Path: TopS2-ThesesIndustrial Engineering and Management-FTI2012

PENGEMBANGAN MODEL PENENTUAN LOKASI PUSAT DISTRIBUSI DI INDONESIA

THE DEVELOPMENT OF DISTRIBUTION CENTER LOCATION MODEL IN INDONESIA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 14:50:39
Oleh : SIFRA NOLVARISTA BT (NIM: 23409023); Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Senator Nur Bahagia , S2 - Industrial Engineering and Management
Dibuat : 2012, dengan 8 file

Keyword : disparitas harga komoditas, lokasi distribution center, echelon inventory.

Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki wilayah yang sangat luas. Hal ini membuat logistik memiliki peran penting dalam proses distribusi komoditas. Menurut laporan oleh Bank Dunia, Indonesia mengalami penurunan kinerja logistik. Hal ini dapat diketahui dari penurunan


peringkat Logistics Performance Index (LPI). Pada tahun 2007, Indonesia berada pada peringkat 43 dari 150 negara. Sedangkan pada tahun 2010, Indonesia berada pada peringkat 75 dari 155 negara. Distribusi yang tidak merata menyebabkan kelangkaan komoditas, sedangkan jalur


distribusi yang terlalu panjang menyebabkan diaparitas harga beberapa komoditas antara Indonesia barat dan timur. Komoditas yang akan dikaji pada penelitian ini adalah beras, gula, minyak goreng, tepung terigu, dan susu bubuk. Komoditas tersebut merupakan bagian dari


sembilan bahan pokok (sembako) seperti yang diatur pada keputusan Menteri Industri dan Perdagangan. Penelitian ini bertujuan untuk menyelesaikan permasalahan distribusi komoditas melalui distribusi yang terintegrasi dan membangun gudang pusat distribusi (distribution center) untuk memperpendek jalur distribusi. Permasalahan distribusi dalam penelitian ini diselesaikan melalui jaringan distribusi yang terintegrasi dengan membangunan kawasan pergudangan sebagai pusat distribusi atau gudang distribution center (DC) yang akan dijadikan sebagai tempat penyimpanan sementara komoditas sebelum didistribusikan ke setiap gudang provinsi. Pengembangan model dilakukan untuk


menentukan provinsi yang akan dijadikan lokasi gudang DC dengan fungsi tujuan untuk meminimasi total ongkos logistik. Penelitian ini menggunakan model Lee dan Kwon sebagai model acuan dan logistik terintegrasi dengan menggunakan sistem persediaan probabilistik model P. Hasil penelitian menunjukkan bahwa provinsi yang terpilih sebagai gudang DC adalah provinsi Jawa Tengah dan Sulawesi Selatan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa model yang dikembangkan lebih baik dari sistem yang ada. Hal ini terlihat dari perbandingan total


ongkos logistik yang dihasilkan pada model, yaitu lebih murah sekitar 30% dari pada total ongkos logistik sistem yang ada. Berdasarkan hasil total ongkos logistik pada model, komponen ongkos transportasi merupakan komponen ongkos terbesar, yaitu sebesar sekitar 69% dari total ongkos logistik. Hal ini dikarenakan mahalnya ongkos transportasi, di mana komponen ongkos transportasi dapat


mencapai 30% dari total ongkos produksi. Penelitian ini menunjukkan bawa jaringan distribusi yang terintegrasi dapat mengurangi ongkos logistik dan menciptakan distribusi yang merata, sehingga pada akhirnya akan mengurangi tingkat disparitas harga antar provinsi di Indonesia.

Deskripsi Alternatif :

Indonesia is an archipelago country with a vast territory. These factors make logistics has an important role to distribute commodities. The report of Logistics Performance Index (LPI) from The World Bank, shows that the logistics performance of Indonesia has decreased. In 2007, Indonesia’s logistics performance was at rank 43 from 150 countries, but in 2009, the ranking of


Indonesia only at number 75 from 155 countries. The decreasing of this ranking means decreasing of logistics performance of Indonesia. Uneven distribution causes the scarcity of commodities in some provinces while too long distribution channel causes disparity in price between West Indonesia and East Indonesia. The commodites studied in this research are rice, sugar, cooking oil, flour, and milk powder. Those commodities are part of the nine basic (staple food) as specified in the decision of the Minister of Industry. The aim of this research is to solve problem in commodities distribution by integrated distribution and build warehouses for


distribution center to shorten the distribution channel.


The problem in this research is solved by integrated distribution network and build warehouse regions as the center distribution or DC warehouses that will be made as temporary storages before the commodities are distributed to each storage in every province. The developing model is done by determine which province will be located as DC warehouses to minimize total


logistics costs as objetive function. This research uses the model of Lee dan Kwon as reference model and integrated logistics with P model of probabilistic inventory. The results show that the location for DC warehouses are in Central Java and South Sulawesi. From the results also known that the model developed is better than the existing. It can be seen from the total logistics costs. The model developed has about 30% less than the existing. Based on the total logistics costs, known that the higest component in logistics costs is


transportation costs. It’s about 69% from the total logistics costs. It’s because the transportation costs is expensive which can achieve about 30% from the total production costs. Integrated distribution can reduce cost in transportation costs and make even distribution, so that can reduce the disparity between provinces.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Prof. Dr. Ir. Senator Nur Bahagia, Editor: Alice Diniarti

File PDF...