Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2017

PERBAIKAN PRODUKTIVITAS EQUIPMENT LOADER OTOMATIS PADA OPERATSI TAMBANG BAWAH TANAH DOZ PT. FREEPORT INDONESIA

AUTOMATIC LOADER EQUIPMENT PRODUCTIVITY IMPROVEMENT IN UNDERGROUND DOZ MINING OPERATION PT FREEPORT INDONESIA

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 16:03:49
Oleh : ZAINAL MUTAQIN 29115141 , S2 - MBA-ITB
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : operation management, equipment productivity improvement, operation and cost efficiency, underground mine operation, Freeport Indonesia.
Subjek : Operation Management
Kepala Subjek : Operation Management
Nomor Panggil (DDC) : 658.5
Sumber pengambilan dokumen : PT. Freeport Indonesia (PTFI)

Produksi tambang terbuka Grasberg secara bertahap akan melambat dan berhenti pada tahun 2018. PT.

Freeport Indonesia (PTFI) memulai program Grasberg Transition sebagai bagian dari strategi jangka panjang

untuk mengalihkan model operasinya dari tambang terbuka ke operasi tambang bawah tanah. Selama masa

transisi, semua tambang bawah tanah diharapkan dapat mencapai target produksinya untuk mendukung

kekurangan bijih tambang Grasberg (saat ini menyumbang 70% dari total produksi PTFI). Pada 2016,

tambang DOZ Underground (UG DOZ) direncanakan memberikan kontribusi sebesar 12%. Namun, target

produksi tidak dapat tercapai dengan rata-rata variansi sebesar 2,15% (5.379 ton per hari). Hal ini merupakan

kondisi serius bagi PTFI, karena penurunan produksi berpotensi menyebabkan defisit bijih selama masa

transisi.


Salah satu prakarsa yang diusulkan sehubungan dengan permasalahan tersebut adalah analisis dan studi

peralatan Automatic Loader sebagai peralatan utama dalam operasi UG DOZ. Penelitian dilakukan dengan

menganalisis jam penggunaan peralatan untuk mengukur efektivitas operasi Automatic Loader saat ini

melalui proses analisis berdasarkan data, mengidentifikasi isu dan inefisiensi, analisis akar penyebab dari

aspek manusia, proses dan teknologi. Tujuan utamanya adalah memberikan rekomendasi solusi terbaik untuk

meningkatkan produktivitas peralatan Automatic Loader di UG DOZ dan mengidentifikasi peluang perbaikan

lainnya untuk mempertahankan pencapaian target produksi di masa depan.


Metodologi yang digunakan adalah Six Sigma dengan DMAIC sebagai alat bantu yang paling sering

digunakan dalam model perbaikan kinerja sederhana dari proses bisnis yang saat ini sudah ada. Analisis akar

penyebab dan analisis solusi menghasilkan delapan inisiatif yang diusulkan yaitu peningkatan komunikasi &

koordinasi, implementasi sistem alur kerja & penugasan, peningkatan kompetensi melalui pelatihan, sistem

penghargaan & hukuman, analisis downtime, memanfaatkan kemampuan system Minestar, memanfaatkan

sistem pelacakan MST dan menambahkan peralatan loader.


Implementasi dibagi menjadi tiga tahap dengan perkiraan waktu eksekusi dalam tiga kuartal yang melibatkan

beberapa pihak seperti Tim Produksi, Tim Engineering, MIS, dll. Hasil perbaikan tersebut diperkirakan akan

meningkatkan produktivitas peralatan Automatic Loader melalui pengurangan pemakaian jam tidak produktif

hingga 14,16% dari keseluruhan jam tidak produktif atau 8,64% dari total jam produksi selama tahun 2016.

Hasil analisis menunjukkan bahwa target produksi yang tidak tercapai pada tahun 2016 berpotensi

dipecahkan melalui usulan perbaikan dengan potensi penambahan produksi bijih dari pengurangan jam tidak

produktif mencapai 5.387,12 ton per hari (1.966.299,30 per tahun) atau setara dengan $ 26,387,737.


Dengan perkiraan kebutuhan biaya sebesar $ 660.000, manfaat bersih yang di hasilkan diperkirakan

mencapai $ 25,727,737. Jumlah manfaat ini lebih besar dari kerugian produksi yang disebabkan oleh target

produksi yang tidak dapat diraih selama 2016 di UG DOZ yang mencapai nilai $ 25,626,094.

Deskripsi Alternatif :

Grasberg open pit mine production will gradually slow down and stopped in 2018. PT. Freeport Indonesia

(PTFI) initiating Grasberg Transition program as a part of the long-term strategy on shifting its operation

model from open pit mine to the underground mine operation. During transition period, all underground

mines expected to achieve its production target to back up shortcoming of ore from Grasberg mine (currently

contributes to 70% of total PTFI production). In 2016, Underground DOZ mine (UG DOZ) planned to

contribute for 12%. However, the production target was unachieved with average of variance 2.15% (5,379

tons per day). It is a serious condition for PTFI, as the decrease of production will potentially lead to the

deficit of ore during transition period.


One of the proposed initiatives of above problem is analysis and study of Automatic Loader equipment as the

key equipment in UG DOZ operation. The study conducted by analyzing equipment usage hours to measure

current effectiveness of the Automatic Loader operation through data driven analysis, identifying issues and

inefficiency, root causes analysis from the aspects of people, process and technology. The main goal is to

provide the best recommendation solutions to improve productivity of Automatic Loader equipment in UG

DOZ and identify other improvement opportunities to maintain production target achievement the future.


The methodology used is Six Sigma with DMAIC as a tool that most often used within a simple performance

model improvement of existing business process. Root cause and solution analysis come up with eight

proposed initiatives, communication & coordination improvement, workflow & assignment system

implementation, competency training, reward & punishment system, downtime analysis & improvement,

utilize Minestar capability, utilize MST tracking system and add loader equipment.


The implementation divided into three phases with the estimated time execution in the three quarters

involving several parties such us Production Team, Engineering Team, MIS, etc. It is estimated will

increasing productivity of Automatic Loader equipment through reduction of unproductive hour usage up to

14.16% from overall unproductive hours or 8.64% from total production hours during 2016. Analysis result

shows that unachieved production target in 2016 potentially resolved through the proposed improvement

initiatives with additional ore from reduction of the unproductive hours reaches 5,387.12 tons per day or

1,966,299.30 tons annually (equivalent to $ 26,387,737).


With the estimated cost requirement is $660.000, the net benefit will be $ 25,727,737. It is bigger than the

production loss caused by unachieved production target during 2016 in Underground DOZ operation that

reached $ 26,626,094.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • DR. MURSYID HASAN BASRI , Editor: Neng Kartika

File PDF...