Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2017

BUDAYA BERMUKIM DAN KONSOLIDASI LAHAN PERMUKIMAN PADAT DAN KUMUH STUDI KASUS RW 05, KELURAHAN CIGUGUR TENGAH, KOTA CIMAHI

DWELLING CULTURE AND LAND CONSOLIDATION ON DENSE AND SLUM SETTLEMENT, CASE STUDY : RW 05, KELURAHAN CIGUGUR TENGAH, KOTA CIMAHI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 15:25:09
Oleh : XENIA ELMIRANY LATIEF NIM : 24014030, S2 - Development Studies-SAPPK
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : konsolidasi lahan, permukiman padat dan kumuh, budaya bermukim.
Subjek : BUDAYA BERMUKIM DAN KONSOLIDASI LAHAN PERMUKIMAN PADAT DAN KUMUH
Kepala Subjek : Budaya Bermukim

Konsolidasi lahan merupakan salah satu cara untuk menata permukiman padat dan kumuh yang diharapkan dapat mendorong peningkatan kualitas hidup, kesejahteraan dan taraf hidup masyarakatnya. Program konsolidasi lahan diterapkan Pemerintah Kota Cimahi, bekerjasama dengan Puslitbangkim Kemenpupera, untuk mengatasi permasalahan permukiman padat dan kumuh di RW 05, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi. Masyarakat merespon hal ini dengan tidak menerima program. Penelitian dilakukan untuk mengkaji bagaimana kesesuaian budaya bermukim warga eksisting di RW 05, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi dan budaya bermukim pemikiran pemerintah pada program Konsolidasi Lahan Permukiman Padat dan Kumuh yang akan dilaksanakan di kawasan tersebut yang mungkin menjadi dasar atas respon warga terhadap program. Penelitian menggunakan metode kualitatif Field Research dengan pendekatan Studi Kasus. Penelitian dilakukan dengan observasi, wawancara mendalam kepada pihak-pihak terkait dan pengumpulan data sekunder dari instansi-instansi yang berhubungan dengan program ini serta data-data lainnya. Dari pengumpulan data tersebut dapat tergambar budaya bermukim warga dan pemikiran pemerintah tentang budaya bermukim program serta data-data rinci mengenai program Konsolidasi Lahan Permukiman Padat dan Kumuh di Cigugur Tengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum, budaya bermukim program cukup sesuai dengan budaya bermukim masyarakat dan seharusnya dapat diterima oleh masyarakat karena masyarakat yang multikultural, individualistis & pada umumnya ingin ada perubahan yang lebih baik pada kondisi hunian/ permukimannya. Keberatan warga bisa jadi bukan karena faktor budaya bermukim. Namun bisa jadi karena faktor-faktor lain diantaranya masalah komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, minimnya tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang menyebabkan respon negatif warga terhadap program pemerintah, kurang pahamnya warga akan progam konsolidasi lahan, kurang seriusnya pemerintah dalam keterlibatan pada program ini, dan kurang diperkuatnya motivasi warga untuk mandiri & memperbaiki kondisi saat ini.

Kata kunci: konsolidasi lahan, permukiman padat dan kumuh, budaya bermukim.

Deskripsi Alternatif :

Land consolidation is one way to arrange dense and slum settlement which is expected to encourage improvement in life quality, welfare and living standards of the society. Land consolidation programm was planned by the government of Kota Cimahi with Puslitbangkim Kemenpupera to overcome the problems of dense and slum settlement in RW 05, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi. The people responded with not accepting this programm. This study aims to verify the suitability between the dwelling culture of the people in RW 05, Kelurahan Cigugur Tengah, Kota Cimahi and the thoughts of government on dwelling culture of the Land Consolidation on Dense and Slum Settlement programm which might be a factor why people responded the programm. The study used Field Research qualitative methods with Case Study approach. The study was done with observations, deep interviews with related stakeholders and collects secondary datas from agencies relating this programm and other datas. Those datas reflects dwelling culture of the people and the thoughts of government on dwelling culture and specific datas about Land Consolidation on Dense and Slum Settlement programm on Cigugur Tengah. The results showed that over all, dwelling culture of the programm suitable enough with dwelling culture of the people and that the programm should actually be accepted by the people because they are multiculturals, individualistists, and most of the people want a better change in their dwellings/ settlement. The respond of the people might be not because of the dwelling culture factors, but other factors such as communication problems between government and the people, low level of trustworthiness from people to the government which cause negative responds from the people to government’s programms, people not understand enough about the land consolidation programm, the government less serious in this programm, and less encouragement of people’s motivation to be independent and to improve their condition.

Keywords: land consolidation, dense and slum settlement, dwelling culture

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Indah Widiastuti, ST., MT., Ph.D, Editor: sarnya

File PDF...