Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2018

PERANCANGAN SISTEM MANAJEMEN KINERJA MENGGUNAKAN BALANCED SCORECARD DI BHINNEKA SHUTTLE

PERFORMANCE MANAGEMENT SYSTEM DESIGN USING BALANCED SCORECARD AT BHINNEKA SHUTTLE

2018
Master Theses from JBPTITBPP / 2018-10-11 15:59:08
Oleh : WIJAYANTI PUTRI SETIANI/ 29115679, S2 - MBA-ITB (wijayanti.putri@sbm-itb.ac.id)
Dibuat : 2018-10-11, dengan 1 file

Keyword : Traditional Performance Management System, Balanced Scorecard
Subjek : Performance Management System
Kepala Subjek : Performance Management System
Nomor Panggil (DDC) : 658.1
Cakupan : Bandung; Bhinneka Shuttle

Sebagai salah satu provinsi dengan populasi penduduk terbanyak di Indonesia, Jawa Barat dianggap sebagai provinsi yang memberi kesempatan tinggi bagi perusahaan transportasi untuk memulai dan mengembangkan usaha mereka. Dengan semakin banyaknya masyarakat mendorong mobilitas manusia untuk melakukan perjalanan dengan tujuan kegiatan usaha, keperluan keluarga dan keperluan rekreasi. Oleh karena itu, hal ini mendorong pengembangan bisnis transportasi yang merupakan bisnis perjalanan antar jemput yang nyaman, tepat waktu, ramah, dan ekonomis baik dari sisi kualitas maupun kuantitas.

PT. Bhinneka Sangkuriang Transport adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa transportasi antar kota dan provinsi yang telah terbentuk sejak tahun 1972 di Kota Cirebon. Perusahaan saat ini menggunakan pengukuran kinerja tradisional, indikator kinerja didasarkan pada uraian tugas masing-masing divisi. Pengukuran kinerja tradisional hanya dapat menilai keseluruhan kinerja perusahaan berdasarkan hasil keuangan. Hal ini dapat menyebabkan hilangnya kesempatan untuk menghasilkan hasil kinerja yang lebih tinggi dan meningkatkan kemungkinan konflik kepentingan. Juga, tidak ada indikator spesifik yang dapat digunakan sebagai indikator utama atau "Performance Driver" yang dapat mendorong keputusan yang tepat untuk mengambil tindakan untuk meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Solusi untuk memecahkan masalah tersebut adalah dengan merancang dan menerapkan sistem manajemen kinerja yang tidak hanya berfokus pada aspek keuangan tetapi juga non finansial. Sistem manajemen kinerja (PMS) menggunakan balanced scorecard (BSC) terpilih sebagai framework karena dapat mengatasi permasalahan yang ada. Balanced scorecard pada awalnya dirancang sebagai sistem pengukuran untuk mengukur kinerja organisasi dalam kerangka kerja yang terdiri dari empat perspektif; perspektif keuangan, perspektif pelanggan, proses bisnis internal dan perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Dengan kerangka kerja ini, ada 25 indikator pengukuran kinerja yang diusulkan untuk diimplementasikan. Semua indikator berasal dari visi, misi dan strategi perusahaan.

Deskripsi Alternatif :

As one of the top populous population in Indonesia, West Java is considered as a province that give high opportunity for transportation company to initiate and develop their business. With the population increasingly encourage the mobility of people to travel with the intention of business activities, family purposes and recreation purposes. Therefore, it encourages the development of transportation business which is a convenient, timely, friendly, and economical shuttle travel business in terms of both quality and quantity.

PT. Bhinneka Sangkuriang Transport is a company in the field of inter-city and provincial transportation services that have been formed since 1972 in the Cirebon City. The company currently using a traditional performance measurement, the performance indicators were based on the job description of each division. Traditional performance measurement may only asses the overall company performance based on the financial outcomes. This may cause loss of opportunities to generate higher performance outcomes and raise the possibility in conflict of interest. Also, there were also no specific indicators that can be used as leading indicators or “Performance Driver” which can encourage the appropriate decision to act for improving the overall performance.

The solution to solve the problem is by designing and implementing performance management system that focuses not only on financial aspects but also nonfinancial. Performance management system (PMS) using balanced scorecard (BSC) was selected as the framework because it can address the problems that exist. The balanced scorecard was initially design as a measurement system for measuring organizational performance within a framework that is consisted with four perspectives; financial perspective, customer perspective, internal business process and learning and growth perspective. With this framework, there are 25 performance measurement indicators was proposed to be implemented. All indicators are derived from the company’s vision, mission and strategy.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - MBA-ITB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Aldo Fantinus Wiyana, M.Sc., MBA

    , Editor: Yose Ali Rahman

File PDF...