Path: TopS2-ThesesArchitecture2014

PERANCANGAN PASAR CIHAURGEULIS (PASAR SUCI) DENGAN PENDEKATAN POWER OF PLACE

POWER OF PLACE AS AN APPROACH TO DESIGN CIHAURGEULIS MARKET (PASAR SUCI)

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-07-14 15:03:13
Oleh : SILVIA ANUGRAH DEWANTI (NIM : 25213036), S2 - Architecture
Dibuat : 2014, dengan 8 file

Keyword : pasar, Pasar Cihaurgeulis, re-programming, visioning, power of place, etos kreatif, highest and best use, optimasi

Pasar tradisional memiliki arti penting bagi sebuah kawasan di dalam sebuah kota, terutama kawasan yang menjadi cakupan pelayanannya. Pasar terbentuk menjadi

ruang publik kota dibangun dari interaksi sosial yang dibentuk pada setiap transaksi dan kegiatannya. Dewasa ini peran dan eksistensi pasar semakin berkurang di tengah masyarakat akibat kondisi fisik yang memburuk dan juga manajemen yang kurang baik, salah satunya Pasar Cihaurgeulis di Bandung. Selain ada urgensi revitalisasi dari pemerintah, pasar ini juga memiliki karakteristik serta menempati lahan yang strategis sehingga memiliki banyak potensi yang dapat ditonjolkan. Perlu sebuah upaya untuk menjadikan lokasi ini tetap hidup dan dapat menjadi ruang publik sekaligus ruang sosial.

Lokasi ini perlu melalui proses re-programming untuk mendapatkan fungsi yang terbaik di masa sekarang dan juga di masa depan. Proyeksi pengembangan untuk

masa depan didekati dengan teori visioning untuk menelaah apa saja kebutuhan di masa yang akan datang. Re-programming juga menuntut adanya fungsi terbaik

yang dihadirkan, hal ini akan diselesaikan dengan teori power of place. Power of place digunakan sebagai pendekatan untuk merevitalisasi pasar ini karena

menekankan pada kekuatan dan keunikan tempat tersebut yang tercermin dari etos kretif para pelaku di dalam dan sekitarnya. Potensi ini berpeluang untuk dikembangkan juga secara ekonomi, khususnya ekonomi kreatif yang nantinya dapat memberikan keberlanjutan pada pasar. Agar memiliki nilai ekonomi yang maksimal, maka pendekatan ini dibantu dengan teori highest and best use untuk

mendapatkan hasil yang terbaik. Pendekatan power of place juga dapat menelaah hal-hal apa saja yang dimiliki oleh lokasi dan sekitarnya melalui beberapa kriterianya. Pendekatan ini dilakukan sehingga dapat dimunculkan berbagai fungsi yang dapat bersinergi dengan Pasar

Cihaurgeulis dan juga dengan sekitarnya untuk menjadikan lokasi ini sebagai ruang publik dan ruang sosial. Proses kajian teori digunakan sebagai dasar untuk melakukan analisis data dan juga kriteria desain terutama desain pasar. Proses analisis tersebut menghasilkan hipotesis fungsi yang kemudian ditentukan Lindo. Optimasi yang digunakan mengacu pada kriteria-kriteria highest and best use agar mendapatkan hasil yang optimal dan menguntungkan. Proses kajian teori dan analisis pun menghasilkan konsep utama perancangan bangunan, yaitu "terbuka dan fleksibel". Konsep ini kemudian diwujudkan dalam bentuk desain yang terbuka dengan minim dinding pembatas ke area luar serta berbagai ruang-ruang yang dapat digunakan sebgai ruang publik dengan berbagai

kegiatan temporer. Konsep fleksibel tergambar jelas dalam konsep pemanfaatan ruang-ruang yang ada di dalam bangunan yang digunakan untuk berbagai kegiatan

dengan pengaturan waktu tertentu. Bangunan mengadaptasi konsep permeabilitas sebagai bentuk perwujudan konsep fleksibel, dimana bangunan dibuat agar dapat dilewati dengan leluasa oleh para pengunjung, terutama dari 3 node yang ditentukan dari kegiatan yang ada di sekitarnya. Alur dari node-node ini juga merupakan salah satu usaha untuk memaksimalkan nilai ekonomi dari fungsifungsi yang ada. Pendekatan power of place yang digunakan dalam revitalisasi pasar ini dapat menjadi prototype pendekatan yang menitikberatkan pada spirit dan keunikan dari setiap tempat yang berbeda-beda dan dapat menjadi potensi masing-masing tempat tersebut. Pendekatan ini mungkin digunakan dalam lokasi manapun karena setiap lokasi pasti memiliki keunikan dan juga spiritnya masing-masing. Pendekatan ini pun harus lebih banyak melibatkan para stakeholder agar hasil akhir berupa perwujudan dari setiap individu yang akan menggunakannya sehingga dapat menjadi kekuatan tersendiri.

Deskripsi Alternatif :

Marketplace has a deep meaning for an area in a city, especially the range of its market. Marketplace as a public space in the city is shaped by social interactions in every activity that has been made. Nowadays, role and existence of marketplace is decreasing because of the poor physical condition and the bad management. Pasar Cihaurgeulis is one of the marketplaces that have such condition in Bandung. Beside the urgency from the government to revitalize the marketplace, Pasar Cihaurgeulis has its own characteristic and located on a strategic area so that this place has a lot of potentials to be maximized. Some efforts needed to keep this market place alive, operating and be a good public and social place. This location needs to go through re-programming process to achieve its best function as a facility that can be fitted for now and for the future. Future development projection can be obtained by visioning theory approach to identify the future needs. Re-programming also seeking to get the best function that can be presented, and this case will be done with Power of Place Theory approach. Power of place is used as an approach because it is emphasizing on power and uniqueness of the place that can be seen from creative ethos from the stakeholders. This kind of potential is prospective to be developed more as a creative economy, which can be good for the marketplace sustainability. To maximize the economic value of this location, this approach can be mixed by other theory, such as highest and best use theory. Power of place also can be used to determine the potentials of the location through some criterias. This approach is carried out to determine a variety of

functions that synergistic with the marketplace and its surroundingsto make this location as a good public space and social space. The study process of the theory used as the base to analyze data and to determine the design criteria. These processes produce a kind of facilities hypothesis that would be placed on this location. An optimization program called Lindo determines the best result of area of each facility through the highest and best use criteria. This study process of theory and analysis generates the main idea of the design. "Open" and "flexible" used as a main idea of the design. This concept is implemented by a building design with a minimum wall and many temporary spaces. The concept of flexible showed at the use of all temporary space at the building based on time-based use. This building adapt a permeability concept as an implementation of flexible

concept, where the building is designed with a continuity circulation that allows people to go through the building from one node to another. This concept is used to maximize the economic value for each facility.

Power of place is used as an approach to revitalize this marketplace so that it can be seen as a prototype to other similar cases. This approach focuses on spirit and

uniqueness of a place that can be a potential. This approach is probable to use everywhere because each location has its own uniqueness and spirit. This approach has to be more active to involve stakeholders so the result is the real needs from each person who will be the user of the place and can be a great power.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Architecture
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id