Path: TopS2-ThesesUrban and Regional Planning-SAPPK2009

STUDI PENGEMBANGAN SUMBERDAYA MANUSIA UNTUK PEMANFAATAN POTENSI WILAYAH MELALUI PENDIDIKAN MENENGAH KEJURUAN DI KABUPATEN ASAHAN

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:30
Oleh : SYAFRIDA DAMANIK (NIM. 25407021), S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2009, dengan 8 file

Keyword : preferensi, keahlian, potensi daerah, pendidikan kejuruan

Pendidikan mencakup dimensi sosial, budaya, dan ekonomi. Dimensi sosial dan budaya adalah bagaimana pendidikan menjadi awal mobilitas masyarakat dalam kehidupannya yang kemudian akan membentuk nilai-nilai dalam masyarakat. Pendidikan dalam dimensi ekonomi adalah untuk menghasilkan subyek penggerak pembangunan daerah dan nasional. Dalam kaitannya dengan konteks pengembangan wilayah melalui pemanfaatan sumber daya alam, pengembangan sumberdaya manusia dipandang menjadi unsur penting dalam pembangunan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), dengan kebijakan yang dimiliki, merupakan wadah untuk mendorong kepada dimensi-dimensi tersebut dimana tidak menutup kemungkinan pendidikan menengah kejuruan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama melalui pengelolaan potensi alam daerahnya.

Kecenderungan penggunaan SMK oleh masyarakat menjadi salah satu faktor keterbatasan sumberdaya manusia di Kabupaten Asahan untuk memanfaatkan potensi alam sehingga potensi yang ada dianggap belum dioptimalkan. Namun di sisi lain, keahlian kejuruan yang diselenggarakan oleh sekolah-sekolah menengah kejuruan di daerah tersebut juga menjadi perhatian. Permasalahannya adalah mencari tahu bagaimana preferensi masyarakat terhadap pendidikan menengah kejuruan dan apakah keahlian kejuruan yang ada di Kabupaten Asahan saat ini sudah sesuai untuk pengembangan potensi wilayah.

Studi ini dilakukan dengan menggunakan teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Data yang digunakan adalah hasil angket untuk mengetahui preferensi masyarakat yang diharapkan menjadi dasar untuk mengetahui motivasi masyarakat dalam menggunakan pendidikan menengah kejuruan. Untuk mendukung penelitian ini, data kuantitatif sangat membantu dalam memandang eksistensi keahlian kejuruan terutama kaitannya dengan sektor industri pengolahan yang menjadi kontributor terbesar untuk PDRB, sementara itu sektor pertanian menjadi penyerap tenaga kerja terbesar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada umumnya masyarakat di Kabupaten Asahan memahami akan kebutuhan untuk pengembangan sumberdaya manusia. Namun aksesibilitas terhadap SMK pada beberapa daerah yang belum menjangkaunya bisa menjadi faktor pendorong kurangnya peminat kepada SMK. Selain itu, kondisi pengelolaan potensi alam, terutama yang menjadi keunggulan lokal daerah, yang belum optimal melalui pendidikan kejuruan menjadikan keahlian yang ada masih harus diperhatikan. Perhatian terhadap keahlian ini diharapkan dapat menjadi pendorong motivasi masyarakat untuk menggunakan SMK.

Deskripsi Alternatif :

Education embraces social, culture, and economic dimensions. Social and culture dimensions are about how the education becomes the begining of people toward social mobility in their life. Afterwards, the dimensions create values in society. Economic dimension in education is an effort to create manpower as the core of the regional and national development. The context in regional development by managing the nature resources, manpower development is an important component. Vocational High School (Sekolah Menengah Kejuruan) is an institution which can motivate the dimensions to increase inhabitants prosperous by managing the region nature resources.

The purpose of using this institution by is to get benefit of the nature's potential. It shows that the region is natural resources have not been optimalized yet. But on the other side, the focus is not only about manpower but also about the competencies of the vocational schools. The problems in this study are to find out people preferences toward vocational high school and to find out suitable competencies to contribute to region is natural resources development.

This study used qualitative and quantitative technique analysis. People preferences are based on questionnaires which is to know their motivation toward high vocational education. Quantitative data were helping to support this study especially refer to the competencies of the vocational and the connection with industry sector and agriculture sector.

The result of this study is that most of people in Asahan Regency understand about manpower development. But accesibility to these Vocational High Schools could be one of reasons for lack us for the vocational education. Besides, to carry out the region nature resources as the potential, the local eminent, that have not been optimalized yet by vocational education, brings an attention to the competencies. The focus to the competency could be a support for people to give their participation to the Vocational High School.


Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Ir. Teti Armiati Argo, MES, Ph.D., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...