Path: TopS1-Final ProjectBioengineering-SITH2017

PENGARUH METIL JASMONAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PEMBENTUKAN SESKUITERPEN PADA KULTUR PUCUK GAHARU (Aquilaria malaccensis) DENGAN LAMA KO-KULTUR 1; 3; DAN 5 MINGGU

THE EFFECT OF METHYL JASMONATE ON GROWTH AND SESQUITERPENE FORMATION ON GAHARU (Aquilaria malaccensis Lam.) SHOOT CULTURE IN 1; 3; AND 5 WEEK CO-CULTURE

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:26:44
Oleh : SILMI RAHMANI (NIM : 11213040), School of Life Sciences and Technology
Dibuat : 2017-09-20, dengan 1 file

Keyword : Aquilaria malaccensis, kultur pucuk, metil jasmonat, seskuiterpen.

Aquilaria malaccensis Lam. merupakan tanaman penghasil resin wangi (gaharu)





yang dimanfaatkan secara luas untuk industri parfum dan obar-obatan. Senyawa





utama yang diketahui menyebabkan wangi gaharu dan memiliki nilai jual yang





sangat tinggi adalah golongan seskuiterpen dan turunan kromon. Senyawa tersebut





dihasilkan sebagai respon pertahanan diri akibat induksi, salah satunya dengan





senyawa kimia. Kultur pucuk A. malaccensis dapat menjadi salah satu metode





mempelajari mekanisme pembentukan metabolit sekunder pada gaharu dengan





induksi metil jasmonat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi





pertumbuhan pucuk dan pembentukan seskuiterpen pada kultur pucuk A.





malaccensis akibat pengaruh variasi konsentrasi metil jasmonat seiring dengan





lamanya waktu ko-kultur. Penelitian ini dilakukan dengan mengkultivasi kultur





pucuk A. malaccensis dalam medium 1/2 MS0 pada sistem thin layer (TLC) dan





menambahkan metil jasmonat pada lima konsentrasi berbeda yaitu 12,5; 25; 50;





100; dan 150 μM dengan lama ko-kultur 1; 3; dan 5 minggu. Parameter yang diukur





pada penelitian ini adalah berat kering, jumlah konsumsi sukrosa, perubahan nilai





konduktivitas, dan kandungan metabolit sekunder. Hasil penelitian menunjukkan





bahwa pemberian MeJA dengan konsentrasi 12,5-150 μM akan menghambat





pertumbuhan dengan memberikan efek penurunan biomassa dan stress pada kultur





pucuk A. malaccensis dengan waktu ko-kultur yang semakin panjang. Peningkatan





konsentrasi MeJA berpengaruh terhadap jumlah dan banyaknya senyawa kimia





gaharu yang terdeteksi. Terdeteksi senyawa seskuiterpen, 3,5-di-tert-butil-4-





hidroksibenzaldehid, pada akhir masa ko-kultur perlakuan MeJA 12,5; 25; 50; dan





100 μM dengan konsentrasi masing-masing 1,18%; 1,29%; 1,59%; dan 0,38%.





Perlakuan dengan semua konsentrasi MeJA dapat menginduksi pembentukan





kromon, 4H-1-benzopiran-4-non, pada minggu ke-3 ko-kultur, sedangkan pucuk





dengan pemberian MeJA 50 dan 150 μM sudah dapat menginduksi kromon pada





minggu pertama setelah perlakuan yang mana konsentrasinya meningkat seiring





dengan lamanya ko-kultur.

Deskripsi Alternatif :

Aquilaria malaccensis Lam. is a plant which is producing resin (gaharu) that is





widely used for perfume and medicine industries. The main compounds known to





cause the fragrance of gaharu and have a very high selling value are sesquiterpene





and chromone derivatives. These compounds are produced as an induced selfdefense





response, one of them with a chemical compound. A. malaccensis shoot





cultures can be one method of studying the mechanism of formation of secondary





metabolites in gaharu by methyl jasmonate induction. The purpose of this study was





to evaluate growth and sesquiterpene formation on A. malaccensis shoot culture due





to the influence of variation methyl jasmonate concentration along with the length





of co-culture time. This study was carried out by cultivating the culture of A.





malaccensis in medium 1/2MS0 on thin layer culture (TLC) and adding methyl





jasmonate at five different concentrations of 12.5; 25; 50; 100; and 150 μM with





long co-culture 1; 3; and 5 weeks. The parameters measured in this study were dry





weight, amount of sucrose consumption, changes in conductivity value, and





secondary metabolite content. The results showed that MejA with concentration of





12,5-150 μM will inhibit growth and stress to A. malaccensis shoot culture with





longer co-culture time. Increased concentrations of MeJA affect the amount and





number of gaharu chemical compounds detected. Detection of sesquiterpenes, 3,5-





di-tert-butyl-4-hydroxybenzaldehyde, at the end of the treatment of MejA 12.5; 25;





50; and 100 μM is 1.18%; 1.29%; 1.59%; and 0.38% concentration. Treatment with





all MeJA concentrations may induce the formation of chromone, 4H-1-benzopyran-





4-one, at week 3 of the co-culture, while shoots culture A. malaccensis with MejA





50 and 150 μM have been able to induce chromone in the first week after treatment





of which concentration increases with length of co-culture.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiSchool of Life Sciences and Technology
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Rizkita Rachmi Esyanti, Editor: Alice Diniarti

File PDF...