Path: Top S2-Theses Architecture 2016

FAKTOR EKSTERNAL LINGKUNGAN PENYEBAB RISIKO JATUH DI RUMAH LANSIA STUDI KASUS: YOGYAKARTA

EXTERNAL ENVIRONMENTAL RISK FACTORS CAUSING FALLING IN ELDERLY HOUSING, CASE STUDY: YOGYAKARTA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-07-14 15:16:45
Oleh : STEFANI NATALIA SABATINI (NIM : 25214003), S2 - Architecture
Dibuat : 2016, dengan 9 file

Keyword : eksternal, jatuh, lansia, lingkungan, rumah

Tingginya jumlah lansia produktif di Indonesia saat ini meningkatkan urgensi proteksi lansia dari bahaya yang mengancamnya agar potensi dan produktifitasnya tidak menurun. Salah satu ancaman bagi lansia dengan frekuensi kejadian yang tinggi, potensi dampak yang buruk, namun kesempatan antisipasi yang besar adalah risiko jatuh. Salah satu faktor yang berpengaruh pada risiko jatuh adalah faktor eksternal yang dipengaruhi oleh kondisi lingkungan tinggal lansia. Penelitian mengenai faktor eksternal lingkungan dari risiko jatuh di Indonesia

belum banyak dilakukan sehingga penelitian pada topik ini menjadi penting. Tujuan dari penelitian ini adalah merumuskan kembali kondisi faktor eksternal lingkungan risiko jatuh sesuai dengan kondisi faktual di area studi kasus. Untuk itu, penelitian ini melakukan indentifikasi faktor eksternal risiko jatuh di Indonesia melalui kawasan studi kasus, identifikasi faktor dominan dari faktor tersebut, membandingkannya dengan kondisi di luar negeri, dan merumuskan kembali faktor eksternal risiko jatuh. Data diperoleh dari wawancara kepada 175 lansia berusia 65 tahun ke atas dan observasi kepada 134 rumah mereka yang diperoleh melalui convenience sampling. Hasil wawancara berupa alasan jatuh dan hampir jatuh direkam, ditulis ulang, kemudian ditentukan kata kuncinya. Kata kunci ini dikelompokkan (sorting) baik dengan free sorting dengan logika maupun direct sorting dengan mengacu pada pengelompokkan faktor yang telah diperoleh melalui studi pustaka. Kelompok faktor ini kemudian dianalisis melalui analisis distribusi untuk

memperoleh frekuensi serta analisis koresponden untuk menunjukkan hubungan antar faktor. Hasilnya, faktor eksternal risiko jatuh dominan di area studi adalah faktor terkait terpeleset lalu disusul oleh faktor terkait tersandung. Pegangan memiliki hubungan dekat dengan kondisi hampir jatuh sehingga penggunaannya dapat

mengurangi jumlah kasus jatuh. Pemicu utama terpeleset adalah kebasahan. Secara keseluruhan, faktor lingkungan risiko jatuh dapat dikelompokkan kembali secara berurutan sesuai tingkat urgensinya, yaitu faktor terkait terpeleset, tersandung, pegangan, kemudahan penglihatan, keterjangkauan, dan perubahan dari duduk ke berdiri. Ruang dengan frekuensi jatuh tertinggi pada studi kasus adalah teras kemudian disusul dengan kamar mandi. Pada area studi kasus juga ditemukan bentuk faktor yang berbeda dengan kondisi di luar negeri. Temuan ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan desain rumah tinggal lansia yang dapat mengantisipasi risiko jatuh dari kondisi lingkungan.

Deskripsi Alternatif :

The high number of productive elderly in Indonesia today has increase the urgency of elderly protection from dangers that threaten and decline their potency and productivity. One of the threats which has high occurance frequency, potential adverse impact, but great anticipation opportunity is the risk of falling. One of the factors that affect the risk of falling is external factors that are influenced by living environmental conditions of the elderly. The study about the actual condition of fall risk environmental factors among elderly in Indonesia has not fairly conducted so that the research on this topic is important. The purpose of this research is to reformulate the environmental conditions of the fall risk external factors in accordance with the factual condition in the case study area. Therefore, this study identify fall risk environmental factors in Indonesia through regional case studies, identify of the dominant factors of these factors, compare the result with conditions abroad, and redefined the fall risk external factors. Data were obtained from interviews with 175 elderly aged 65 years old and observations over 134 houses selected through convenience sampling. The respondent's answer about fall and almost fall experience were recorded, rewritten. After that, some keywords were determined from it. These keywords are sorted both with free sorting logic and direct sorting by referring to factors which have been obtained through literature. These groups were then analyzed through distribution analysis to obtain the frequency and through correspondence analysis to show the relationship between factors. As a result, the risk of falling predominant external factors in the study area are factor related to sliping followed by tripping. The factor of handgrip also has close relationship with the almost fell condition so that it can reduce the case number of falling. The factors slip is wetness. Overall, the fall risk environmental factors can be grouped and sorted according to the urgency level as factors related to slips, trips, grip, sight convenience accessibility (reachable storage area and walkways distance), and switch condition from sitting to standing and otherwise. The room with the highest fall frequency in the case study is terrace then followed by bathroom. In the case studies area different form of fall risk environmental factor with abroad studies also found. These findings can be used as a consideration to design elderly residential which can anticipate the fall risk from the environmental conditions.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Architecture
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id