20% of retail within cities will be organized via online channels. Urban logistics has a pivotal role in e-commerce, instead of creating an effective flow of goods in effective and efficient manner, urban logisticsÂ’ objectives should be added with non-commercial considerations such as their impact on air pollution, traffic congestion, and the convenience of non-logistic activities occurring within the city.

Nowadays, another arising issue, there are numerous delivery vendors (couriers) provide services for delivering e-commerce products in the urban areas. Yet, they rarely consider the impact of their activities for other sectors such as triggering worse traffic congestion or contributing in air pollution increase. Without consolidation and coordination, the inefficiency would occur for all deliveries and made worse by multiple delivery vendors, wasting logistics resources such as vehicle idle time, workforce cost, elevator usage and parking lots. Thus, one of the platforms in structuring the urban logistics is a collaborative urban logistics by establishing consolidation center.

This research aims at developing site selection method for consolidation centers to improve urban logistics performance, especially the last-mile deliveries so that it will be more effective and efficient. It will exploit Jakarta Metropolitan Area as a study case. The sustainability of urban logistics system is getting more essential for rapidly growing cities in the world, such as Jakarta. A well-managed urban logistics can assist to achieve economic development while preserving the environment in urban areas. This effort will alleviate the burden of road infrastructure, as well as improving the quality of the environment and life in the city.

Keywords: e-commerce, parcel delivery, traffic congestion, urban logistics, consolidation center, sustainable logistics system

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Regional and City Planning-SAPPK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Shanty Yulianti Rachmat, ST, MT, Ph.D, Editor: Yoninur Almira

File PDF...