Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2008

QUALITY IMPROVEMENT ALONG SUPPLY CHAIN PROCESS AT BULOG SUB REGIONAL DIVISION KARAWANG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2016-09-15 11:28:32
Oleh : WAHYUDANTO (19004042); Pembimbing : Togar M. Simatupang, Ph.D., School of Business and Management
Dibuat : 2008, dengan 7 file

Keyword : Supply chain process, consumers, purchasing, processing, procurement, stocking, distribution, quality improvement, business process

Bulog sebagai lembaga pemerintah non-departemen mengurusi masalah perberasan nasional untuk memenuhi kebutuhan beras nasional. Ketersediaan beras menjadi sangat penting, karena beras mempunyai peranan penting dan strategis bagi masyarakat Indonesia, karena beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduknya (sekitar 90%). Pada dasarnya, supply chain processes di Bulog, terdapat lima aktivitas mendasar, yaitu purchasing, processing, procurement, stocking, and distribution. Aktifitas di supply chain processes dapat dikategorikan kedalam lima aktifitas mendasar. Proses purchasing adalah pembelian gabah dari petani melalui mitra kerja pada musim panen. Processing adalah pemerosesan gabah oleh mitra kerja yang terdiri dari dua proses mendasar, proses pengeringan, dan proses penggilingan. Procurement proses adalah menerima gabah/beras dari mitra kerja dengan menyeleksi melalui quality assurance. Proses stocking adalah merawat kualitas beras simpanan, dan mengatur inventory seperti perencanaan stock dari segi jumlah dan waktu. Proses distribution adalah penyebaran beras ke titik disribusi. Terdapat empat jalur distribusi Bulog, distribusi untuk Raskin (beras untuk rakyat miskin), distribusi untuk operasi pasar (OP), distribusi untuk bantuan bencana alam, dan distribusi untuk departemen kehakiman.





Aktifitas mendasar dapat ditunjukan pada business process dari supply chain processes. Kemudian business process juga menjelaskan akar penyebab permasalahan. Terdapat tujuh akar permasalahan di supply chain processes Bulog khususnya Sub divisi regional Karawang. Pertama adalah quality assurance untuk pembelian gabah dari petani melalui mitra kerja pada saat proses pembelian gabah. Kedua adalah keterbatasan modal mitra kerja untuk mesin dan peralatan untuk pemerosesan gabah. Yang ketiga adalah ketidak akuratan quality assurance disebabkan peralatan yang manual dan keterbatasan pemeriksa kualitas, dan pendanaan bongkar muat. Keempt adalah kualitas gabah/beras yang disimpan cepat mengalami penurunan kualitas, disebabkan ketidak akuratan perencanaan dan perhitungan persediaan, dan penyemprotan hama yang hanya dilakukan di dalam dan luar bangunan gudang. Kelima adalah rendahnya kualitas beras penyaluran disebabkan tidak adanya quality assurance beras penyaluran. Tedapat enam gagasan untuk mengatasi dan mengantisipasi masalah-masalah tersebut. Gagasan yang pertama adalah permbelian gabah dengan quality assurance dan standarisasi peralatan untuk quality assurance. Yang kedua adalah peningkatan mesin untuk proses pengeringan dan penggilingan. Gagasan yang ketiga adalah menentukan jumlah optimal pemeriksa kualitas, alokasi pendanaan, dan mendukung quality assurance dengan peralatan. Gagasan yang keempat adalah kebijakan untuk penyemprotan hama di semua daerah kompleks gudang yang berpotensi sarang hama. Gagasan





yang kelima adalah perencanaan inventory dan replenishment inventory system untuk menjaga tingkat kualitas stock. Dan gagasan yang terakhir adalah proses distribution dengan quality assurance sebelum penyaluran beras. supply chain processes harus diatur dengan baik, karena merupakan hal penting bagi Bulog untuk menyediakan pelayanan ke consumers dengan memberikan beras bermutu tinggi.

Deskripsi Alternatif :

Bulog as government institution non-department take care of the national rice matters to fulfill the national requirement of rice. The availability of rice become important issue in Indonesia, because rice has strategic and important meaning for Indonesia people because rice becomes staple food most of its people (around 90%). Basically, in Bulog supply chain processes, there are five primary activities, which are purchasing, processing, procurement, stocking, and distribution. The activities in supply chain processes could be classified into those five primary activities. Purchasing process is purchasing grain from farmer trough partners at crop time. Processing is grain processing by partners that consist of two basic processes, drying process, and milling process. Procurement process is receiving grain/rice from partners with filtering by quality assurance process. Stocking process is maintaining the quality of stock, and managing the inventory such as number and time of stock planning. Distribution process is distributing rice to the distribution point. There are four distributions channel of Bulog, distribution for rice for poor, distribution for market operation, distribution for natural disaster aid, and distribution for department of justice.





The primary activities can be shown as the business process of supply chain processes. Then, the business process is also describes the root cause of problems. There are seven root cause problems in Bulog supply chain processes especially in Sub regional division Karawang. The first root cause problem is quality assurance for purchasing grain from farmer by partners at purchasing grain process. The second is partner’s capital scarcity for machine and equipment for grain processing. The third problem is inaccurate quality assurance caused of manual quality assurance tools, and lack of quality inspector and unloaded freight budget. The fourth is quality of stock grain/rice decrease faster, caused by inaccurate inventory calculation and planning, and spraying pest only conducted at the inside and outside of warehouse building. The fifth problem is low quality of distributed rice caused by no quality assurance of distributed rice. There are six ideas to solve and anticipate those problems. The first solution idea is purchasing grain with quality assurance and tools standardization for quality assurance. Solution for the second problem is upgrading machine for drying and milling process. The solution for third problem is determining the optimum number of quality inspector, budgeting allocation, and supporting quality assurance with tools. The fourth solution is issuing policy for spraying pest in all area of iii





the warehouse complex that potential pest nest. The fifth solution is planning inventory and replenishment inventory system to maintain the quality level of stock. In addition, the sixth solution is issuing policy for distribution process with quality assurance before rice distribute. Supply chain processes should be managed well because it is important for Bulog to provide service to consumers by giving high quality of rice.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Togar M. Simatupang, Ph.D., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...