Path: Top > S1-Final Project > Geophysics Engineering-FTTM > 2009

APLIKASI KONTINUASI KEATAS DAN FILTER PANJANG GELOMBANG UNTUK PEMISAHAN ANOMALI REGIONAL-RESIDUAL PADA DATA GEOMAGNETIK

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:31:14
Oleh : SONI SATIAWAN (NIM 124 04 021), S1 - Department of Geophysical Engineering
Dibuat : 2009, dengan 1 file

Keyword : Kontinuasi ke atas (Upward Continuation), Filter Panjang Gelombang, Anomali Regional, Anomali Residual

Intensitas magnetik total merupakan superposisi dari anomali yang bersifat regional dan lokal (residual). Anomali regional berasosiasi dengan kondisi geologi umum yang dominan pada daerah penelitian, biasanya dicirikan oleh anomali berfrekuensi rendah. Sebaliknya, anomali lokal yang umumnya berfrekuensi tinggi mengandung informasi mengenai sumber anomali dangkal. Penelitian ini mengaplikasikan kontinuasi ke atas (upward continuation) dan filter panjang gelombang pada data geomagnetik sintetik. Penggunaan kontinuasi ke atas pada ketinggian tertentu dan filter panjang gelombang pada harga tertentu diharapkan dapat menghasilkan anomali regional dan anomali lokal yang tepat.

Untuk menguji metoda tersebut, dibuat model sintetik yang terdiri dari benda anomali dalam dan dangkal, masing-masing pada kedalaman 500 meter dan 200 meter. Kontinuasi ke atas pada ketinggian (h) 200 m dan 300 m menghasilkan anomali frekuensi rendah yang dapat dianggap sebagai anomali regional. Pemisahan anomali regional-lokal menggunakan pemfilteran panjang gelombang menghasilkan anomali regional dan lokal yang sesuai dengan anomali akibat benda dalam dan dangkal. Diperoleh hubungan panjang gelombang anomali dengan batas kedalaman sumber anomali dalam dan dangkal yang sesuai dengan literatur yaitu h = 1,5 λ.

Deskripsi Alternatif :

Total magnetic intensity (TMI) is the superposition of regional anomaly and residual (local) anomaly. Regional anomaly is associated with general geological condition that dominant at research area and usually identified with low frequency anomaly. In the other hand, local anomaly usually is high frequency and contains information of shallow anomaly source. This research applied upward continuation and wavelength filter to synthetic geomagnetic data. The Use of upward continuation to certain altitude and wavelength filter is intended to produce appropriate regional and local anomalies.

The methods were tested on synthetic models consisting of deep anomaly and shallow anomaly at 500 m and 200 m respectively. Upward continuation to altitude 200 m and 300 m results low frequency anomaly associated with regional anomaly. Separation of regional-residual using wavelength filter results in local anomaly similar to shallow source anomaly. It has been found that depth-wavelength relationship is h = 1,5 h.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Hendra Grandis, Editor: Rizki Apriyanti

File PDF...