Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2018

MODEL PENGANGGARAN MODAL DENGAN GROSS SPLIT PSC UNTUK PROYEK PENGEMBANGAN LAPANGAN GAS SOUTHEAST SUMATRA

CAPITAL BUDGETING MODEL WITH GROSS SPLIT PSC FOR SOUTHEAST SUMATRA GAS DEVELOPMENT PROJECT

Master Theses from JBPTITBPP / 2018-06-09 10:14:23
Oleh : YOHANES PAULUS VIAN INDRASATWIKA (NIM 29316094), S2 - Business Administration-SBM
Dibuat : 2018-06-09, dengan 1 file

Keyword : Evaluasi Ekonomi, Komersial Gas, Gross Split, Cost Recovery, Production Sharing Contract

Proyek gas di SES (Southeast Sumatra) sudah dimulai sejak tahun 2002, dengan tujuan untuk menjaga associated gas untuk keperluan masa depan dan mengkomersialkan non-associated gas untuk keperluan jual beli gas dalam negeri. Pada tahun 2004 CNOOC memiliki perjanjian jual beli gas dengan PLN. Kontrak jual beli dimulai tahun 2004 dan akan berakhir pada September 2018, ketika kontrak CNOOC di SES PSC berakhir. Dalam masa menjelang berakhirnya kontrak, evaluasi cadangan menunjukkan jumlah tail gas yang layak untuk dikomersialkan untuk operator berikutnya, bersamaan dengan adanya lapangan gas yang saat ini belum dikembangkan sebagai bagian dari pengempangan lapangan lebih lanjut.


Akan tetapi, pemerintah Indonesia telah menetapkan Southeast Sumatra PSC untuk menerapkan gross split untuk perpanjangan kontrak baru. Pada awal 2017, pemerintah memperkenalkan mekanisme fiskal Gross Split PSC untuk industri hulu migas, berubah dari mekanisme cost recovery, dengan tujuan untuk membuat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi lebih efektif dan efisien. Oleh karena itu, proyek baru ini harus layak secara ekonomi layak bagi operator baru.


Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menilai evaluasi ekonomi proyek pengembangan gas Southeast Sumatra PSC dengan mekanisme Gross Split untuk menemukan skenario usulan yang sesusai untuk perjanjian jual beli gas berikutnya. Keputusan investasi proyek terdiri dari pendekatan sudut pandang strategis dan evaluasi ekonomi. Analisis PESTEL, Porter Five Forces, dan SWOT dilakukan untuk memahami situasi masalah bisnis. Evaluasi ekonomi dilakukan untuk menghitung aspek komersial dari proposal perjanjian penjualan gas. Empat skenario penualan gas telah diusulkan sejalan dengan rencana pengembangan lebih lanjut. Skenario 1 dan 3 tidak terdapat pengembangan lanjut, sedangkan Skenario 2 dan 4 terdapat pengembangan lapangan gas baru.


Perhitungan ekonomi menggunakan harga gas saat ini sebagai base case. Case lain dihitung dengan menggunakan harga gas yang terkait dengan ICP (Indonesian Crude Price). Pemerintah Indonesia telah menetapkan harga gas untuk sektor listrik. Harga gas untuk pembangkit listrik dari kepala sumur maksimum 14,5% dari ICP. Berdasarkan evaluasi ekonomi Gross Split PSC, Skenario 1 menghasilkan NPV $78,505.7M pada kasus Harga Gas Flat dan $121,334.6M pada kasus Harga Gas yang Terkait dengan ICP, Skenario 2 menghasilkan NPV $96,341.4M pada kasus Harga Gas Flat dan $153,942.5M pada kasus Harga Gas yang Terkait dengan ICP, Skenario 3 menghasilkan NPV $68,202.8M pada kasus Harga Gas Flat dan $106,786.8M pada kasus Harga Gas yang Terkait dengan ICP, dan Skenario 4 menghasilkan NPV $97.624.8M pada kasus Harga Gas Flat dan $177.152.3M pada kasus Harga Gas yang Terkait dengan ICP. Skenario 4 memiliki nilai NPV tertinggi, baik dalam kasus Harga Gas Flat dan Harga Gas yang Terkait dengan ICP. Dalam perhitungan harga gas terkait ICP, hal yang perlu diperhatikan adalah kondisi harga minyak yang sangat tidak menentu. Berdasarkan analisis tersebut, setiap skenario proyek pengembangan gas adalah dapat bertahan dengan kondisi harga minyak yang rendah.


Dalam penelitian ini, Gross split PSC menunjukkan bahwa mekanisme fiskal yang baru lebih menarik dalam menghasilkan nilai NPV yang lebih tinggi dibandingkan cost recovery PSC sebelumnya. Hal ini akan bergantung pada biaya investasi untuk membangun infrastruktur yang baru. Mekanisme cost recovery PSC memungkinkan untuk mengembalikan biaya modal yang dikeluarkan untuk investasi, sedangkan gross split PSC membuat kontraktor menanggung semua pengeluaran untuk mendapatkan bagian split yang lebih tinggi.

Deskripsi Alternatif :

The gas project in SES (Southeast Sumatra) was started in 2002, with the objective was to conserve the associated gas for future use and commercialize the non-associated gas for domestic gas sales. In 2004 CNOOC had gas sales agreement with PLN (Indonesia state electricity company). The contract was started in 2004 and will end in September 2018, when the contract of CNOOC in SES PSC area will expire. During the expiration of the existing contract, reserves evaluation suggests amount of tail gas that feasible to be commercialized for the next operator, alongside with existence of currently undeveloped gas field as a part of further development.


However, the Government of Indonesia (GOI) has set SES PSC to apply the recently-announced gross split terms to the extension. In early 2017, the government has introduced a Gross Split PSC fiscal model for its upstream oil and gas industry, changing from cost recovery mechanism, with purpose is to make the exploration and exploitation activities more effective and efficient. Therefore, the new project should be economically feasible for the new operator.


The major purpose of this study is to assess the economic evaluation of Southeast Sumatra PSC gas development project in order to find the suitable proposed scenario using Gross Split terms for next gas sales agreement. The project investment decision comprises of strategic viewpoint approach and economic evaluation. PESTEL analysis, Porter’s Five Forces Analysis, and SWOT Analysis was carried out to understand the business issue situation. Economic evaluation was carried out to calculate the commercial aspect of the gas sales agreement proposal. Four gas sales scenarios have been proposed in line with plan of further development. Scenario 1 and 3 options are no further development, and Scenario 2 and 4 options are developing new gas field.


The economic calculation will be using the current gas price as the base case. Another case is calculated using gas price that linked to the ICP (Indonesian Crude Price). The GOI introduces another gas price measure, for the power sector. Gas prices for wellhead power generation were capped at 14.5% from ICP. Based on the economic evaluation of Gross Split PSC, Scenario 1 generates NPV $78,505.7M for Flat Gas Price case and $121,334.6M for Gas Price Linked to Oil Price case, Scenario 2 generates NPV $96,341.4M for Flat Gas Price case and $153,942.5M for Gas Price Linked to Oil Price case, Scenario 3 generates NPV $68,202.8M for Flat Gas Price case and $106,786.8M for Gas Price Linked to Oil Price case, and Scenario 4 generates NPV $97,624.8M for Flat Gas Price case and $177,152.3M for Gas Price Linked to Oil Price case. Scenario 4 has the highest NPV value, both in the Flat Gas Price case and the Gas Price Linked to ICP case. In the event of using gas price linked to the oil price, it is noted that the oil price condition is very uncertain. Based on the analysis, each scenario of the gas development project is resilience at low oil price.


The gross split PSC has shown that the new fiscal term is more attractive in terms of gaining higher NPV compared to the previous cost recovery PSC mechanism in this study. This result will depend on the cost of capital expenditure to build new infrastructure development. The cost recovery PSC mechanism is more likely to recover the capital cost spent for investment credit, while the gross split PSC made the contractor bear all the expenditure in turn of higher share for the output.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Business Administration-SBM
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Widhyawan Prawiraatmadja, Editor: Roosalina Vanina Viyazza

File PDF...