Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2013

MANAJEMEN RISIKO DI PINISI RELAXATION MENGGUNAKAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

RISK MANAGEMENT IN PINISI RELAXATION USING ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:13
Oleh : WISNUMURTI RAHARDJO (NIM 29110412) Pembimbing : Erman Sumirat, SE. AK., M.Bus, S2 - Business Administration
Dibuat : 2015, dengan 6 file

Keyword : Pinisi Relaxation, Risk Management, Analytical Hierarchy Process

Pinisi Relaxation merupakan sebuah panti pijat yang baru berdiri pada September 2012, dan berlokasi di kota Bandung dan Sukabumi. Seiring dengan baru berjalannya perusahaan, terdapat berbagai macam kejadian yang mampu merugikan perusahaan, baik dari sisi finansial maupun non-finansial. Untuk dapat mengatasi kejadian tersebut, maka dapat digunakan kerangka AUS/NZ 4360 sebagai pendekatan manajemen risiko bagi Pinisi Relaxation, serta penggunaan Analytical Hierarchy Process dalam memilih alternatif yang diperlukan untuk mengatasi risiko yang ada.Identifikasi risiko di Pinisi Relaxation terbagi atas risiko bisnis, risiko keuangan, risiko operasional, risiko pemasaran, dan risiko tenaga kerja. Seluruh risiko tersebut selanjutnya dipetakan dalam sebuah peta risiko yang mencerminkan posisi setiap risiko yang terdapat di Pinisi Relaxation. Proses selanjutnya adalah memitigasi risiko yang terdapat di Pinisi Relaxation melalui analisis teori maupun konsep yang berhubungan dengan kondisi di Pinisi Relaxation. Kriteria yang digunakan oleh Pinisi Relaxation untuk memenuhi risiko yang ada terbagi atas biaya 63%, efektivitas 26%, dan waktu 11%. Lewat proses tersebut maka terciptalah alternatif – alternatif yang dibutuhkan oleh Pinisi Relaxation untuk mengatasi risiko yang ada, yaitu promosi pada waktu tertentu, mengembangkan sistem reservasi, menanyakan kondisi tubuh konsumen, menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar, menambah fasilitas pembayaran, pengecekan data harian secara online, rencana biaya mingguan, pengadaan dana cadangan, kontrak dengan pemasok, diskon ketika mati lampu, pengunaan air minum, pengecekan kondisi air, melewatkan proses pelayanan, mengadakan cadangan barang, pengecekan bahan baku, penggunaan alat pendukung yang telah digunakan, pembuatan jadwal piket, pengecekan kondisi ruangan, membuat standar kebersihan ruangan, mengganti jadwal libur karyawan, menyediakan obat-obatan umum bagi karyawan, memberikan pelatihan bagi karyawan, menakankan bahwa barang berharga konsumen bukan tanggung jawab perusahaan, mengadakan bonus bulanan, mendekatkan diri kepada karyawan, bekerja sama dengan perusahaan di bidang lain, dan menambahkan konsep pelayanan dengan gender yang sama pada setiap media.Setiap entitas di perusahaan harus dapat melakukan aksi tersebut sesuai dengan tugasnya masing-masing. Selain itu proses manajemen risiko harus selalu ditinjau kembali dan dikontrol agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan perusahaan apabila penanganan risiko tidak berjalan dengan seharusnya.

Deskripsi Alternatif :

Pinisi Relaxation is a massage parlor that was established in September 2012, and located in the city of Bandung and Sukabumi. Along with the passage of a new company, there are many events that can cost the company, both in terms of financial and non-financial. To be able to cope with such events, Pinisi Relaxation could use framework of AUS/NZ 4360 as a risk management approach, as well as the use of Analytical Hierarchy Process in selecting alternative needed to mitigate the risks.Risk identification in Pinisi Relaxation divided into business risk, financial risk, operational risk, marketing risk, and human resource risk. All risks will be placed in a risk map that reflects the position of any risks inherent in Pinisi Relaxation. The next process is to mitigate the risks inherent in Pinisi Relaxation through analysis of theory and concepts related to conditions in Pinisi Relaxation.Criteria that must be met to handle the risks in Pinisi Relaxation are divided over the cost 63%, effectiveness 26%, and time 11%. Through the process of the analysis, there would be the alternatives that required by Pinisi Relaxation to handle the risks, which are price promotion in a certain time, develop reservation system, ask customer’s body condition, relationship with nearby residents, provide additional payment methods, daily data online checking, weekly payment plan, reserved cash, contract with supplier, discount when the electricity is off, use drinking water, skip the treatment process, add safety stock for raw material, raw material checking periodically, use supporting tools already used, scheduling and checking of employee room duty, periodically checking the condition of the room, setting standards of cleanliness, exchange off schedule, provide common medicine for employees, giving training to employees, valuable belonging is not company’s responsibility, adding monthly bonus salary, get in touch with employees, cooperate with other business field, and add the same gender service concept in each media.Each entity in the company should be able to do the alternatives that have been selected in accordance with their respective duties. In addition, the risk management process should always be reviewed and controlled in order to avoid the things that could cost the company if it the risk treatment doesn’t run in an appropriate way.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Erman Sumirat, SE. AK., M.Bus, Editor: Taupik Abidin

File PDF...