Path: TopS1-Final ProjectAstronomy-FMIPA2017

IDENTIFIKASI KELENGKUNGAN DAN PENEBALAN PIRINGAN DI KUADRAN TIGA GALAKSI BIMA SAKTI

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:42:17
Oleh : WILDAN HIDAYAT (NIM: 10313017), S1 - Department of Astronomy
Dibuat : 2017-09-19, dengan 1 file

Keyword : kelengkungan, penebalan , bintang tipe awal: O dan B, gugus terbuka, jarak,analisis fotometri

Kelengkungan piringan galaksi Bima Sakti merupakan fenomena melengkungnya


seluruh komponen galaksi berupa bintang debu dan gas. Kemudian penebalan


piringan galaksi didefinisikan sebagai pertambahan skala tinggi piringan


bergantung pada jarak galaktosentris. Setelah menganalisi perubahan ekses warna


bergantung jarak untuk bintang OB dan gugus terbuka, terlihat adanya


kelengkungan dan penebalan piringan galaksi. Daerah tinjauan yang diambil


berada pada rentang 226o

dipilih untuk dipelajari adalah NGC 2447, NGC 2533, Haffner 20 dan NGC


2345.


Didapatkan bahwa ekses warna bintang OB pada arah gugus bintang tinjauan


bertambah besar bergantung pada jarak galaktosentris. Nilai ekses warna


maksimum rata-rata bintang OB sebesar 0.26 pada jarak maksimum rata-rata 9.22


kpc. Kemudian nilai ekses warna meningkat pada daerah gugus terbuka. Ekses


warna paling besar didapatkan pada arah NGC 2345 E(J-H)= 0.190, E(B-V)=


0.644, dengan jarak 10.977 kpc. Kemudian ekses warna latar belakangnya


mencapai E(J-H)= 1.174, E(B-V)= 3.980. Selanjutnya apabila dibandingkan


dengan NGC 2533 E(J-H)= 0.179, E(B-V)= 0.576 pada jarak 11.362 kpc, serta


latar belakangnya sebesar E(J-H)= 0.699, E(B-V)= 2.369, terlihat adanya


perbedaan yang relatif besar. Peningkatan yang mulai ditinjau dari data bintang


OB sampai latar belakang gugus terbuka inilah yang dapat mengindikasikan


adanya struktur kelengkungan dan penebalan pada piringan galaksi Bima Sakti.

Deskripsi Alternatif :

The warping of the galactic disk is a bending phenomenon of all galactic disk


components of stars, dust and gases. The flaring of the galactic disk is defined as


the increment of a high-scale disk depend on the galactocentric distance. After


analyzing the change in color excess for OB stars and open clusters, we found that


those phenomenon are occurring in the Milky Way. Area of review is taken in the


range 226o

study are NGC 2447, NGC 2533, Haffner 20 and NGC 2345.


It was found that the color excess OB star in the direction of the star cluster,


increasing with the galactocentric distance. The average maximum color excess


value of OB star is 0.26 at an average maximum distance of 9.22 kpc. Then the


color excess value increases in the open cluster area. The highest color excess is


obtained in the direction of NGC 2345 E (J-H)= 0.190, E (B-V)= 0.644, with a


distance 10,977 kpc. The color excess of background reaches to E (J-H)= 1.174, E


(B-V)= 3.980. Furthermore, when we compared with another direction (of NGC


2533), the highest color excess is E (J-H)= 0.179, E (B-V)= 0.576 at 11,362 kpc,


and the color excess background is E (J-H)= 0.699, E (B-V)= 2.369, there is a


high difference between these two fields of view. The color excesses increment


from the OB star data to the background of open cluster could indicate the


presence of the structure of warping and flaring of the Milky Way.


Keywords: warping, flaring, earlier type star: O and B, open cluster, galactocentric

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Department of Astronomy
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr.rer.nat. Mochamad Ikbal Arifyanto, Editor: Alice Diniarti

File PDF...