Path: Top > S2-Theses > Environmental Engineering-FTSL > 2014

PENGARUH PEMBANGUNAN JORR W2 DAN BUSWAY KORIDOR 13 TERHADAP PENURUNAN BEBAN EMISI DI DKI JAKARTA

IMPACT OF JORR W2 HIGHWAY DEVELOPMENT AND BUSWAY CORRIDOR 13 TOWARD EMISSION LOAD REDUCTION IN JAKARTA

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:23:07
Oleh : LAILATUS SIAMI (NIM 25311003), S2 - Environmental Engineering
Dibuat : 2014, dengan 10 file

Keyword : model jaringan jalan, skenario penanganan, JORR W2, Busway Koridor 13, penurunan emisi

Dengan pertumbuhan jumlah kendaraan sebesar ±8% per tahun, kondisi kepadatan kendaraan yang tinggi di Jakarta, lalu – lintas jalan berdampak pada kemacetan dan pencemaran udara. Pendekatan pada jaringan jalan yang kompleks di Jakarta dilakukan dengan menggunakan model jaringan jalan. Secara keseluruhan, pola volume kendaraan tinggi mengikuti tol dalam dan luar kota di Jakarta. Dan didapatkan, ruas jalan dengan volume tertinggi berada di Tol Cawang dan jalan utama pada jalan Daan Mogot. Hasil dari inventarisasi emisi pada ruas jalan berbeda - beda untuk tiap jenis polutan. Hal ini dipengaruhi oleh proporsi jenis kendaraan yang ikut menentukan penggunaan faktor emisi. Pada tahun 2012 didapatkan 50,73% beban emisi didominasi oleh polutan CO sebesar 229.953 ton/tahun. NOx sebesar 148.343 ton/tahun, PM10 sebesar 2.089 ton/tahun dan VOC sebesar 72.867 ton/tahun. Sistem transportasi di Jakarta disusun dalam pola transportasi makro (PTM). Dan pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), terdapat beberapa rencana prioritas untuk pembangunan transportasi. Skenario yang dipilih adalah Skenario 1 berupa BAU (Business As Usual) tahun 2014 dan tahun 2017. Skenario 2 berupa pengembangan jalur Tol JORR W2 yang menghubungkan Kebun Jeruk – ulujami dan dapat diakses bus antar kota untuk tahun 2014. Skenario 3 berupa pengembangan busway koridor 13 dengan cara elevated untuk tahun 2017. Penurunan beban emisi tertinggi adalah skenario JORR W2 dengan rata - rata 2,3%. Untuk NOx sebesar 6,7%; CO sebesar 1,3%; PM10 sebesar 0,9%; dan VOC sebesar 0,3%.

Deskripsi Alternatif :

By the 2011, the rate of vehicle number in Jakarta is ±8% each year. It is a common that transportation sector has a traffic congestion and traffic air pollution impact. The approach of complex road networking uses road networking model. As a whole, high volume traffic follows inner and outer ring road in Jakarta. Based on emission inventory of road segmentation, Cawang highway has the highest number for number of vehicle. And so does Daan Mogot road for main road. The result of emission inventory for each road is different for each parameter. Due to the proportion of vehicle which determine the factor emission. 50,73% CO as the highest emission is 229.953 ton/year. NOx as 148.343 ton/year, PM10 as 2.089 ton/year and VOC as 72.867 ton/year. Transportation system in Jakarta conduct in Jakarta’s macro transportation (JMT) master plan. And in RPJMD (Mid-term action), there are some specific priority of transportation action. The scenario 1 is Business As Usual for 2012 and 2017. The scenario 2 is JORR W2 highway development connect Kebun Jeruk - ulujami and bus access able for 2014. And the scenario 3 is elevated corridor 13th busway development for 2017. The best emission reduction is scenario JORR W2 highway development with the average 2,3%. For NOx as 6,7%; CO as 1,3%; PM10 as 0,9%; and VOC as 0,38%.









Keywords: tra

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :


    Dr. Asep Sofyan, ST., MT;


    Dr. Russ Bona Frazila, ST., MT
    , Editor: PKL-SMK

File PDF...