Path: TopS2-ThesesMining Engineering-FTTM2008

KAJIAN KLASIFIKASI MASSA BATUAN TERHADAP STABILITAS LERENG DAN PENENTUAN KEKUATAN JANGKA PANJANGNYA PADA OPERASI PENAMBANGAN BINUNGAN PT. BERAU COAL KALIMANTAN TIMUR

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:55:58
Oleh : TONNY LESMANA BASKARI (NIM 22106001), S2 - Mining Engineering
Dibuat : 2008, dengan 10 file

Keyword : kestabilan lereng, pertambangan

Masalah kestabilan lereng pada suatu tambang terbuka merupakan masalah yang sangat penting karena menyangkut masalah keselamatan manusia, peralatan penambangan, dan infrastruktur lainnya yang berada disekitar lereng galian. PT. Berau Coal merupakan salah satu perusahaan tambang batubara yang menggunakan sistem tambang terbuka. Masalah kestabilan lereng di Operasi Penambangan Binungan PT. Berau Coal mulai teramati setelah pekerjaan galian berjalan 9 bulan. Berdasarkan pengalaman, hingga tahun 2007 telah terjadi satu kali longsoran dan empat kali retakan yang terjadi pada lereng galian. Untuk mengetahui hubungan antara klasifikasi massa batuan dan kestabilan lereng serta kekuatan jangka panjang material pembentuk lereng maka perlu dilakukan suatu penelitian mengenai hal tersebut. Lokasi penelitian terletak di Pit K. Hal ini dikarenakan Pit K merupakan daerah galian yang mempunyai variasi struktur geologi yang cukup komplek. Dari hasil pengamatan lapangan, secara geologi daerah penelitian dibagi menjadi 4 satuan lithologi, yaitu satuan batupasir, satuan batulempung, satuan batulanau, dan satuan batubara. Struktur geologi yang teramati berupa sesar naik dengan arah N80oE. Berdasarkan klasifikasi massa batuan, daerah penelitian dibagi menjadi 4 tipe massa batuan, yaitu: massa batuan tipe 1 yang tersusun oleh batupasir agak lapuk (slightly weathered) dengan nilai RMR 69 (good rock), massa batuan tipe 2 yang tersusun oleh batupasir lapuk sedang (moderately weathered) dengan nilai RMR 59 (fair rock), massa batuan tipe 3 yang tersusun oleh batulempung dan batulanau lapuk tinggi (highly weathered) dengan nilai RMR 30 (poor rock), dan massa batuan tipe 4 yang merupakan zona patahan dengan nilai RMR 20 (very poor rock). Analisis kestabilan lereng dengan menggunakan program Slide Ver. 5, dilakukan untuk mengetahui kestabilan lereng desain, lereng revisi desain, dan simulasi lereng yang dibentuk oleh suatu tipe massa batuan. Hasil analisis menunjukan bahwa lereng desain Pit K berada dalam keadaan tidak aman. Longsoran intensif terjadi pada massa batulempung dan zona patahan. Analisis kestabilan lereng revisi desain menunjukan bahwa zona patahan masih memperlihatkan faktor keamanan yang rendah sehingga perlu adanya revisi ulang di daerah tersebut. Geometri lereng stabil dapat dilihat pada grafik hasil simulasi kestabilan lereng berdasarkan tipe massa batuan. Kuat geser jangka panjang batulempung adalah 46% dari kekuatan puncaknya. Hasil penelitian memperlihatkan juga bahwa kuat geser jangka panjang hasil uji rayapan relatif mendekati kuat geser sisa hasil uji laboratorium.

Deskripsi Alternatif :

Slope stability in an open mine is an important matter as it is related to human's safety, mining equipment and another infrastructure located surrounding excavation area. PT. Berau Coal is one of coal mining company which applies an open mining system. Slope stability problem in Binungan Mining Operation of PT. Berau Coal was observed after 9 months excavation activity. Based on experience, up to the year of 2007, there has been one landslide and four times crack happened in the excavation area. In order to acknowledge relation between rock mass classification and slope stability, and long term strength of material that formed the slope, a research should be carried out. Research area is located in Pit K because it has a complex geological structure variation. From field observation result, research area is geologically divided into four lithology unit which are: sandstone, claystone, siltstone and coal unit. The observed geological structure is thrust fault with direction of N80oE. Based on rock mass classification, research area is divided into four rock mass type, which are: rock mass type 1 consists of slightly weathered sandstone with RMR value of 69 (good rock), rock mass type 2 consists of moderately weathered sandstone with RMR value of 59 (fair rock), rock mass type 3 consists of highly weathered claystone and siltstone with RMR value of 30 (poor rock), and rock mass type 4 which is fault zone with RMR value of 20 (very poor rock). From field observation result, research area is geologically divided into four lithology unit which are: sandstone, claystone, siltstone and coal unit. The observed geological structure is thrust fault with direction of N80oE. Based on rock mass classification, research area is divided into four rock mass type, which are: rock mass type 1 consists of slightly weathered sandstone with RMR value of 69 (good rock), rock mass type 2 consists of moderately weathered sandstone with RMR value of 59 (fair rock), rock mass type 3 consists of highly weathered claystone and siltstone with RMR value of 30 (poor rock), and rock mass type 4 which is fault zone with RMR value of 20 (very poor rock). Long term shear strength of claystone is 46% from its peak strength. The observation result also shows that long term shear strength, which is the result of creep test, relatively close to residual shear strength from laboratory test.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id