Path: Top > S2-Theses > Urban and Regional Planning-SAPPK > 2016

KEBERLANJUTAN USAHA AGROFORESTRI DI KECAMATAN DLINGO KABUPATEN BANTUL

SUSTAINABILITY OF AGROFORESTRY IN SUB-DISTRICTOF DLINGO, DISTRICT OF BANTUL

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:25:30
Oleh : SRIYANTO (NIM : 25414003), S2 - Regional and City Planning
Dibuat : 2016, dengan 8 file

Keyword : agroforestri, Dlingo, hutan rakyat, keberlanjutan.

Pembangunan berkelanjutan mensyaratkan bahwa pemanfaatan sumber daya harus memperhatikan aspek ekonomi, sosial dan ekologi. Kerusakan hutan yang ditandai oleh semakin menurunnya kontribusi subsektor kehutanan pada PDB nasional menunjukkan bahwa pemanfaatan hutan belum memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan. Pengelolaan hutan dengan menggunakan pendekatan korporasi besar terbukti gagal dalam menjamin pembangunan kehutanan berkelanjutan sehingga memunculkan pendekatan dengan melibatkan masyarakat sekitar hutan. Hal tersebut berdampak pada kesadaran masyarakat terhadap arti penting hutan sehingga memunculkan ketertarikan masyarakat dalam mengusahakan hutan di lahan milik (hutan rakyat) dengan menggunakan prinsip usaha agroforestri. Hasil produksi usaha agroforestri di Kabupaten Bantul, khususnya Kecamatan Dlingo telah berperan dalam mensuplai bahan baku bagi industri kecil/rumah tangga berbahan baku kayu. Namun demikian industri tersebut mengalami kesulitan bahan baku seiring dengan penurunan produksi kayu hutan rakyat di wilayah tersebut. Hal tersebut mengindikasikan adanya ancaman terhadap keberlajutan usaha agroforestri di Kecamatan Dlingo.



Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana tingkat keberlanjutan usaha agroforestri di Kecamatan Dlingo sehingga dapat diidentifikasi permasalahan dan upaya pengembangan yang diperlukan agar usaha tersebut terjamin keberlanjutannya. Evaluasi dilakukan menggunakan 45 indikator keberlajutan pada 7 aspek usaha agroforestri dengan membandingkan kondisi eksisiting dan indikator ideal/yang diharapkan pada usaha agroforestri berkelanjutan.



Hasil evaluasi menunjukkan bahwa usaha agroforestri di Kecamatan Dlingo memiliki 30 indikator berkategori keberlajutan tinggi, 14 indikator keberlajutan sedang dan 1 indikator keberlajutan rendah. Dengan demikian kecenderungan keberlajutan usaha agroforestri di Kecamatan Dlingo adalah tinggi-sedang. Dari ke-7 aspek usaha agroforestri, aspek yang masih bermasalah dalam mendukung keberlanjutan usaha agroforestri adalah aspek petani pelaku usaha, teknologi budidaya, manajemen pengelolaan, permintaan pasar dan kelembagaan, peraturan dan kebijakan. Sementara aspek yang telah menjamin keberlanjutan adalah aspek ketersediaan lahan dan nilai sosial dan budaya. Keberadaan indikator pada aspek yang bermasalah tersebut menunjukkan ada ancaman terhadap keberlajutan usaha agroforestri sehingga membutuhkan pengembangan yang melibatkan semua stakeholder seperti petani, kelompok tani, penyuluh, pemerintah desa, pemerintah, LSM dan pengusaha industri.

Deskripsi Alternatif :

Sustainable development requires resource utilization which considers economic, social and ecological aspects. Forest damage characterized by the decline of contribution of forestry sub-sector to the national GDP shows that the use of forests has not observing the principles of sustainable development. Forest management using approach of large corporation has failed in guaranteeing sustainable forestry development so that an approach actively involving forest communities been invented. The approach directed impact on public awareness on the importance of environment resulting in people's interest in managing the forest as private land (private forests) by using the principle of agroforestry system. Products of agroforestry in District Bantul, especially in Sub-district Dlingo, has been instrumental in supplying raw materials for small/domestic wood industries. However, the industries are experiencing difficulties because wood production is decreasing in the region. This indicates a threat to the sustainability of agroforestry in Sub-district Dlingo.



This study aims to review to what extent the agroforestry in Sub-district Dlingo sustains to enable identification of problems and invent possible development efforts to ensure agroforestry sustainability. The study assesses 7 aspects of agroforestry against 45 indicators of sustainability by comparing existing condition with ideal/expected indicators set for sustainable agroforestry.



The study finds that agroforestry in Sub-district Dlingo has various sustainable indicator categories of which 30 high, 14 moderate and 1 low. Thus, sustainability prospect of agroforestry in Sub-district Dlingo is high to moderate. The study also finds aspects of threat to sustainable agroforestry in Dlingo namely farmer, cultivation technology, business management, market demand, institutional capacity and regulatory and policy while supporting aspects are availability of land and social and cultural values. As the threats exist agroforestry development approach involving all stakeholders such as farmers, farmer groups, agricultural/forestry supervisors, village officers, government, NGOs and industry practitioners is pivotally needed.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Ir. Hastu Prabatmodjo, M.S., Ph.D, Editor: PKL-SMK

File PDF...