Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2018

PEMBANGUNAN MASYARAKAT KELURAHAN BERBASIS RUKUN TETANGGA Studi Kasus Pelaksanaan ProgramFasilitasi Pemberdayaan Masyarakat di Kelurahan Tempurejo Kecamatan Pesantren Kota Kediri

Deliberation of Development Planning (Musyawarah Perencanaan Pembangunan/ Musrenbang)

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-03-13 16:25:47
Oleh : YUDHI SANTOSO (NIM: 25415054), S2 - Regional and City Planning-SAPPK (yudhist2@gmail.com)
Dibuat : 2017-12-15, dengan 1 file

Keyword : Pembangunan, pemberdayaan masyarakat, kelurahan, berbasis RT.
Subjek : Pengembangan Masyarakat
Nomor Panggil (DDC) : 307.14

Musrenbang sebagai salah satu wahana partisipasi warga dalam pembuatan kebijakan, alokasi anggaran dan praktek operasional pemerintahan merupakan arena awal pertemuan dua buah pendekatan perencanaan yaitu pendekatan dari bawah (bottom-up) dan (top-down). Musrenbang dalam dalam praktiknya memiliki beberapa kelemahan, seperti tidak mampu menjangkau seluruh isu strategis pada tataran lokal, kinerja kooordinasi antar lembaga pemerintah dan masyarakat belum terpadu, konsisten dan konstruktif, belum adanya jaminan pengawalan atas partisipasi masyarakat hingga pengambilan keputusan, dan sinkronisasi antara alokasi program pembangunan dan kebutuhan masyarakat tidak sepenuhnya terjamin.

Pemerintah Kota Kediri meluncurkan Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) Kota Kediri sebagai salah satu upaya mengatasi keterbatasan mekanisme Musrenbang dalam mengakomodasi usulan masyarakat terutama usulan yang terkait pembangunan sarana dan prasarana lokal kelurahan dan pemberdayaan masyarakat kelurahan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pelaksanaan Prodamas terhadap kegiatan pembangunan masyarakat di tingkat kelurahan berbasis Rukun Tetangga dalam memberikan manfaat bagi pelaku pembangunan di Kelurahan Tempurejo, untuk mengetahuinya dilakukan identifikasi pada penggunaan, penyaluran dan penilaian manfaat yang dihasilkan oleh pelaksanaan Prodamas bagi pembangunan masyarakat yang berbasis RT.

Penelitian ini menggunakan metode analisis isi dan manfaat/pembobotan untuk mengidentifikasi dan menilai penggunaan, penyaluran dan manfaat pelaksanaan Prodamas, dari hasil analisis isi kemudian dilakukan analisis pembobotan pendapat masyarakat mengenai manfaat Prodamas. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan didapat kesimpulan kegiatan-kegiatan yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat di Kelurahan Tempurejo berdasarkan alternatif-alternatif yang ditawarkan dalam tiga bidang kegiatan yang ada dalam Prodamas, keputusan masyarakat dalam memilih kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi daerahnya tersebut dipengaruhi oleh dukungan pemerintah, akses dan kemudahan memperoleh informasi dan manfaat yang dirasakan dari kegiatan yang dilaksanakan. Bidang kegiatan yang memberikan hubungan yang jelas antara partisipasi dan keluaran akan lebih mudah diusulkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama yang terkait dengan kebutuhan yang dirasakan (felt needs) masyarakat di tingkat akar rumput. Fasilitasi dan dukungan pemerintah daerah dalam bidang kegiatan ekonomi dan sosial perlu lebih ditingkatkan agar keberlanjutan program sejenis di masa yang akan datang dapat tercapai. Prodamas merupakan sarana pembelajaran bagi kelurahan, RT, RW, LKK dan yang paling penting bagi masyarakat dalam memberikan dan menuntut pembangunan sarana dan prasarana yang lebih baik sekaligus sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas baik kapasitas masyarakat maupun kapasitas pemerintah dalam pembangunan.

Deskripsi Alternatif :

Deliberation of Development Planning (Musyawarah Perencanaan Pembangunan/ Musrenbang) as one of the means of citizen participation in policy making, budget allocation and government operational practice is the arena of the initial meeting of two approaches to planning, bottom-up and top-down. Musrenbang in practice has several weaknesses, such as not being able to reach all strategic issues at the local level, the performance of coordination between government agencies and society has not been integrated, consistent and constructive, there is no guarantees for community participation to decision making, and synchronization between the allocation of development programs and community needs are not fully assured.

Kediri city government launched Kediri Community Empowerment Facilitation Program (Program Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat/ Prodamas) as one of the efforts to overcome the limitations of Musrenbang mechanism in accommodating community proposals, especially proposals related to the development of local facilities and infrastructure and urban village community empowerment. The purpose of this study is to examine the implementation of Prodamas on community development activities at sub-district level in base on Neighbourhood community Group providing benefits for development actors in Tempurejo urban village, to find out the identification of the use, distribution and valuation of benefits generated by the implementation of Prodamas for community development base on Neighbourhood community group.

This study uses content analysis and benefit / weighting methods to identify and assess the use, distribution and benefits of Prodamas implementation, from the results of content analysis and then weighted analysis of public opinion about the benefits of Prodamas. Based on the result of the analysis, it can be concluded that the activities carried out in accordance with the conditions and needs of the people in Tempurejo urban village based on the alternatives offered in the three areas of activity in Prodamas, the decision of the community in selecting the activities according to the needs and conditions of the area is affected by government support, access and ease of obtaining information and perceived benefits from activities undertaken. Field activities that provide a clear relationship between participation and output will be more easily proposed and perceived benefits by the community, especially related to the needs of the felt (felt needs) community at the grassroots level. Local government facilitation and support in the field of economic and social activities needs to be improved so that the sustainability of similar programs in the future will be achieved. Prodamas is a learning tool for the kelurahan, RT, RW, LKK and most importantly for the community in providing and demanding the development of better facilities and infrastructure as well as a means to improve the capacity of both community capacity and government capacity in development

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Regional and City Planning-SAPPK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Suhirman, Drs., SH., MT., Dr, Editor: Yoninur Almira

File PDF...