Path: Top > S1-Final Project > Architecture-SAPPK > 2015

RELOKASI SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI PAJAJARAN, BANDUNG

RELOCATION OF SEKOLAH LUAR BIASA NEGERI PAJAJARAN, BANDUNG

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2018-10-31 13:40:29
Oleh : SUMA IRENA GUNAWAN (NIM : 15211068), S1 - Architecture-SAPPK
Dibuat : 2015, dengan 9 file

Keyword : Relokasi, Sekolah Luar Biasa, tunanetra, sensed architecture, alat indera

Proyek Relokasi Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pajajaran merupakan sebuah proyek fiktif. Diasumsikan bahwa pemilik proyek ini adalah Dinas Pendidikan Kota Bandung. Tujuan dari diadakannya proyek ini adalah untuk meningkatkan kualitas sekolah tersebut. Adapun peningkatan kualitas yang diinginkan selain fasilitas dalam sekolah ini sendiri, yaitu kemudahan orientasi, keamanan, dan adanya area-area khusus untuk mengoptimalkan alat indera yang tersisa pada penyandang tunanetra. Pendekatan yang dipilih untuk mencapai tujuan di atas adalah pendekatan analitis, melalui tahap pengumpulan informasi berupa observasi (pengambilan data secara mandiri), survei (pengambilan data dengan melibatkan pihak tertentu), dan arsip (pengambilan data dengan mengacu pada suatu sumber tertentu). Tahap pengumpulan informasi melalui observasi dilakukan dengan pengamatan melalui beberapa teknik, yaitu direct observation (pengamatan langsung), participant observation (keterlibatan pengguna), behaviour mapping (pola kegiatan / kebiasaan pengguna), instrumented observation (peralatan / fasilitas yang digunakan), tracking (penelusuran), dan data log (pengumpulan data). Sementara tahap pengumpulan informasi melalui survei dilakukan dengan teknik wawancara, dan tahap pengumpulan informasi melalui arsip dilakukan dengan mengacu pada peraturan terkait. Melalui pendekatan ini, terbentuklah konsep sensed architecture (arsitektur yang dapat dirasakan). Pengambilan konsep ini terinspirasi dari faktor pengguna yang mendominasi proyek ini, yaitu kaum penyandang tunanetra. Para penyandang tunanetra memiliki caranya sendiri dalam memahami suatu hal, yaitu dengan mengerahkan alat indera lainnya yang tersisa. Melalui pendengaran, penciuman, dan perabaan, mereka dapat memahami suatu objek yang tidak dapat mereka lihat. Konsep inilah yang diharapkan dapat membantu para penyandang tunanetra untuk mudah berorientasi, merasa aman, dan mengoptimalkan fungsi alat indera mereka yang tersisa. Melalui pendengaran, penciuman, dan perabaan yang terlatih, diharapkan pula para penyandang tunanetra dapat dengan mudah memahami kawasan hasil rancangan ini.

Deskripsi Alternatif :

Relocation of Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pajajaran is a fictitious project. It is assumed that the owner of the project is the Department of Education in Bandung. The purpose of this project is to improve the quality of the school. The improvement of the quality desired in addition to the facilities in the school itself, are ease of orientation, safety, and special areas to optimize the remaining sensory organs of the blind. The approach that chosen to achieve the above objectives is analytical approach, through the phase of collecting information with observation (data collection independently), surveys (data collection by involving specific parties), and archive (retrieval of data with reference to a specific source). The phase of collecting information through observations made by observation through several techniques. They are direct observation, participant observation (user involvement), mapping behavior (patterns of activity / user habits), instrumented observation (equipment / facilities to be used), tracking, and data log (data collection). While the phase of collecting information through surveys conducted by interviewing, and information gathering phase through the archives made with reference to the relevant regulations. Through this approach, the concept sensed architecture (architecture that can be felt) is formed. This concept making is inspired from the user factors that dominate this project. They are the blind. The blind has his own way of understanding a thing by deploying other sensory organs remaining. Through hearing, smell, and touch, they can grasp an object that they can not see. This concept is expected to help the blind to easily oriented, secured, and optimize the function of their remaining sensory organs. Through auditory, olfactory, and tactile trained, is also expected the blind can easily understand the design.


Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS1 - Architecture-SAPPK
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id