Path: Top > S2-Theses > Biology-SITH > 2017

DISTRIBUSI DAN POLA REPRODUKSI SPESIESSPESIES KELELAWAR INSEKTIVOR DI GUA LALAY, JAMPANG TENGAH

DISTRIBUTION AND REPRODUCTIVE PATTERNS OF INSECTIVOROUS BATS IN LALAY CAVE, CENTRAL JAMPANG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-29 15:32:03
Oleh : YOHANES YUDHA P. JAYA (NIM: 20615003), S2 - Biology-SITH
Dibuat : 2017-09-29, dengan 1 file

Keyword : kelelawar, distribusi tenggeran, perilaku reproduksi, gua karst

Kelangsungan sebagian besar spesies kelelawar bergantung pada keberadaan gua

yang eksistensinya banyak mendapat ancaman dari aktivitas manusia. Gua Lalay

yang berada di kawasan karst Jampang tengah merupakan salah satu gua

keberadaannya terancam oleh aktivitas manusia, padahal, gua ini terindikasi

dimanfaatkan sebagai tempat bereproduksi spesies-spesies kelelawar tertentu.

Informasi mengenai fungsi Gua Lalay dalam menunjang keberlanjutan spesies

kelelawar perlu diketahui lebih detail agar keberadaan gua tersebut dapat

dilindungi. Penelitian ini berfokus dalam mengobservasi perilaku reproduksi

kelelawar dan menganalisis kaitan antara proses reproduksi tersebut dengan lokasi

tenggeran yang terdapat di Gua Lalay. Observasi dilakukan menggunakan CCTV

dan pengamatan langsung pada Desember 2016 hingga Januari 2017. Pengamatan

menggunakan logger temperatur juga dilakukan. Hasil pengamatan menunjukkan

3 spesies kelelawar pemakan serangga sedang berada dalam masa reproduksi: (i)

Miniopterus schreibersii teramati melakukan perkawinan pada 23 – 25 Desember

di bagian tengah gua. Individu muda dari spesies ini juga ditemukan sejak tanggal

7 Januari di lokasi dekat pintu gua, (ii) perkawinan M. australis terlihat melalui

keberadaan harem pada 2 buah bellhole yang terletak di ujung gua pada tanggal 5

Januari, (iii) keberadaan kelompok Rhinolophus affinis yang terindikasi bunting

pada tanggal 23 Desember – 4 Januari. Miniopterus schreibersii diduga

bereproduksi dua kali dalam satu tahun, dimana masa kawin terjadi pada

Desember dan Juni, kelahiran pada April dan Oktober, dan masa menyusui hingga

awal Desember dan akhir Juni. Miniopterus australis diketahui melakukan

perkawinan pada awal Januari dan diprediksi mulai melahirkan dan menyusui

mulai dari awal Mei hingga Juli. Pada R. affinis, kebuntingan ditemukan pada

Desember- Januari dimana prediksi masa kawin terjadi pada bulan November,

kelahiran pada pertengahan Januari, dan masa menyusui hingga akhir Maret.

Perbedaan karakteristik di tiap-tiap lokasi tenggeran diduga memberi keuntungan

terhadap fase reproduksi dari masing-masing spesies.

Deskripsi Alternatif :

The survival of most bat species depends on the existence of caves which are

heavily threatened by human activity. Gua Lalay, which is located in the

limestone area of Jampang Tengah, is one of the caves that is threatened by

human activity. This cave was indicated to be used as a place to reproduce for

certain bat species. Information about the function of Lalay Cave needs to be

known in more detail in order to support the sustainability of bats and the cave

itself. This study focuses on observing the reproduction behavior of bats and

analyzing the relation between reproduction process and their roosting site in

Lalay Cave. Observations were made using CCTV and direct observation from

December 2016 to January 2017. Observations using temperature loggers were

also conducted. The observations showed reproduction behavior on three species

of insectivorous bats: (i) copulation of Miniopterus schreibersii was observed on

December 23 to 25 in the center of the cave. Young individuals of this species

were also discovered near the cave entrance from 7 January, (ii) Copulation of M.

australis was seen through the existence of harems on two bellholes located at the

end of the cave on January 5, (iii) the indication of existence of Rhinolophus

affinis pregnant group on December 23 to January 4. Miniopterus schreibersii is

expexted to reproduces twice a year, where mating occurs in December and June,

births in April and October, and lactation periods until early December and late

June. Miniopterus australis was known to copulate in early January and is

predicted to start giving birth and lactating from early May to July. In R. affinis,

pregnancy was discovered in December-January where the the mating period is

predicted to be occurred in November, birth in mid-January, and the lactation until

the end of March. Characteristic differences in each roosting site are thought to

benefit the reproductive phases of each species.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Achmad Sjarmidi, Editor: Alice Diniarti

File PDF...