Path: Top > S2-Theses > Design-FSRD > 2006

KAJIAN GAYA DESAIN SEPATU CIBADUYUT YANG DIPASARKAN DI BANDUNG TAHUN 1990-2004

ANALYSIS OF DESIGN STYLE OF CIBADUYUT SHOES MARKETED IN BANDUNG IN 1990-2004

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:46:47
Oleh : WAWAN (NIM : 27104034); Pembimbing : Dr. Agus Sachari, M.Sn.; Drs. Budi Isdianto, M.Sn., S2 - Design
Dibuat : 2016-09-15, dengan 7 file

Keyword : sepatu, cibaduyut, perkembangan gaya desain sepatu, di sentra IK (Industri Kecil)

Topik penelitian ini adalah kajian perkembangan gaya desain sepatu yang dipasarkan di Bandung tahun 19902004,


penelitian ini dilakukan di sentra IK (Industri Kecil) persepatuan Cibaduyut, dengan tujuan untuk mengetahui lebih jelas runtut perkembangan gaya desain sepatu yang terjadi di daerah tersebut dalam konteks perubahan gaya hidup budaya masyarakatnya. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan metode ethnografi, historis, estetis dan transformasi. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, pencatatan, dan studi pustaka. Temuan penelitian dapat diuraikan


sebagai betikut : Perkembangan IK persepatuan Cibaduyut, sejak terjadinya krisis moneter tahun 1997 mengalami penurunan baik dilihat dari unit usaha, tenaga kerja,


nilai produksi maupun nilai investasi. Salah satu penyebabnya adalah maraknya tempat-tempat penjualan sepatu, sehingga Cibaduyut bukan satusatunya pilihan untuk belanja sepatu. Disamping itu dengan datangnya produk impor murah dari negara lain menambah beratnya persaingan yang dihadapi Sentra IK persepatuan ini.


Perkembangan gaya sepatu pada periode 19902004 terjadi percampuran berbagai gaya, tidak hanya penggunaan gaya tertentu saja, tetapi dapat ditemukan pencampuradukan berbagai gaya dalam kurun waktu yang bersamaan. Fakta tahun 1990an layaknya sebuah periode dimana eksperimen dari berbagai konsep bentuk dari masa-masa sebelumnya (retro) dengan bebas mendapat tempat ekspresi, atau


dengan lain perkataan tahun 1990an adalah masa ketika orang mecari gaya hidup dan mencoba-coba dengan melihat kebelakang sebagai referensi gaya. Gaya retro yang diusung desainer-desainer dunia menjadi gaya bagi perajin IK persepatuan Cibaduyut dengan sasaran kelas menengah ke bawah. Konsep pembuatan produk "meniru" digunakan dengan alasan bahwa ada kelas sosial dan ekonomi tertentu yang selalu ingin meniru gaya hidup kelas di atasnya, sehingga penyediaan produk tiruan masih tetap punya pasar sendiri. Pola perkembangan gaya desain sepatu IK persepatuan Cibaduyut antara tahun 1990 sampai dengan tahun 2004, selalu mengikuti ("meniru") perkembangan gaya desain yang sedang tren baik lokal maupun internasional. Namun dalam proses tersebut tidak diikuti oleh kualitas produk yang memadai sehingga produk Cibaduyut dianggap sepatu murahan dengan kualitas rendah. Dengan image market seperti itu, bagi konsumen yang memiliki gengsi dan menganggap benda sebagai gaya hidup, Cibaduyut tidak menjadi pilihan untuk belanja sepatu.


Saran: Perlu adanya peningkatan kualitas produk dan desain melalui pendidikan dan pelatihan kepada perajin dari lembaga-lembaga pendidikan desain terkait.

Deskripsi Alternatif :

This is a study on the analysis of development of shoe design style marketed in Bandung between 1990 to 2004. The research was conducted in the center of Cibaduyut smallscale shoe industry, and it was aimed to find out systematicall about the development of shoe design style occurred in the area in the context of the changes in the cultural lifestyle of the community. This is a qualitative research utilizing ethnographic, historical, aesthetical and transformational methods. The findings are elaborated as follows: The development of Cibaduyut smallscale small industry, since the monetary crisis in 1997 has been negative, either in terms of the business units, number of employees, production values, or investment values. One of the reasons was that the development of shoe centers did not make Cibaduyut the only choice for buying shoes. Besides, the imported products at low price also gave more burden to the center of the shoe smallscale industry to cope with. The development of shoe style between 1990 to 2004 was a combination of various styles at the same time. The 1990s was a period which constituted the experiment from the previous styles (retro) was freely expressed, or in other words, the 1990s was the era when people were searching for lifestyles and were trying to look back as the reference of styles. The retro style introduced by worldclass designers became the styles of shoe craftsmen in the center of Cibaduyut small scale shoe industry targeted for middle to lower class people. The concept


of 'imitation' was applied due to the fact that certain social and economy classes always wanted to imitate the life styles of the higher classes. Therefore, the


imitative products have always had the market. The strategies of the development of the shoe design styles in the center of Cibaduyut small scale shoe industry between 1009 to 2004 were to follow ('imitate') the development of design styles in fashion both locally and


internationally. However, the process did not go along with the sufficient product quality, so Cibaduyut products were perceived as cheap shoes with low quality.


With this market image, the consumers with prestige image who considered shoes as lifestyles did not choose Cibaduyut as the choice for buying shoes.


Suggestions: There is a need to improve the product quality and design through education and training for the shoe craftsmen from the connected educational


institutions.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Agus Sachari, M.Sn.; Drs. Budi Isdianto, M.Sn., Editor: PKL-SMK

File PDF...