Path: Top > S2-Theses > Petroleum Engineering-FTTM > 2013

ANALISIS DAN OPTIMISASI SISTEM PERPIPAAN UNTUK PENGEMBANGAN LAPANGAN X

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:07:44
Oleh : VERY ROSNEDY (NIM : 22211319); Pembimbing : Dr. Ir. Leksono Mucharam, S2 - Petroleum Engineering
Dibuat : 2013, dengan 7 file

Keyword : perpipaan, sumur.

Di tahun 2002 station pengumpul dilapangan X dihentikan beroperasi dengan alasan efisiensi operasi dan fluida dari lapangan X dialirkan ke station pengumpul lapangan Y yang berjarak 8 Km dari lapangan X. Karena perubahan operasi ini berakibat tekanan dikepala sumur meningkat dari 50-70 Psi menjadi 130 – 150 Psi. Program penambahan sumur baru dan reaktivasi sumur-sumur lama mendapat kendala dimana tekanan dikepala sumur mencapai 200 sampai 250 Psi (maksimum tekanan yang diizinkan untuk beroperasi). Sumur X007 hanya beroperasi 15 hari dalam 1 bulan dan permasalahan terbesar adalah sumur ini mati karena tekanan dipipa telah mencapai maksimum sehingga sumur secara otomatis akan mati atau berhenti beroperasi.


Kenaikan tekanan dikepala sumur di tahun 2002, setelah fluida dari lapangan X dialirkan ke station pengumpul lapangan Y, faktor terbesar yang memberikan kenaikan tekanan ini karena perbedaan elevasi antara lapangan X dan lapangan Y. Dimana lapangan X lebih rendah 30 ft dari lapangan Y. Selain itu faktor gesekan juga member kontribusi terdapap kenaikan tekanan di kepala sumur. Dari simulasi, kenaikan elevasi setiap 5 ft akan memberikan kenaikan tekanan sebesar 0.0003 (Psi/m.ft). Didapatkan kenaikan tekanan di lapangan X ditahun 2002 adalah 8000 m x 30 ft x 0.0003 = ~ 72 Psi.


Penelitian ini menggunakan pendekatan Lean Sigma, dimana ada lima tahapan yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan control. Dengan metode lean sigma ini didapatkan bahwa penyebab utama di sumur X007 adalah karena temperatur dipermukaan yaitu 300 meter dari kepala sumur sudah dibawah pour point dan kecepatan fluida yang mengalir kurang dari 1 ft/s. Sehingga terjadi congeal 300 meter dari sumur. Dengan mengabungkan aliran dari sumur terdekat (X002) ke pipa sumur X007, didapatkan temperatur fluida diatas pour point dan kecepatan aliran fluida 2 ft/s. Sumur X007 sudah beroperasi 24 jam/hari.

Deskripsi Alternatif :

In 2002 operation team decided to stop operating the gathering station at X field and deliver the fluid from X field to gathering station Y field that located 8 Km from X field. The production team decided to optimize the operation be deliver fluid production from small field to one GS. After dispatching the fluid production into the Y GS, the pressure at the well head (WHP) at field X increased significantly from average 50 – 70 to 130 - 150 Psi.


The increasing on the WHP due to the difference of elvation between field X and Y. Field Y 30 ft higher compare to field X. Based on simulation result and sensitivity analysis, we found that 30 ft increasing the elvation will give direct impact increasing the WHP ~ 72 Psi.


Pilot reactivation program at X field, well X007 producing fluid 100 BPD and oil 80 BOPD. But there was problem with the well, since well only operated 15 days a month. The well was down due to WHP 250 Psi. Team decided to tie in the production line from well X002 to increase the fluid velocity at well X007. After completed the tied in process the well is POP 24 hour a day.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Leksono Mucharam, Editor: PKL-SMK

File PDF...