Path: Top > S2-Theses > Mechanical Engineering-FTMD > 2006

PERANCANGAN KURIKULUM BERBASIS KOMPETENSI MENGGUNAKAN POLA P3JJ (STUDI KASUS PADA KOMPETENSI TEKNISI YANG BERBASIS KETERAMPILAN DAN KECAKAPAN DALAM PENGOPERASIAN DAN PENGGUNAAN MESIN PERKAKAS)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:53:48
Oleh : SUSENO (NIM: 231 03 016); Pembimbing : Dr. Ir. Taufiq Rochim , S2 - Mechanical Engineering
Dibuat : 2006, dengan 7 file

Keyword : P3JJ, SDM, perancangan kurikulum, kompetensi, mesin perkakas

Pembangunan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) harus dirancang dan direncanakan dengan sebaik-baiknya. SDM yang kompeten (profesional) berarti yang mampu menangani pekerjaan-pekerjaan yang timbul sebagai konsekuensi adanya


suatu bidang usaha/ bisnis yang dijalankan. Proses yang dapat membuat SDM menjadi kompeten adalah pembelajaran. Harus dirancang materi pengajaran/pelatihan yang sesuai untuk diajarkan agar SDM memiliki kompetensi tertentu.


Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan/ penyelesaian pekerjaan adalah teknologi.


Penggunaan teknik dan teknologi menuntut kompetensi yang beragam bila dilihat dari tingkat kesulitannya. Umumnya kompetensi (kebisaan) dipelajari mulai dari yang paling mudah sampai dengan yang paling sulit. Jadi diperlukan pemeringkatan kebisaan berdasarkan tingkat kesulitan. Selain itu diperlukan juga pembedaan penanganan pekerjaan dalam hal: pengelolaan, pemanfaatan (utilizing), dan


pengoperasian, terhadap sumber daya (resources) yang dimiliki organisasi/perusahaan untuk menjalankan bisnisnya.


Lembaga pendidikan Politeknik mempunyai kewajiban melaksanakan pembelajaran untuk kompetensi-kompetensi yang memerlukan keterampilan dalam mengoperasikan sumber daya (yang umumnya berupa peralatan dan mesin-mesin), yang lebih menonjolkan skill. Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (POLMAN Bandung) mengkhususkan proses pembelajarannya untuk menghasilkan dan/ atau melatih teknisi yang terampil dan cakap dalam pengoperasian dan penggunaan mesin perkakas (pelaksanaan proses-proses produksi pemesinan).


Industri atau bisnis yang melibatkan pemakaian mesin-mesin perkakas perlu diidentifikasi. Dengan melakukan analisis pada klasifikasi industri menurut ISIC (International Standard Industrial Classification of all Economic Activities) disimpulkan bahwa pengembangan sumber daya manusia yang berbasis pada keahlian di bidang proses-proses produksi pemesinan saat ini sangat baik bila diarahkan untuk menunjang industri penghasil mesin dan peralatan produksi, penghasil alat transportasi industri dan alat berat, atau penghasil kendaraan penumpang bermotor, serta industri-industri pembuatan komponennya. Jenis pekerjaan yang diperlukan oleh industri-industri tersebut (kelompok industri manufaktur) dapat di bagi dua bagian yaitu penanganan Fasilitas Produksi dan Sistem Pendukung Produksi. Keseluruhan jenis pekerjaan yang timbul diidentifikasi menggunakan pola “Jam Pekerjaan”, yang mengelompokkan elemen-elemen pekerjaan menjadi delapan bagian (penjadwalan, kebutuhan sarana, informasi, perkakas/ tools, perkakas bantu dan katalis, prasyarat, pengukuran/ monitoring, dan pemeliharaan/ maintenance). Elemen-elemen pekerjaan yang telah teridentifikasi dan dikelompokkan ini mempengaruhi kompetensi SDM yang dibutuhkan untuk menangani pekerjaan tersebut, dengan kata lain mempengaruhi materi pengajaran/pelatihan (kurikulum) dalam program-program pengembangan SDM (pendidikan dan pelatihan).


Pola P3JJ (Profesi dengan 3 Jalur Ber-Jenjang) dalam kajian ini digunakan untuk merancang struktur dan jenjang-jenjang kompetensi Jalur Teknisi-nya, yang dibutuhkan dalam penanganan pekerjaan (dan elemen-elemennya yang sudah


teridentifikasi pada “Jam Pekerjaan Sistem Produksi Pemesinan”), sampai dengan pendefinisian materi pelatihan yang dibutuhkan untuk setiap jenjangnya. Strukturnya


dimulai dengan kelompok kompetensi Basic Machining pada jenjang-jenjang awal.


Pada jenjang-jenjang pertengahan dibagi menjadi tiga kelompok kompetensi sebagai aplikasi dari keterampilan pengoperasian mesin perkakas (proses-proses pemesinan)


yaitu Tool Making, Mould Making, dan Mechanism dan Machine Making. Sampai dengan batas ini adalah kelompok kompetensi yang langsung mengoperasikan peralatan dan mesin perkakas. Kelompok kompetensi selanjutnya lebih menekankan pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya managing dan directing, dan dinamakan kelompok Advanced Machining. Dalam Sistem Produksi seluruh kelompok kompetensi ini bertanggung jawab dalam penanganan Fasilitas Produksi. Untuk menangani Sistem Pendukung Produksi dibuat struktur-struktur berupa kelompok


kompetensi Manufacturing Planning dan Control, Drafting/ Drawing dan Designing, Quality Assurance, dan Maintenance, Reconditioning dan Retrofitting. Keseluruhan struktur tersebut akan terlihat menyerupai “pohon profesi” (dalam hal ini adalah Pohon Profesi Pemesinan Jalur Teknisi).


Perincian setiap jenjang menjadi berupa penafsiran parameter kebisaan, acuan kinerja, dan materi pelatihan/ pengajaran dilakukan pada kelompok kompetensiBasic


Machining, Tool Making, Mould Making, dan Mechanism dan Machine Making sebagai contohnya. Kelompok kompetensi ini dapat menjadi kompetensi Program Diploma 3 Politeknik. Unit-unit Kompetensi Standar yang ada dalam sistem CBT


(Competency Based Training) yang dikembangkan di Australia (yang mulai mempengaruhi pola pendidikan vokasional di Indonesia) dapat diintegrasikan sebagai pelengkap (komplemen) ke dalam materi pelatihan/ pengajaran pada sistem P3JJ. Penggunaan pola P3JJ memudahkan perancangan materi pelatihan/ pengajaran(kurikulum) yang bersifat competency based secara lebih sistematik. Program


pelatihan/ pendidikan (berisi ramuan materi pelatihan) dapat dibuat berupa program menu (misalnya program diploma), ataupun program-program peningkatan kompetensi yang dapat dijalani secara bertahap menurut jenjang-jenjang kompetensi, dan pencapaiannya diuji/ diperiksa melalui proses assessment.

Deskripsi Alternatif :

Human Resource (HR) developments have to be designed and planned as well as possible. Competent Human Resource mean having ability to handle work which arising out as consequence of business which has to be run. Appropriate learning materials have to be designed and then to be taught to gain HR's certain competencies. Factor influencing completion of work is technology. Usage of technique and technology need different competencies when seen from its difficulty level. Generally, competencies are studied starting from easiest up to most difficult. It will


be needed competency level pursuant to difficulty level. Besides, it is also needed differentiation of work handling in the case of: managing, utilizing, and operating,


when using resources owned by organization/ company to run its business. Polytechnic as an education institute have obligation to execute study processes for the competencies which needing skill in operating resources (which generally in the form of equipments and machines), so its more signalizing of skill. Politeknik Manufaktur Negeri Bandung (POLMAN Bandung) majoring its study process to yield and/ or train technicians which skillful and capable in operation and usage of machine tools (machining type production processes execution).


Industry or business entangling usages of machine tools require to be identified. By analyzing at industrial classification according to ISIC (International Standard


Industrial Classification of all Economic Activities), it can be concluded that for human resource development based on skill in machining type production processes, in this time, it will be very good when instructed to support industries which produce production machines and their equipments, industrial transportation equipment and


heavy equipment producers, or producers of motorized passenger vehicle, and industries which making their components. Types of works which are needed by an industry can be divided becoming two groups, i.e. handling of Production Facilities and Supporting Systems. Overall types


of work arising out can be identified use "Work Clock" pattern, which grouping work elements become eight shares (scheduling, utility, information, tool, tooling support/


readiness/ catalyst, prerequisite, monitoring/ measurement/ verification, and maintenance/ waste treatment). Work elements which have been identified and grouped, will influence needing of HR's competencies to handle the works, its mean influence training items (curriculum) in HR development programs.


P3JJ's model (P3JJ mean Profession with 3 Graduation Lines) in this research is used to designing the structure and competency of technician's line, which is required for


completion of works (and their elements which have been identified at "Work Clock of Machining Production System"), until defining training items required to each grade in the line. Its structure is started with group competencies of Basic Machining which fill the beginning grades of the line. In intermediate grades of the line, the competencies are divided become three groups as application of skill to operate machine tools (machining processes), i.e. Tool Making, Mould Making, and Mechanism & Machine Making.


Up to this level is as groups of competencies which operating equipments and machine tools directly. Groups competencies hereinafter more emphasizing of work execution which have character of managing and directing, and is named Advanced Machining group. In production system all this groups competencies hold responsibly in handling of Production Facilities. To handle Production Supporting Systems will require to be made competency group structures in the form of Manufacturing Planning & Control, Drafting/ Drawing & Designing, Quality Assurance, and Maintenance, Reconditioning&Retrofitting. Overall of this structures will look like "a profession tree" (in this case is Machining Profession Tree, Technician's Line). Detailing each grade become interpretation of competency parameters, performance reference, and training items is done, for example, to competency groups in Basic Machining, Tool Making, Mould Making, and Mechanism & Machine Making.


These competency groups can become a Dilpoma 3 Program in Polytechnic. Existing competency standard units in CBT (Competency-based Training) system which is developed in Australian (what start to influence vocational education in


Indonesia) can be integrated as complement into training items in P3JJ's system. Using P3JJ's concept will facilitate to design a training item scheme (curriculum)


having the character of competency-based more systematic. Training program or education (containing training item ingredients) can be made in the form of menu programs (for example diploma programs), and/ or step by step upgrading


competency program according to competency level, which its attainment is tested through assessment process.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Ir. Taufiq Rochim , Editor: PKL-SMK

File PDF...