Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2018

MERANCANG PENGEMBANGAN STRATEGIS VENDOR LOGISTIK UNTUK MENINGKATKAN SALES SATISFACTION INDEX (SSI) DI PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR

DESIGNING STRATEGIC LOGISTIC VENDOR DEVELOPMENT TO INCREASE SALES SATISFACTION INDEX (SSI) AT PT. TOYOTA-ASTRA MOTOR

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-02-21 10:35:33
Oleh : YOPI HIRMAWAN (NIM 29316069), S2 - Business Administration-SBM
Dibuat : 2018-02-21, dengan 1 file

Keyword : Pengembangan Strategis, Pengembangan Vendor Logistik, Sales Satisfaction Index (SSI)

Pasar otomotif ASEAN sedang mengalami kinerja pertumbuhan yang cukup konstan dalam 10 tahun terakhir. Di Indonesia sendiri, juga mengalami hal yang sama dimana dalam 10 tahun terakhir mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Tren pertumbuhan ini dipercaya akan terus mengalami kenaikan seiring dengan rasio kepemilikan mobil yang masih rendah di Indonesia, hanya 4% pada tahun 2015, dibanding dengan negara-negara lain di Asia. Pertumbuhan ini juga akan di dukung oleh kondisi makroekonomi Indonesia yang cukup menjanjikan. Salah satu pemain terbesar di industry otomotif Indonesia adalah Toyota. Di bawah naungan PT. Toyota-Astra Motor, sebagai agen pemegang merek resmi dan distributor merek Toyota, brand ini sukses menjadi pemain besar yang menguasai pasar otomotive di Indonesia dan pada tahun 2016, Toyota menguasai market share sebanyak 35%. Dari 5 nilai kinerja perusahaan, pencpaian Sales Satisfaction Index (SSI) TAM mengalami penurunan dalam 3 tahun terakhir. Faktor yang memberikan kontribusi besar pada penilaian SSI ini adalah Delivery Process & Timing, yakni sebesar 37%. Bagian yang memberikan peranan signifikan terhadap pencapaian faktor ini di TAM adalah Vehicle Logistic Division (VLD), yakni bagian yang bertanggung jawab dalam proses logistik mobil baru Toyota. Pada tahun 2016, pencapaian kinerja proses delivery di vld di bawah target, dimana kinerja ETA compliance 66,4% (target 84%) dan Defect Ratio 3,9% (target 3,6%).

Akar masalah yang di peroleh dari hasil wawancara, brainstorming, dan survey kuisioner adalah bertambahnya jumlah moda transportasi yang di tangani oleh VLD, tidak lengkapnya poin penilaian kinerja semua moda transportasi, sistem reward dan punishment yang belum tepat, tidak ada sharing knowledge dari TAM ke vendor dalam pemecahan masalah operasional, pengetahuan driver yang belum lengkap, kurangnya supervisi dari TAM kepada vendor dalam proses improvement, dan tidak adanya tujuan kerja bersama antara TAM dan vendor. Pada research ini ditemukan bahwa solusi yang paling tepat untuk permasalahan ini adalah pengembangan strategis vendor logistik. Pengembangan strategis tersebut yakni, pembuatan KPI baru untuk semua moda transportasi, mengaplikasikan pembagian cargo berdasarkan kinerja, peningkatan kinerja melalui skema PDCA, melakukan vendor audit, vendor kontes, kampanye logistik, melakukan aktivitas kyoryoku kai, dan membuat meeting tahunan dengan vendor.

Deskripsi Alternatif :

The ASEAN automotive market has been enjoying high performance levels and grew almost constantly in the recent decades. In Indonesia, automotive industry also enjoying the positive trends in the last decade. This trend believed continue to grow due to car ownership ratio relatively low, only 4% in 2015, compare to others country in the region. The grow will also suported by the promising macroeconomic condition in the future. One of the biggest automotive player in Indonesia is Toyota. Under PT. Toyota-Astra Motor (TAM), a sole agent and distributor of Toyota, this brand become superior player in Indonesia and gained 35% market share in 2016. Among 5 company performances, J.D Power Sales Satisfaction Index (SSI) rank of Toyota is facing declining trend in the last three years. The biggest factors contribute to overall assessment of SSI is Delivery Process & Timing which take 37% portion. Function that has significant contribution achieving this factor at TAM is Vehicle Logistic Division (VLD), a function that responsible for logistic process of Toyota car. In 2016, VLD’s delivery performance is under target, where ETA compliance achievement 66,4% (target 84%) and Defect Ratio achievement 3,9% (target 3,6%).

Several root causes that generated from interview, brainstorming and questionaire survey includes increase of transportation mode handled by VLD, not complete KPI for all transportation mode, improper reward and punishment system, no sharing knowledge from TAM to vendors to solve operation problem, lack of driver’s knowledge, lack of supervisor from TAM to vendors, and no common goal between TAM & vendors.This research found that the proper solution for this problem is Strategic Logistic Vendor Development. The development proces includes estbalish new performance measurement system (KPI), apply performance based volume sharing, performance enhancement trough PDCA scheme, conduct regular vendor audit program, logistic contest, logistic campaign, kyoryoku kai activity, and regularly conduct regular annual meeting with vendors.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Business Administration-SBM
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Milind Gadre, B.S, M.S, MBA, Editor: Roosalina Vanina Viyazza

File PDF...