Path: TopS2-ThesesBusiness Administration-SBM2009

IMPROVEMENT OF SUPPLIER DELIVERY LEAD TIME IN LOCAL PURCHASING SECTION SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PT FREEPORT INDONESIA

PERBAIKAN LEAD TIME SUPPLIER PADA SEKSI PEMBELIAN LOKAL MANAJEMEN RANTAI PASOK PT. FREEPORT INDONESIA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:30:51
Oleh : YANSEN HENDRA SIRINGORINGO (NIM : 29107131); Pembimbing : Dr. Mursyid Hasan Basri, S2 - Business Administration
Dibuat : 2009, dengan 6 file

Keyword : supplier lead time, inventory turnover, supply chain

In the last quarter of 2008, the world faced global economic slowdown, copper tumbled below US$2 a pound


for the first time since December 2005 on speculation that the world economy is headed for a recession that


will reduce demand for metals. Major mining companies are reacting to the reduced demand and some are


curtailing their production. Some are even being forced to temporarily shut down, including Freeport-McMoRan Copper & Gold Inc. The situation forced Freeport to do some efforts to reduce production cost, in October 2008, President Directors of PT Freeport Indonesia announced his statement on company’s cost reduction. One of the points is a tighter control in materials usage. Supply Chain Management responded to this situation with making some strategies, with the focus are to reduce inventory and maximize purchasing process effectiveness and expediting to support this goal.


Analysis for improvement in supplier lead time is an interesting study to reduce cost, in this case, inventory value as the tangible cost, with a number of demands of materials, lead time will impact the order frequency and inventory level. The faster the lead time, the lesser inventory level and value needed to cover the


requirement. In the opposite, the longer and more uncertain the lead time, the more inventory and safety


stock needed to ensure that required service level will be achieved. The identified issues in this problem is


average supplier lead time from all purchasing locations which more than standard of 21 days in year 2006-


2008. Further analysis were performed to get an appropriate number and type of stock to be analyzed, and


purchasing process for fast moving item stock class N and level A&B is selected as the best object of study in


order to see the impact and correlation of improvement to inventory value. To narrow the analysis, Papua


location is selected as having the latest lead time compare to another locations.


Six sigma framework (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) is used to improve the existing business process. Major problems identified for the cases are unavailability of stock in supplier, additional (revision) order process, and late order information to supplier. After identify some root causes, the solutions for the problems were involving four aspects: Business process, Communication, Technology and Human Resources. The conclusion and action plan for the solutions is a need for agreement between Supply Chain Management and supplier on their performance regarding quality, cost, delivery, safety and environment, improve process control, improve communication, optimize the use of technology, and improve the skill of purchasing team.


The estimated cost reduction on inventory cost through improvement in supplier lead time is US$ 54,955 for


fast moving materials stock class N, level A&B sourced from local supplier, with increasing 10% in inventory turnover, and the improvement opportunity is open to another purchasing location in Freeport. However, integrated action of the implementation plan from the four aspects and support from management must be in place to ensure that the solutions will solve the problem in the long term.

Deskripsi Alternatif :

Pada kuartal terakhir tahun 2008, dunia menghadapi perlambatan pertumbuhan ekonomi, harga tembaga turun hingga di bawah US $2 per pound untuk pertama kalinya sejak bulan Desember 2005 dibarengi spekulasi ekonomi dunia sedang menghadapi resesi yang akan mengurangi permintaan kan logam.


Perusahaan tambang besar dunia segera bereaksi terhadap turunnya permintaan ini dan mengurangi produksinya. Beberapa bahkan terpaksa menghentikan sementara produksinya, termasuk Freeport McMoran Copper & Gold Inc. Situasi ini juga memaksa PT Freeport Indonesia untuk melakukan usaha untuk mengurangi biaya produksi. Pada bulan Desember 2008, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia mengumumkan pernyataannya mengenai program pengurangan biaya perusahaan. Salah satu isinya adalah


pengendalian yang lebih ketat untuk penggunaan material. Manajemen Rantai Pasok merespon situasi ini dengan membuat beberapa strategi, dengan fokus pada pengurangan inventori dan memaksimalkan efektivitas proses pembelian dan expediting untuk mendukung tujuan ini.


Analisis perbaikan lead time supplier merupakan lahan studi menarik untuk melakukan pengurangan biaya, dalam hal ini, dengan nilai inventori yang disimpan sebagai biaya yang terlihat dan sejumlah permintaan material, lead time akan berpengaruh pada kekerapan order dan level inventori. Semakin cepat lead time, semakin kecil level dan biaya inventori yang diperlukan untuk memenuhi permintaan. Sebaliknya, semakin lama dan tidak pasti lead time, semakin besar inventori dan safety stock diperlukan untuk memastikan service level yang diinginkan akan tercapai. Isu yang diidentifikasi adalah rataan lead time supplier dari semua lokasi pada tahun 2006-2008 yang melebihi 21 hari sebagai standar. Analisis lebih lanjut dilakukan untuk memperoleh angka dan tipe stok yang tepat untuk dianalisis, dan proses pembelian untuk item fast moving stock class N, level A&B dipilih sebagai obyek penelitian terbaik untuk melihat pengaruh dan korelasi usaha perbaikan yang akan dilakukan terhadap nilai inventori. Untuk mempersempit obyek penelitian, lokasi pembelian Papua dipilih karena memiliki lead time paling lambat dibandingkan dengan lokasi lain.


Kerangka six sigma (Define, Measure, Analyze, Improve, Control) digunakan untuk meningkatkan proses bisnis saat ini. Masalah utama yang diidentifikasi adalah ketidaktersediaan stok pada supplier, proses tambahan (revisi), dan keterlambatan informasi order ke supplier. Setelah mengenali akar masalahnya, solusi masalah mencakup empat aspek: Proses Bisnis, Komunikasi, Teknologi, dan Sumberdaya Manusia.


Kesimpulan dan rencana tindakan untuk solusi yang didapatkan adalah adanya kebutuhan akan kesepakatan formal antara manajemen rantai pasok dengan supplier akan kinerja mereka dalam hal kualitas, biaya, deliveri, keselamatan, dan lingkungan, perbaikan pengendalian proses, peningkatan komunikasi, optimasi teknologi, dan peningktan kompetensi dan keterampilan tim pembelian.


Estimasi pengurangan biaya inventori melalui usaha perbaikan lead time yang dilakukan jika mencapai standar adalah US$ 54,955 untuk fast moving materials stock class N, level A&B yang dibeli dari supplier lokal, dengan peningkatan inventori turnover sebesar 10%. Kesempatan perbaikan ini terbuka juga untuk lokasi pembelian yang lain. Bagaimanapun juga, impelementasi tindakan yang terintegrasi dari empat aspek yang diperhitungkan dan sokongan dari manajemen merupakan hal yang amat diperlukan agar solusi yang ditawarkan dapat berjalan dalam jangka waktu yang panjang.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Mursyid Hasan Basri, Editor: Alice Diniarti

File PDF...