Path: TopS1-Final ProjectMechanical Engineering-FTMD2017

INVESTIGASI MEKANISME AUS KOMPONEN PENGGERAK KENDARAAN ALAT BERAT (BUSHING) DAN PENGARUH JENIS TANAH TERHADAP KEAUSAN KOMPONEN TERSEBUT

THE INVESTIGATION OF WEAR MECHANISM ON HEAVY EQUIPMENT UNDERCARRIAGE COMPONENT (BUSHING) AND THE EFFECT OF SOIL TYPES TO WEAR OF SUCH COMPONENT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:41:06
Oleh : SURYA EKO SULISTIAWAN, S1 - Department of Mechanical Engineering
Dibuat : 2017-08-31, dengan 1 file

Keyword : Aus, Baja karbon, Bushing, Induction Hardening, Mineral, Tanah

Aus merupakan salah satu masalah yang sering terjadi pada berbagai komponen kendaraan alat berat. Salah satu produsen kendaraan alat berat memiliki satu contoh kasus yang berkaitan dengan masalah aus. Aus terjadi pada bushing, komponen penggerak pada kendaraan alat berat yang berfungsi sebagai penyambung antar rantai. Fenomena aus tersebut diklaim oleh produsen memiliki laju aus yang tinggi dan secara umum laju aus yang terjadi pada bushing berbeda-beda di tiap lokasi kendaraan alat berat tersebut beroperasi. Klaim oleh produsen mengenai fenomena aus tersebut justru menjadi hal yang melatarbelakangi tujuan dari penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme terjadinya aus pada bushing melalui observasi komponen yang mengalami aus dan menentukan hubungan antara jenis tanah terhadap tingkat keausan bushing melalui pengujian ketahanan aus yang merujuk pada standar ASTM B611.


Observasi komponen yang mengalami aus dilakukan melalui pengamatan visual, pengecekan komposisi kimia, pengamatan struktur mikro, pengukuran ketebalan tiap fasa, uji keras, dan pengamatan menggunakan SEM. Sedangkan pengujian ketahanan aus dilakukan menggunakan alat yang dikembangkan pada penelitian ini dengan merujuk pada standar ASTM B611.


Mekanisme aus pada bushing dimulai dengan adanya kontak dan gesekan antara bushing, sprocket, dan tanah. Kontak dan gesekan tersebut menimbulkan tegangan geser dan tegangan normal tekan yang terjadi pada bushing. Akibat tegangan geser yang melebihi kekuatan gesernya, permukaan bushing mengalami deformasi plastis. Deformasi plastis terjadi baik pada fasa ferit perlit maupun martensit temper. Selanjutnya, permukaan bushing mengalami aus dan muncul permukaan kontak baru yang akan mulai kontak dan bergesekan lagi. Beban normal tekan yang konstan namun permukaan kontak yang menipis dan bersifat getas menimbulkan inisiasi retak dan kemudian diikuti penjalaran retak tersebut.


Berdasarkan hasil pengujian aus, pengurangan massa total spesimen dengan variasi jenis tanah dari tertinggi ke terendah yaitu tanah plastis (75% silika), tanah plastis (60% silika), tanah bukan plastis (80% silika), dan tanah bukan plastis (70% silika). Dengan dilakukan variasi kecepatan gesek, pada tanah bukan plastis semakin tinggi kecepatan maka pengurangan massa spesimen semakin besar, sedangkan pada tanah plastis tidak terlihat ada trend pengaruh variasi kecepatan. Selain itu, trend pengurangan massa spesimen pada tanah bukan plastis cenderung linear seiring berjalannya waktu sedangkan tanah plastis memiliki trend yang berbeda-beda.

Deskripsi Alternatif :

Wear is one of the most common problems in various heavy equipment components. One manufacturer of heavy equipment had one case related to wear problem. Wear occured at bushing, the undercarriage component in heavy equipment that act as connector between chains. The wear phenomenon was claimed by the manufacturer had a high wear rate and in general the wear rate of bushing is different at each location of the heavy equipment was operating. Claims by manufacturer about the phenomenon of wear is precisely the case behind the purpose of the research. The objective of this research is to know wear mechanism on bushing through the observation of worn components and to determine the relation between soil types to bushing wear level through wear resistance test which refer to ASTM B611 standard.


The observation of worn components was done using visual, chemical composition checking, microstructure observation, measurement of each phase thickness, hardness test, and SEM observation. While the wear resistance test was carried out using a tool developed in this study that reference to ASTM B611 standard.


The wear mechanism at bushing begins with contact and friction between bushing, sprocket, and soil. The contact and friction generate shear stress and compression stress that occurs in the bushing. Due to the shear stress exceeding the shear strength, the bushing surface undergoes plastic deformation. Plastic deformation occurs both in the pearlite ferrite phase and tempered martensite phase. Furthermore, the surface of the bushing is worn out and a new contact surface will begin to contact and rub back again. Constant compression load, but the thinning contact surface and brittle lead to initiation of cracks and then followed by the propagation of crack.


Based on the results of the wear resistance test, the total mass reduction of specimens with soil types variation from highest to lowest is plastic soil (75% silica), plastic soil (60% silica), non-plastic soil (80% silica), and non-plastic soil (70% silica). With the variation of friction speed, in the non-plastic soil the higher speed then the mass reduction of specimens is greater, but in the plastic soil there is not seen any trend of the influence of speed variation. In addition, mass reduction trend of specimens in non-plastic soil tend to linear over time while the plastic soil has a different trend.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor: Alice Diniarti

File PDF...