Path: TopS2-ThesesChemistry-FMIPA2015

TURUNAN PIRON DARI DAUN CRYPTOCARYA PULCHRINERVIA DAN AKTIVITAS SITOTOKSIKNYA TERHADAP SEL MURIN LEUKEMIA P-388

PYRONE DERIVATIVES OF CRYPTOCARYA PULCHRINERVIA LEAVES AND THEIR CYTOTOXIC ACTIVITY AGAINST MURINE LEUKEMIA P-388 CELLS

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:39:48
Oleh : SYAWAL ABDURRAHMAN (NIM : 20513078), S2 - Chemistry
Dibuat : 2015, dengan 7 file

Keyword : Cryptocarya pulchrinervia, α-piron, sel murin leukemia P-388

Genus Cryptocarya yang dikenal dengan nama daerah "medang" merupakan salah satu genus dengan tingkat evolusi tinggi pada famili Lauraceae. Genus ini


tersebar di daerah tropis dan subtropis, termasuk Indonesia. Cryptocarya memiliki nilai ekonomis karena batangnya telah dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan


pulp. Tumbuhan ini telah pula dimanfaatkan sebagai obat tradisional, di antaranya obat sakit kepala dan demam. Hasil penelusuran literatur terhadap genus Cryptocarya memperlihatkan bahwa kandungan metabolit sekunder utama pada genus ini yaitu alkaloid, α-piron dan flavonoid. Metabolit sekunder tersebut juga memiliki bioaktivitas beragam, seperti antikanker, antimalaria, antiinflamasi dan antimikroba. Selain itu, diisolasi pula metabolit sekunder lain, yaitu stilben, lignan, kumarin, terpenoid, steroid dan turunan asam karboksilat. Sampai saat ini baru 26 spesies Cryptocarya Indonesia yang telah dikaji fitokimia dan bioaktivitasnya. Walaupun demikian, kajian fitokimia dan bioaktivitas dari


metabolit sekunder spesies Cryptocarya pulchrinervia belum pernah dilaporkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengisolasi metabolit sekunder dari daun C. pulchrinervia dan menguji bioaktivitas ekstrak serta senyawa hasil isolasi terhadap sel murin leukemia P-388. Isolasi metabolit sekunder dilakukan dengan serangkaian metode pemisahan meliputi maserasi menggunakan metanol,


pemisahan klorofil serta partisi dengan etil asetat. Ekstrak etil asetat selanjutnya dipisahkan dan dimurnikan dengan menggunakan teknik kromatografi cair vakum (KCV), kromatografi kolom gravitasi (KKG), dan kromatografi radial (KR). Pada penelitian ini diperoleh tujuh senyawa murni dan tiga di antaranya telah


dikarakterisasi menggunakan data spektroskopi IR dan NMR (1H,13C, HSQC, HMBC, dan TOCSY). Tiga senyawa tersebut merupakan turunan piron yaitu CP-1, CP-2 dan CP-3 yang disarankan sebagai senyawa baru. Biogenesis


pembentukan kerangka dasar piron pada Cryptocarya, secara umum mengikuti jalur yang lazim yaitu penggabungan jalur asetat malonat dan sikimat. Pada


biogenesis tersebut asetil-KoA bereaksi dengan malonil-KoA membentuk poliketida. Penambahan cincin aromatik pada poliketida diperoleh dengan mereaksikan poliketida dengan unit sinamoil-KoA. Selanjutnya terjadinya reaksi


sekunder (reduksi, adisi, siklisasi dan dehidrasi) dapat menghasilkan senyawa CP-1, CP-2 dan CP-3. Uji sitotoksiksitas ekstrak metanol dan etil asetat terhadap


sel murin leukemia P-388 menunjukkan bahwa keduanya tidak aktif dengan nilai IC50 masing-masing 38,61 dan 46,25 μg/mL. Selanjutnya, dua senyawa yaitu CP-


1 dan CP-2 dinyatakan aktif dengan nilai IC50 masing-masing 3,04 dan 3,03 μg/mL. Sementara itu, senyawa CP-3 bersifat tidak aktif dengan nilai IC50 29,35 μg/mL. Oleh karena itu, senyawa CP-1 dan CP-2 dapat disarankan untuk


dijadikan sebagai agen anti kanker. Selain itu, kajian hubungan struktur senyawa dan aktivitas menyarankan bahwa adanya penambahan gugus kabonil dan hidroksil pada rantai samping dapat meningkatkan aktivitas serta adanya


oksigenasi pada cincin aromatik dapat menurunkan sitotoksiknya terhadap sel murin leukemia P-388 .

Deskripsi Alternatif :

Cryptocarya genus locally known as "medang" is a genus having high evolution rank in Lauraceae family. This genus spreads over tropical and subtropical regions, including Indonesia. Cryptocarya has economic values since its wood has been used as building materials and pulps. This plant has also been used as traditional medicines, such as to cure headaches and fever. Literature study showed that the main secondary metabolites in this genus are alkaloids, α-pyrones


and flavonoids. These secondary metabolites have diverse bioactivities, such as anticancer, antimalarial, antiinflammatory and antimicrobial. In addition, other


secondary metabolites are also known, i.e. stilbenes, lignans, coumarins, terpenoids, steroids and carboxylic acid derivatives. Up to know, only 26 species Cryptocarya Indonesia have been studied for their phytochemicals and bioactivities. Nevertheless, the study of phytochemical and bioactivity of secondary metabolites of C. pulchrinervia species has not been reported yet. Therefore, this study aimed was to isolate the secondary metabolites of leaves of C. pulchrinervia and to examine the bioactivity of extracts and isolated


compounds against murine leukemia cells P-388. Isolation of secondary metabolites has been conducted with a series of separation methods include maceration using methanol, separation of chlorophyl and partition with ethyl acetate. Ethyl acetate extract was then separated and purified using vacuum liquid chromatography technique, gravity column chromatography, and radial


chromatography. In this research, seven pure compounds have been obtained and three of which have been characterized based on spectroscopic data of IR and


NMR (1H, 13C, HSQC, HMBC and TOCSY). Those three compounds werw suggested as Piron derivative, namely CP-1, CP-2 and CP-3 that were proposed as new compounds. Biogenesis of Piron follows a common path that merging


acetate malonate and shikimate pathway. The acetyl-CoA is reacted with malonyl- CoA to form polyketides. The addition of cinnamoyl-CoA to polyketides is occurred to get aromatic ring. Then, the secondary reactions (reduction, addition, cyclization and dehydration) take place to produce CP-1, CP-2 and CP-3. Test cytotoxic assay against murine leukemia cells P-388 showed that methanol and ethyl acetate extract were inactive with IC50 values of 38.61 and 46.25 μg/mL, respectively. However, two compounds, CP-1 and CP-2, were active with each IC50 values of of 3.04 and 3.03 μg/mL Meanwhile. CP-3 was inactive with IC50 29,35 μg/mL. Therefore, compounds CP-1 and CP-2 can be suggessted to be the


lead compound fot anticancer. In addition, the structure and activity relationship has been discussed and it can be proposed that the addition of carbonyl group and


hydroxyl group on the side chain can increase the cytotoxic against murine leukemia P-388 and the oxygenation on aromatic ring can decrease the cytotoxic


against murine leukemia P-388.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Chemistry
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Lia Dewi Juliawaty, Editor: Alice Diniarti

File PDF...