Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2012

DE-BOTTLE NECKING POLYETHYLENE PLANT DUE TO BUTENE SHORTAGE: A MULTI-ATTRIBUTE DECISION ANALYSIS USING SMART

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:34
Oleh : YULIUS HANDOKO (NIM 29110107) ; Pembimbing : Yos Sunitiyoso, ST, M. Eng, PhD, S2 - Business Administration
Dibuat : 2012, dengan 6 file

Keyword : multi-attribute decision analysis, butene shortage, polyethylene plant

“E.P Company” was established in 1995, collaboration K state own company, The D.C company and 2 others private company. “The Company‘s” scope of business field is the producer of Polyethylene with capacity 825,000 Tons/year and Ethylene Glycol with capacity 550,000 Tons/year also operate and manage 3 other petrochemical companies established by the shareholders to produce: Ethylene Glycol 600,000 Tons/year, Styrene Monomer 450,000 Tons/year, Paraxylene 829,000 Tons/year And Benzene 393,000 Tons/year. The E.P Company supply the customers with varieties of polyethylene products: High Density Polyethylene (HDPE) Film grade, blow molding grade, injection molding grade, pipe grade and Low Linear Density Polyethylene (LLDPE) film grade. The competitive condition in this business is very high even though the demand for polyethylene product continuous increasing following the economic growth but in same time the new project and the expansion project come on stream, increase supply polyethylene to the market. To increase production capacity on the Low Linear Density Polyethylene (LLDPE) film grade, De-bottle necking in Reactor-2 (reactor dedicated to produce LLDPE grade) done by changing the condensing agent from Isohexane to Isopentane. Due to the production capacity and reliability on the reactor-2 increase, the demand for raw material Butene increase as Butene use as commonomer in the reactor-2 production. In other hand the Butene plant production decrease because of reduction of cooling capacity and efficiency since more tubes on cooler sealed due to puncture during frequent cleaning process for more than 14 years. Due to the demand of Butene increase and in other hand the production of Butene reduce this create gap on the supply and demand for the Butene. The Final project objective to be achieved is to find the best solution to overcomeButene shortage problem to produce LLDPE polyethylene with considering the decision maker consideration and at optimize the cost. To achieve that objective, the SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) apply to enable decision maker to gain and increased understanding of his or her decision problem. The SMART utilized in this project because of the simplicity of both the responses required of the decision maker and the how these responses are analyzed. To fulfill the gap on the supply and demand for Butene, a value tree is created to address shortage of Butene and divided into two component cost and Benefit. Cost consists of: New facility, Loss of production, cost for buy production raw material. Benefit consists of: market demand on favorite type of the product, customer satisfaction on delivery time, raw material continuity, production comfort, and asset utilization. The 5 options available to minimize losses due to Butene shortage are: Replace the 3 pair of Butene reactor cooler, Replace 1 of Hexane tank material with Hexene, Import Butene from outside, Shut down reactor-2 when shortage Butene, Produce high density product. The best solution is obtained after determining the weight of the attribute, measuring how well the options perform each attribute, A Plot of benefits against annual cost for the options, and also conducting the potential problem analysis. The second best option of importing Butene from outside (with the condition the new Butene sphere needs to be constructed) is selected for implementation even thought having value of the benefit (50.9) less than the best option. If the company wants to choose the best option, producing high density product which has value of benefit 68.6, each one point increase in the value of benefits would cost $ USD 515,001.4 and at total $ USD 9,115,524/ year. The option of importing Butene from outside also solves the problem, from attributes view, which are: (a) fulfilling market demand on the favorite type of product as reactor-2 continuous producing dedicated Polyethylene product (LLDPE product); (b) fulfilling customer satisfaction on time delivery time as Reactor-2 produces the same grade that was promised to customers; (c) maintaining the raw material continuity; (d) fulfilling production comfort as running in the same product grade; (e) asset utilization is high due to no reactor shutdown, also less potential for emergency shutdown.

Deskripsi Alternatif :

“Perusahaan E.P” dibentuk pada tahun 1995, merupakan kerjasama antara BUMN K, D.C dan 2 perusahaan swasta nasional. Bergerak pada bisnis produksi Polyethylene dengan kapasitas 825.000 Ton/Tahun and Ethylene Gylycol dengan kapasitas 550.000 Ton/Tahun. Selain itu juga mengelola dan mengoperasikan 3 perusahaan petrokimia lainnya yang didirikan oleh pemegang sahamnya yang memproduksi : Ethylene Glycol 600.000 Tons/Tahun, Styrene Monomer 450.000 Ton/Tahun. Paraxylene 829 Ton/Tahun dan Benzene 393.000 Ton/Tahun. Perusahaan E.P menyediakan berbagai jenis polietilen produk, seperti: etilene density tinggi (HDPE) untuk pembuatan plastik film, jenis untuk blow molding, jenis untuk injection molding, jenis untuk pembuatan pipa dan Low Linear Density Polyethylene (LLDPE) untuk pembuatan plastik film. Kompetisi didalam bisnis ini sangat ketat meskipun permintaan produk Polietilen terus naik seiring dengan pertumbuhan ekonomi, tetapi dalam waktu bersamaan proyek baru dan proyek perluasan pabrik polietilen mulai berproduksi sehingga menaikan suplai Polietilen kepasaran. Untuk meningkatkan kapasitas produksi Low Linear Density Polyethylene (LLDPE) jenis yang digunakan untuk pembuatan plastik film,de- ottlenecking pada reaktor-2 ( reaktor yang diperuntukan untuk memproduksi jenis LLDPE) telah dilakukan dengan mengganti bahan untuk kondensasi dari Isohexane ke Isopentane. Karena kapasitas produksi meningkat dan kemampuan pada reaktor-2 meningkat ,permintaan bahan baku Butene meningkat karena Butene digunakan sebagai commonomer pada proses produksi direaktor-2. Disatu sisi lainnya pabrik Butene produksinya menurun karena penurunan pada kapasitas pendinginannya dan effiensinya disebabkan oleh pipa pada pendingin disumbat dikarenakan bocor yang disebabkan oleh proses pembersihan pipa pendingin yang sering kali dilakukan dalam lebih dari 14 tahun. Dikarenakan meningkatnya kebutuhan Butene dan di satu sisi produksi Butene menurun , ini menimbulkan kesenjangan antara suplai dan permintaan Butene. Tujuan dari Final proyek yang ingin dicapai adalah menemukan penyelesaian yang terbaik untuk mengatasi masalah kekurangan Butene untuk memproduksi LLDPE polietilen dengan mempertimbangan pilihan – pilihan pengambil keputusan dan pada biaya yang optimum. Untuk mencapai tujuan tersebut , Teknik analisa SMART (Simple Multi Attribute Rating Technique) digunakan untuk membantu pengambil keputusan membuat keputusan dalam menyelesaikan permasalahan. SMARTdigunakan dalam proyek ini karena kesederhanaanya baik pada tangapan yang diperlukan dari pengambil keputusan dan bagaimana tanggapan dianalisis. Untuk mengisi kesenjangan antarai suplai dan permintaan untuk Butene , value tree di bentuk untuk masalah kekurangan Butene dan dibagi dalam 2 komponen : Biaya dan manfaat . Biaya terdiri dari fasilitas baru, kehilangan produksi, biaya untuk pembelian bahan baku. Manfaat dibagi dalam: Permintaan pasar pada jenis produk favorit, kepuasan pelangan pada ketepatan waktu pengiriman,kelangsungan pasokan bahan baku,tingkat kenyamanan dalam produksi, dan tingkat pemanfaatan aset. Tersedia 5 pilihan dalam meminimunkan kerugian yang disebabkan kekurangan Butene yaitu: mengganti 3 pasang pendingin pada Butene reaktor, mengganti material pada tangki Hexane dengan Hexene, mengimpor butene dari luar , menghentikan produksi pada reaktor-2 ketika kekurangan butene,dan memproduksi polietin density tinggi (HDPE) produk. Solusi terbaik diperoleh setelah menentukan bobot atribut, mengukur seberapa baik pilihan melakukan setiap atribut, A Plot manfaat terhadap biaya tahunan untuk pilihan, dan juga melakukan analisa pada potential masalah yang mungkin terjadi. Pilihan yang menempati posisi kedua Impor Butene dari luar (dengan kondisi membangun Butene sphere baru) dipilih untuk di implementasikan meskipun nilai manfaatnya (50.9) lebih rendah dari posisi pertama. Kalau perusahaan ingin memilih pilihan yang menempati posisi pertama “produksi produk density tinggi” yang nilai manfaatnya 68.6, setiap satu poin peningkatan nilai manfaatnya memerlukan biaya $ USD 515.001,4 dan total biaya yang diperlukan $ USD 9.115.524/Tahun. Pilihan untuk “impor Butene dari luar” (dengan kondisi membangun Butene sphere baru) juga menyelesaikan masalah pada susut pandang atribut, yaitu : (a) memenuhi permintaan pasar pada produk favorit karena reactor-2 terus memproduksi polietilen sesuai dengan yang didedikasikan, Produk LLDPE; (b) memenuhi kepuasan pelangan pada ketepatan waktu pengiriman, di karenakan reaktor-2 memproduksi jenis yang sama yang dijanjikan pada pelanggan; (c) mempertahankan kelangsungan pasokan bahan baku; (d) memenuhi kenyamanan dalam proses produksi karena memproduksi jenis yang sama; (e) pemanfaatan aset tinggi karena tidak ada penghentian produksi direaktor, juga berkurangnya potensi penghentian produksi direaktor karena keadaan darurat.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Yos Sunitiyoso, ST, M. Eng, PhD, Editor: Dwina Fatimiyah Shidiq

File PDF...