Path: TopS1-Final ProjectMeteorology-FITB2009

KAJIAN PUTING BELIUNG INDONESIA (STUDI KASUS SIMULASI PUTING BELIUNG KEDIRI DESEMBER 2007 DENGAN MENGGUNAKAN MODEL WRF)

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:45:45
Oleh : ZEKI FITHRA M. S. (NIM 12804010), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Puting beliung, Precipitable water, Downburst, FNL, WRF

Peristiwa puting beliung telah menjadi isu yang sangat hangat sejak beberapa tahun terakhir. Kejadian ini seringkali mengejutkan masyarakat, karena selalu terjadi secara tiba-tiba dan tanpa ada tanda-tanda yang mudah dikenal terlebih dahulu. Kejadian puting beliung sering menimbulkan kerugian materi dan mungkin korban jiwa yang tidak sedikit. Kejadian puting beliung sudah dapat dikategorikan sebagai jenis bencana yang datangnya musiman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola puting beliung yang terjadi di Indonesia.






Dengan melakukan pengumpulan dan studi dari data pemberitaan di media dan internet mengenai kejadian puting beliung serta pembuatan statistik, didapat pola spasial dan temporal kejadian puting beliung umum yang terjadi di Indonesia. Lebih lanjut, analisa statistik menunjukkan bahwa sebagian besar puting beliung Indonesia didahului oleh hujan deras (shower). Ini menunjukkan bahwa sebagian besar kejadian puting beliung dapat dikaitkan dengan fenomena downburst.






Kondisi sinoptik permukaan yang diperlihatkan oleh data global FNL (Final Analysis) kemudian ditampilkan untuk membandingkan anomali jumlah precipitable water saat kejadian dengan hari selain kejadian, yang lebih lanjut menginformasikan keadaan yang lebih kering saat puting beliung dibandingkan dengan hari selain kejadian.






Untuk mengkaji dinamika atmosfer pada saat kejadian puting beliung, dilakukan simulasi menggunakan model WRF untuk kasus puting beliung tanggal 16 Desember 2007 pukul 16.00 WIB di daerah Kediri, Propinsi Jawa Timur. Hasil simulasi menunjukkan bahwa terdapat pengumpulan massa uap air yang bersifat lokal di atas propinsi Jawa Timur, massa uap air inilah yang ditengarai sebagai bahan bakar uap air yang menyebabkan terjadinya hujan deras sesaat sebelum kejadian puting beliung. Hasil simulasi yang dilakukan juga menunjukkan jika kejadian puting beliung diakibatkan oleh adanya efek downburst dari dasar awan Cumulonimbus. Pengamatan yang dilakukan juga memperlihatkan jika awan yang terbentuk adalah akibat adanya konveksi skala lokal yang kuat dan sangat cepat membentuk awan ini dan langusng punah hanya dalam hitungan jam. Puting beliung yang dihasilkan akibat downburst ini juga tidak selalu berasal dari awan Cumulonimbus yang tebal dan menjulang tinggi.

Deskripsi Alternatif :

Puting beliung has becoming a new and well-known issue for some past few years. Because of the happening in a such short period time with no first notice, it often made people surprised. Puting beliung also causing many financial lose and might be some dead. This thing is also came periodically so that it can be categorized as a periodic disaster.






This research is mainly concerned with the characteristic of puting beliung in Indonesia. By gathering the statistics data from puting beliung news in internet and newspaper, we'll be able to know the general spatial and temporal pattern about puting beliung in Indonesia. Moreover, statistic analysis shown that most of puting beliung is always begin with the present of heavy rain(shower). This characteristic shows us that almost all puting beliung can be connected with a downburst.






Synoptic condition shown by FNL (Final Analysis) global data then compared between the day puting beliung happen and when it's not. Precipitable water anomaly then shows that puting beliung is happen on the day which is drier.






To study atmospheric dynamics on the day puting beliung happen, simulation using WRF model then done on Kediri puting beliung, East Java at December 16, 2007. The results shown that there was a huge of watervapor mass thus scale locally above East Java on the day puting beliung happen. This mass then conclude as the fuel of heavy rain that happen seconds before puting beliung. Simulation results also shown that the puting beliung is mainly caused by a downburst effect from the Cumulonimbus cloud base. The cloud formed as the caused of a strong local scale convection which fast enough to build and extinct the cloud in approximately less then an hour.






The results also show that the downburst effect is not always caused by big and thick-stature Cumulonimbus cloud.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Tri Wahyu Hadi, Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...