Path: Top > S2-Theses > Geological Engineering-FITB > 2018

KARAKTERISTIK SERPIH OLIGOSEN PADA DAERAH WARUNG KIARA DAN CILETUH, KABUPATEN SUKABUMI, SEBAGAI POTENSI SISTEM GAS SERPIH

CHARACTERISTIC OF OLIGOCENE SHALE IN WARUNG KIARA AND CILETUH, SUKABUMI DISTRICT, AS A POTENTIAL SHALE GAS SYSTEM

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-04-13 16:25:37
Oleh : ZUNARTO SAPUTRO (NIM: 22015022), S2 - Geological Engineering-FITB
Dibuat : 2018-04-13, dengan 1 file

Keyword : serpih, gas serpih, Cekungan Bogor, geokimia, petrografi

Keberhasilan beberapa negara di dunia, seperti Amerika Serikat dan Kanada dalam mengembangkan gas serpih menarik perhatian banyak negara di dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan pengembangan di bidang energi nonkonvensional (diversifikasi energi) termasuk di dalamnya gas serpih, melalui Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2006. Oleh karena itu, penelitian mengenai potensi serpih pada sistem nonkonvensional perlu ditingkatkan sebagai salah satu sumber energi yang dapat dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi di Indonesia.



Cekungan Bogor yang terletak di Jawa bagian barat memiliki serpih-serpih yang cukup tebal yang terendapkan selama periode Eosen hingga Oligosen. Selama periode Oligosen aktivitas tektonik tidak begitu signifikan, muka air laut terus naik diikuti naiknya garis pantai hingga mengendapkan sedimen-sedimen yang lebih halus. Material klastika halus yang berwarna gelap ini mengandung cukup banyak material organik, sehingga perlu dilakukan evaluasi kemampuannya dalam menghasilkan hidrokarbon.



Untuk mengetahui karakteristik dari serpih Oligosen pada daerah penelitian dilakukan pemetaan geologi, analisis geokimia, serta analisis petrografi. Analisis geologi mencakup rekonstruksi lingkungan pengendapan serta umur batuan. Analisis geokimia mencakup uji TOC, pirolisis Rock-Eval hingga reflektansi vitrinit, sedangkan analisis petrografi mencakup identifikasi mineral, penghitungan indeks kegetasan batuan, serta pengamatan jenis dan ukuran pori.



Hasil pemetaan geologi menunjukkan bahwa serpih di lokasi Warung Kiara terendapkan selama periode Oligosen Awal pada lingkungan kipas laut dalam, sedangkan serpih pada daerah Ciletuh terendapkan pada periode Oligosen Awal-Oligosen Tengah di lingkungan transisi. Data XRD menunjukkan bahwa komposisi mineral didominasi oleh jenis mineral lempung dan kuarsa serta karbonat dalam jumlah sangat sedikit. Indeks kegetasan menunjukkan kondisi kurang getas (BI: 0,31 - 0,43) hingga getas (BI: 0,51 - 0,55) untuk kedua lokasi.



Hasil uji parameter geokimia menunjukkan bahwa serpih pada lokasi penelitian memiliki kekayaan (TOC) yang cukup tinggi, berkisar dari 1,67% - 2,75% yang berarti tergolong batuan induk yang baik dan berpotensi sebagai penghasil hidrokarbon. Nilai Tmaks dan reflektansi vitrinit menunjukkan bahwa derajat kematangan berada pada tingkat belum matang hingga awal matang. Tipe kerogen tergolong kedalam kerogen tipe III dan IV (HI: 6,81 – 61,30 mg HC/g TOC). Berdasarkan hasil penelitian ini, serpih yang tersingkap pada kedua lokasi memiliki potensi yang kurang baik sebagai sistem gas serpih. Namun, rekonstruksi peta geologi regional yang memperlihatkan sebaran serpih yang meluas pada bawah permukaan membuka peluang untuk dilakukan evaluasi selanjutnya dengan mempertimbangkan bahwa serpih memiliki nilai TOC dan kegetasan yang baik.


Deskripsi Alternatif :

The success story of shale gas development in several countries, such as United States and Canada had triggered most countries to find out the potential in their own areas, included Indonesia. The Indonesian government has undertaken some development in this nonconventional sector (energy diversification) through Presidential Regulation No.5 of 2006. Therefore, research about the potential of shale gas in nonconventional systems needs to be improved as one source of energy that can be developed to support the energy needs in Indonesia.



Bogor Basin, which is located in western Java has thick shale layer that deposited during the Eocene to Oligocene period. During the Oligocene period, tectonic activity in Bogor Basin was not so significant, where the sea level and coastline continued to rise then deposited finer sediments. This dark-colored clay material contains a considerable amount of organic material and has potentially to be evaluated to know the ability in producing hydrocarbon.



The characteristic of Oligocene Shale in research area is known by conducted geological mapping, geochemical analysis, and petrography analysis. Geological analysis includes reconstruction of depositional environment and paleontology analysis. The geochemical analysis includes TOC test, Rock Eval Pyrolysis and vitrinite reflectance analysis. The petrographic analysis includes the identification of minerals, calculation of rock brittleness index and observation of pore type and pore size.



The result of geological mapping show that shale at Warung Kiara was deposited during the Early Oligocene period in the submarine fan environment while the shale in the Ciletuh area was deposited in Early to Middle Oligocene in transitional sedimentary environment. XRD data shows mineral composition are dominated by clay minerals and quartz and also very small amount of carbonate. The brittleness index shows shale are at less brittle (BI: 0,31 – 0,43) to brittle (BI: 0,51 – 0,55) conditions for both locations.



The result of geochemical test shows that the shale at the research area show relatively high (TOC), values ranging from 1,67 – 2,75% which means classified as good source rock and potentially generated hydrocarbon. Tmax value and vitrinite reflectance indicate that the degree of maturity is at the immature level until early mature. Kerogen type classified into type III and IV (HI: 6,81 – 61,30 mg HC/g TOC). Based on the results of this study, shale in research area have unfavorable potential as a shale gas system. In other hand, reconstruction of regional geological map showing the widespread distribution of Oligocene Shale on subsurface opens up opportunities for further evaluation taking into consideration that outcrop shale have good values both in TOC and brittleness.



Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Geological Engineering-FITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :



    Dr. Ir. Dardji Noeradi;



    Prof. Dr. Ir. Eddy Ariyono Subroto., Editor: Alice Diniarti

File PDF...