Path: TopS2-ThesesBiology-SITH2007

ISOLASI DAN OPTIMASI PARAMETER LINGKUNGAN (pH, INTENSITAS CAHAYA, DAN SUHU) KULTUR Spirulina sp. DALAM KONDISI LABORATORIUM

ISOLATION AND OPTIMIZATION OF ENVIRONMENTAL PARAMETERS (pH, LIGHT INTENSITY, AND TEMPERATURE) OF Spirulina sp. CULTURE UNDER LABORATORY CONDITION

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:33:59
Oleh : WINDY RAHAYU (NIM 20605001), S2 - Biology
Dibuat : 2007, dengan 7 file

Keyword : Spirulina sp., isolasi, optimasi, pH, intensitas cahaya, suhu

Mikroalga, khususnya Spirulina sangat berperan dalam akuakulur dan telah dikenal sebagai sumber makanan bagi manusia karena banyaknya kandungan nutrisi seperti protein, vitamin, pigmen karotenoid, lipid, serta polisakarida. Selain sebagai bahan pangan bagi manusia, Spirulina juga digunakan sebagai pakan hewan serta industri kosmetik. Oleh karena itu kultur massal Spirulina menjadi sangat penting bagi para produsen mikroalga untuk memenuhi kebutuhan pasar tersebut. Teknik isolasi menjadi sangat penting untuk memperoleh isolat Spirulina yang baik serta kondisi kultur yang optimum merupakan faktor penting dalam kultur massal Spirulina. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mendapatkan isolat Spirulina sp dari lingkungan alami serta mengetahui kondisi pH, intensitas cahaya serta suhu optimum pada kultur Spirulina sp..

Dari tiga metode isolasi yang dilakukan untuk memperoleh isolat Spirulina (tuang, gesek dan pipetting), metode pipetting merupakan satu-satunya metode yang berhasil. Isolat yang diperoleh berasal dari Waduk Saguling, Desa Cihampelas, Jawa Barat. Optimasi dilakukan menggunakan metode optimasi satu faktor (single variable method). Terdapat tiga variasi pada setiap faktor, yaitu pH (9, 10, 11), intensitas cahaya (2500, 3500, 4500 lux) dan suhu (28, 31, 33 oC), masing-masing dengan lima kali ulangan. Pertumbuhan diukur menggunakan beberapa parameter, yaitu kepadatan sel yang dihitung dengan pengamatan mikoskopik, laju pertumbuhan spesifik (ro) dan daya dukung (K). Setiap parameter dianalisis menggunakan uji ANOVA dan uji lanjut Duncan.

Pada perlakuan pH, masing-masing perlakuan mengalami puncak pertumbuhan pada hari ke-22 dengan kepadatan sel tertinggi dicapai oleh pH 10 (2,82 x 105 sel/mL) dan yang terendah pada pH 11 (2,33 x 105 sel/mL). Daya dukung yang tertinggi diperoleh pada pH 10 (3,09 x 105 sel mL-1) dan yang terendah pH 11 (2,66 x 105 sel mL-1). Laju pertumbuhan spesifik pada pH 10 (3,060 x 103 sel mL-1 hari-1) merupakan nilai yang paling rendah, sedangkan yang tertinggi terdapat pada pH 9 (3,361 x 103 sel mL-1 hari-1). Pada perlakuan intensitas cahaya, puncak pertumbuhan diperoleh pada hari ke-21 dengan nilai tertinggi pada perlakuan 3500 lux (3,90 x 105 sel/mL) dan yang terendah pada perlakuan 2500 lux (2,36 x 105 sel/mL). Daya dukung pada intensitas cahaya 3500 lux merupakan nilai yang tertinggi (3,96 x 105 sel mL-1) dan yang terendah 2500 lux (3,43 x 105 sel mL-1). Laju pertumbuhan spesifik pada intensitas cahaya 4500 lux (3,643 x 103 sel mL-1 hari-1) merupakan nilai yang paling rendah sedangkan yang tertinggi pada 3500 lux (3,964 x 103 sel mL-1 hari-1). Pada perlakuan suhu, nilai tertinggi diperoleh pada suhu 33oC (1,63 x 105 sel/mL) dan nilai terendah pada hari ke-15 dan nilai terendah sedangkan pada perlakuan suhu 28oC (1,39 x 105 sel/mL) pada hari ke-21. Daya dukung tertinggi diperoleh pada suhu 33oC (2,08 x 105 sel mL-1) dan nilai terendah pada suhu 28oC (1,63 x 105 sel mL-1). Laju pertumbuhan spesifik terendah diperoleh pada suhu 33oC (3,595 x 103 sel mL-1 hari-1) dan yang tertinggi diperoleh pada suhu 28oC (3,743 x 103 sel mL-1 hari-1). Berdasarkan hasil yang didapatkan, diketahui bahwa isolat mikroalga Spirulina sp. dari lingkungan alami dapat diperoleh menggunakan metode pipetting dan dapat ditumbuhkan dalam skala laboratorim dengan parameter lingkungan optimum pada pH 10, intensitas cahaya 3500 lux, serta suhu 33oC dengan umur kultur efektif 22 hari.

Deskripsi Alternatif :

Microalgae, especially Spirulina has important role in aquaculture. It also has been known as a food source for human for centuries due to its nutritional aspects such as protein, vitamin, carotenoid pigment, lipid, and polysaccharide. Spirulina also used for animal feed and in cosmetic industries. Mass culture of Spirulina became an important aspect for many microalgae producers to full fill the market needs. Isolation technique in order to have a good strain of Spirulina and also optimum culture condition were important factors in mass culture. Therefore, the objectives of this study were to isolate Spirulina from natural environment and to obtain the optimum environmental condition as pH, light intensity and temperature in Spirulina culture under laboratory condition.

There were three isolation method that have been used in this study (pour, streak and pipetting), but only pipetting method succeeded to obtain Spirulina. Spirulina was collected from Saguling reservoir area at Cihampelas village, West Java. The optimization was conducted by using single variable method. For each parameter, there were three kinds of variation, as for pH, 9, 10 and 11; light intensity 2500, 3500 and 4500 lux; and temperature 28, 31, 33oC. All experiments was conducted in five replicates. The growth of Spirulina sp. was measured by several parameters of growth such as cell density (cell/mL) with microscopic examination, growth rate (ro) and carrying capacity (K). Each parameter was analyzed statistically by one-way ANOVA and Duncan posthoc test.

The result showed that under different pH, the highest cell density was obtained in pH 10 (2,82 x 105 cell mL-1) at the 22nd day. The lowest cell density was obtained in pH 11(2,33 x 105 cell mL-1). The highest carrying capacity was obtained in pH 10 (3,09 x 105 cell mL-1) and the lowest in pH 11 (and 2,66 x 105 cell mL-1 ). pH 10 has the lowest specific growth rate (3,060 x 103 cell mL-1 day-1) and the highest was obtained in pH 9 (3,361 x 103 cell mL-1 day-1). Under different condition of light intensity, the experiment showed that the highest cell density was obatain in 3500 lux (3,90 x 105 cell mL-1) and the lowest in 2500 lux (2,36 x 105 cell mL-1) at the 21st day. The highest carrying capacity was obtained in 3500 lux (3,96 x 105 cell mL-1) and the lowest in 2500 lux (3,43 x 105 cell mL-1). The lowest and spesifik growth rate was obtained in 4500 lux (3,643 x 103 cell mL-1 day-1) and the highest was obtained in 2500 lux (3,920 x 103 cell mL-1 day-1). The highest cell density was obtained in 33oC (1,63 x 105 cell mL-1 ) and the lowest in 28oC (1,39 x 105 cell mL-1 ) at the 15th day. The highest carrying capacity was obtained in 33oC (2,08 x 105 cell mL-1) and the lowest in 28oC (1,63 x 105 cell mL-1 ). The highest specific growth rate was obtained in 31oC (3,758 x 103 cell mL-1 day-1) and the lowest in 33oC (3,595 x 103 cell mL-1 day-1). These results showed that Spirulina sp. could be isolated from natural environment by pipetting method and could be cultured under laboratory condition with the optimal environmental parameters of pH 10, light intensity 3500- lux and temperature 33oC in 22 day culture periods.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr. Tati. Suryati. S. S., Editor: Vika A. Kovariansi

Download...