Path: Top > S2-Theses > Industrial Engineering and Management-FTI > 1999

ANALISIS BIAYA LINGKUNGAN HIDUP DALAM PERHITUNGAN PENDAPATAN PERUSAHAAN DAN PENDAPATAN NASIONAL MELALUI KETERKAITAN AKUNTANSI MAKRO-AKUNTANSI MIKRO

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:32
Oleh : SYAIFUL RAHMAN SOENARIA (NIM 23496051), S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 1999, dengan 8 file

Keyword : analisis biaya, lingkungan hidup, pendapatan, akuntansi makro-mikro
Nomor Panggil (DDC) : T 658.155 2 SOE
Sumber pengambilan dokumen : 20052232

Perhitungan Pendapatan Nasional (PPN), sebagai sistem informasi nasional yang mencatat dan mengevaluasi kinerja pembangunan Indonesia, harus memuat seluruh faktor yang berpengaruh dan terlibat dal= pembangunan, termasuk biaya Lingkungan Hidup (biaya LH). Dengan demikian analisis dan penetapan kebijakan yang diambil dari data PPN menjadi tepat, komprehensif, serta holistik.

Selain pengurangan nilai pendapatan nasional, juga harus dianalisis berapa nilai biaya LH yang telah terinternalisasi ke dalam mekanisme pasar, yaitu dalam bentuk pembayaran royalti sumber daya alam dan pengeluaran nasional untuk pengelolaan LH. Hal ini penting untuk mewujudkan keadilan diantara para pelaku pembangunan saat ini, maupun keadilan antar generasi.

Penelitian ini mengembangkan keterkaitan diantara Akuntansi Makro (PPN) & Akuntansi Mikro (Perusahaan & Pemerintahan) agar dapat diketahui besar biaya LH yang ditanggung oleh perusahaan secara Iebih akurat, dibandingkan survey ad hoc yang selama ini dilakukan oleh Instansi Pemerintah.

Untuk Akuntansi Perusahaan, pembebanan biaya LH dapat dilaporkan dengan cara membuka rekening khusus untuk transaksi pembayaran royalti dan transaksi pengelolaan LH dalam sistem akuntansinya. Pembebanan biaya LH kepada perusahaan memberikan dampak pengurangan laba perusahaan.

Hasil analisis menunjukkan :

•Besar pengeluaran nasional untuk LH selama periode 1990-1993 berkisar antara 0,01 %-0,04 % dari nilai PDB.

•Besar nilai deplesi timah yang dikompensasi oleh pembayaran royalti timah periode 1996 hanya mencapai 3,41 % dari nilai total deplesi.

•Besar nilai deplesi SDA selama periode 1990-1996 hanya mengurangi nilai PDB dengan trend yang makin menurun sebesar IJ,5%-6,6%.

Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memasukkan faktor degradasi kualitas LH dan deplesi SDA yang dapat diperbaharui ke dalam analisis, serta mengkaji u-lang tarif royalti tambang di Indonesia agar diperoleh tarif yang lebih adil dalam pembebanan biaya deplesi dan diperoleh laju deplesi yang optimum.

Deskripsi Alternatif :

As a national information system, National Income Accounting (NIA)--that records and evaluates performances of the Indonesian development--must contains all factors that have influenced & are correlated with the development process, including environmental costs (EC). In such away, analysis and policy making based on NIA data will be accurate, comprehensive & holistic.

In addition to the calculation of national income reduction, we also have to analyze the amount of EC that has been internalized into market mechanism i.e mining royalty payment and environmental protection expenditure (MRP and EPE). This is of importance for the realization of justice among development agents at this time as well as justice among generations.

This research is aimed at the development of the interconection between Macro & Micro Accounting, in order to obtain knowledge on the amount of MRP and EPE more accurately, compared to ad hoc survey which have been applied so far by government agencies.

For commercial accounting, MRP and EPE can be reported by way of making special accounts for royalty payment transactions and environment protection transactions in its accounting system. Imposition of environmental costs will make company get profit reduction.

The analysis has verified the following results :

1. EPE during 1990-1993 is at the range of 0.01%-0.04% of GDP.

2. In 1996, depletion of tin that has been compensated by royalty payment is only 3.41 % of the total depletion.

3. Depletion of natural resources during 1990-1996 is only by subtracting GDP from diminishing trend from 11.5 %-6.6 %.

It is my sincerest wish that the researches to come will take environmental degradation & renewable natural resources depletion into consideration in the analysis, and review the current mining royalty tariff in Indonesia in order to get a new better tariff for the whole society and to calculate optimum depletion rate.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id