Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2017

PERBAIKAN SUPPLY PROSES UNTUK MENINGKATKAN SERVICE LEVEL STUDI KASUS DIVISI SUPPLY CHAIN MANAGEMENT PT FREEPORT INDONESIA

IMPROVEMENT SUPPLY PROCESS TO INCREASE SERVICE LEVEL STUDY CASE SUPPLY CHAIN DIVISION PT FREEPORT INDONESIA

2017
Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-02 15:56:52
Oleh : SUHARTO SURYA ATMAJA TRIJAYA SITORUS 29115288, S2 - MBA-ITB
Dibuat : 2017-10-02, dengan 1 file

Keyword : Supply chain process, service level, safety stock, lead-time,
Subjek : Supply Chain
Kepala Subjek : Supply Chain
Nomor Panggil (DDC) : 658.7
Sumber pengambilan dokumen : PT Freeport Indonesia,

PT Freeport Indonesia, anak perusahaan Freeport McMoran Inc. menerapkan dua metode tambang, yaitu tambang

terbuka dan tambang bawah tanah. PT Freeport Indonesia memperkirakan tambang Grasberg, yang merupakan

tambang terbuka, akan turun produksinya sekitar 2017/2018, dan menyusul peningkatan tambang DLMZ dan GBC

sebagai tambang bawah tanah. Oleh karena itu, PT Freeport Indonesia membutuhkan ketersediaan peralatan yang

tinggi untuk mempercepat produksi tambang bawah tanah. Perubahan model tambang ini akan mempengaruhi

perubahan kebutuhan peralatan, yang mengakibatkan perubahan stok barang persediaan. Ketersediaan peralatan

tersebut akan membutuhkan ketersediaan material yang tinggi, yang tercermin pada indikator tingkat ketersediaan

material. Sayangnya, tingkat ketersediaan material Divisi Supply Chain masih dibawah 78%, dan perlu ditingkatkan

ke minimum 78% sesuai kebijakan Korporasi.

Terdapat dua proses pasokan material, yaitu faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi tingkat keteresediaan.

Penelitian ini fokus menganalisis faktor persediaan internal, yang terdiri dari proses pengorderan dari gudang,

karakteristik permintaan pelanggan, strategi safety stock, dan lead-time di jobsite. Tesis ini fokus pada persediaan

kategori suku cadang operasi dengan tingkat konsumsi cepat dan super cepat, karena 69% nilai stock merupakan

kategori suku cadang operasi, dan hanya 8% suku cadang operasi adalah barang cepat dan super cepat dengan tingkat

persediaan rendah. Dari faktor-faktor internal tersebut, akan teridentifikasi penyebab utama tingkat persediaan rendah,

yaitu proses pengorderan material dari gudang terlambat, permintaan melebihi rencana stock, lead time yang lama,

salah pengorderan, dan reservasi pada hari yang sama. Diagram issue tree dikembangkan untuk mengidentifikasi akar

penyebab yang berkontribusi terhadap penyebab utama.

Untuk memperbaiki proses, metode DMAIC digunakan untuk memecahkan permasalahan karena six sigma

merupakan strategi manajemen untuk meningkatkan kualitas produk dan proses, dan telah berevolusi dari fokus pada

metrik, ke tingkat metodologi, dan akhirnya merancang seluruh sistem manajemen. Dengan menganalisa praktik bisnis

saat ini melalui prosedur dan kebijakan kerja, serta melakukan diskusi kelompok terarah antara pimpinan di SCM,

serta pelanggan, peneliti kemudian mengembangkan alternatif solusi bisnis. Alternatif ini dipetakan ke dalam lima

kategori inisiatif, yaitu orang, proses, komunikasi, teknologi, dan manajemen. Manfaat yang diharapkan dari proses

perbaikan ini adalah meningkatkan tingkat persediaan ke 86% dari perbaikan peroderan material dari gudang (14,9%),

strategi safety stock (15,6%), penjadwalan permintaan (9,5%), salah pengorderan (7%), dan lead-time di jobsite

(1,3%), serta penurunan nilai persediaan per bulan yang berasal dari penurunan pembatalan reservasi di gudang ratarata

sekitar

USD

1,13

juta,

dan

mengurangi

lead-time

di

jobsite

sekitar

USD

13,

62

juta.


Rencana

pelaksanaan

akan

dibagi

menjadi

tiga

periode

waktu,

yaitu

jangka

pendek

(kurang

dari

enam

bulan),

jangka


menengah

(enam

bulan

sampai

satu

tahun)

dan

jangka

panjang

(lebih

dari

satu

tahun

sampai

tiga

tahun).

Inisiatif

biaya


yang

terlibat

juga

dihitung

dimana

mayoritas

biaya

berasal

dari

pembangunan

fasilitas

gudang

baru

dan

pemasangan


rak

tinggi,

untuk

mengakomodasi

peningkatan

ketersediaan

stok

material.

Deskripsi Alternatif :

PT Freeport Indonesia, a subsidiary of Freeport McMoran Inc. applied two method of mine, which are open pit mine

and underground mine. PT Freeport Indonesia expected the Grasberg mine, as open pit mine, will decline around

2017/2018 and following increase of DLMZ and GBC mine as underground mine. Therefore, PT Freeport Indonesia

need high physical availability of equipment to accelerate future underground mine. The changes of operational model

will affected the changes of commodity and type of equipment requirement. It will then lead to changes of inventory

stock item. Obviously high availability of equipment also need high availability of materials, which reflected in service

level indicator. Unfortunately, Supply Chain Division possess current Service Level below 78%, and need to increase

the Service Level at minimum 78% per corporate target.

There are two identified supply processes in this thesis that affected service level, which are internal supply factor and

external supply factor. This research will focus to analyze problem in internal supply factor, which consist of

warehouse issuing process, user demand characteristic, safety stock strategy, and onsite lead-time. This thesis will use

operating spares inventory with fast and superfast item, because 69% of inventory value under operating spares

category, and considering only 8% of operating spares are fast and superfast item that possess low service level. From

internal supply factors, the main causes are identified, which are late warehouse issuing process, demand exceeding

stocking plan, long onsite lead time, same/next day requirement date, and wrong issuing. The issue tree diagram

develop to identify root causes that contribute to main causes.

To improve supply process, DMAIC method will use to solve the root causes. The reason is six sigma as management

strategy for improving product and process quality, and have been evolve from focusing in metric, to the methodology

level and finally to design of entire management system. By analyze current business practice from standard procedure

and policy, and conduct focus group discussion among leadership in warehouse, inventory, and customer, the

researcher then develop alternative business solution. The alternative business solution will map into five categories

initiative, which are people, process, communication, technology and management. The expected benefit from

improvement process are increasing service level into 86%, contribute from improvement issuing process (14.9%),

safety stock strategy (15.6%), demand characteristic (9.5%), reducing wrong issued (7%), and onsite lead-time (1.3%),

and reducing inventory value that contribute from reducing cancelation of reservation monthly average around USD

1.13 million, and onsite lead time around USD 13.62 million.

The implementation plan will divide into three period, which are short term (less than six month), medium term (six

month to one year) and long term (over than one year until three year). The initiative cost also calculate which are

majority cost come from installation and high density racking & build new storage facility to accommodate increasing

availability of stock.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • GATOT YUDOKO PHD , Editor: Neng Kartika

File PDF...