Path: Top > S2-Theses > Mechanical Engineering-FTMD > 2009

PENGGUNAAN OPERASI MUTLAK DAN KUADRAT PADA ANALISIS SINYAL GETARAN UNTUK DETEKSI CACAT LOKAL BANTALAN GELINDING

IMPLEMENTATION OF ABSOLUTE AND SQUARE OPERATOR IN VIBRATION SIGNAL ANALYSIS TO DETECT BALL BEARING LOCAL DEFECT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:53:50
Oleh : YUDHI SOMALI (NIM : 23107311); Pembimbing : Dr. Ir. Zainal Abidin, S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 7 file

Keyword : Operasi Mutlak, Operasi Kuadrat, Analisis Sinyal Getaran, Deteksi Cacat Lokal, Bantalan Gelinding, peakvue, Shock Pulse, SPM, enveloping

Bantalan bola merupakan komponen yang umum ditemui di dunia industri sebagai penumpu elemen yang berputar. Bantalan bola yang mengalami pembebanan berlebih dapat menyebabkan terjadinya cacat lokal. Cacat lokal ini dapat menimbulkan getaran dengan ciri tertentu berupa pola harmonik pada domain frekuensi. Cacat lokal bantalan bola pada tahap awal dapat dideteksi dengan metoda-metoda seperti peakvue, Shock Pulse (SPM), dan enveloping. Namun pembuktian metoda-metoda tersebut secara matematik belum pernah dipublikasikan dengan alasan hak cipta dari masing-masing penemu.


Beberapa metoda dapat digunakan untuk mendapatkan informasi cacat bantalan bola. Salah satu solusi mudah untuk mendapatkan informasi cacat bantalan bola dapat dilakukan dengan operator mutlak sinyal getaran sebelum dikonversi ke dalam domain frekuensi. Akan tetapi, proses ini tidak dapat terbukti secara matematik mengingat bahwa operator mutlak bukan merupakan operator linier. Namun, solusi lain dilakukan dengan mendekati operasi mutlak dengan kuadrat. Dalam penelitian ini dilakukan simulasi pengolahan sinyal cacat bantalan bola dengan operasi mutlak dan kuadrat. Metoda ini kemudian diterapkan pada data hasil pengujian sinyal cacat bantalan bola.


Hasil metoda operasi mutlak dan metoda kuadrat hampir menyerupai metoda SPM yaitu mampu memberikan informasi pola harmonik cacat bantalan dalam domain frekuensi. Perbedaan utama kedua metoda ini terletak pada nilai amplitudo. Amplitudo metoda operasi mutlak dan kuadrat menunjukkan bahwa metoda tersebut tidak dapat selalu dibandingkan dengan metoda SPM.

Deskripsi Alternatif :

Ball bearing, as rotation equipment support, is a common component which is used in industrial equipment. Ball bearing with excessive load may have some defects. This local defect may cause vibration with unique characteristics. Bearing defect in early stage can be detected by using several methods such as peakvue, Shock Pulse (SPM), and enveloping. But, mathematical proof of these methods has never been published due to copyright of each inventor.


There are some methods to obtain ball bearing defect information. One of these methods is done by absolute operator vibration signal, before it is converted into frequency domain. But, this process cannot be mathematically proved due to non-linearity reason. In addition, this research includes simulation of ball bearing defect signal, which is processed by absolute and square method. Both methods are also applied to ball bearing defect signal data which is obtained through some experiments.


The result of absolute and square operation resembles SPM, which can give information of bearing defect pattern in frequency domain. However, the difference of both methods is its amplitude. The amplitude shows that the result of absolute and square operation cannot always be compared to SPM.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Zainal Abidin, Editor: PKL-SMK

File PDF...