Path: Top > S1-Final Project > Mathematics-FMIPA > 2013

FABRIKASI DAN SIFAT KATALITIK ZEOLIT ALAM – NIKEL OKSIDA KOMPOSIT UNTUK MENURUNKAN VISKOSITAS MINYAK BERAT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 11:43:12
Oleh : SHANTI MERISSA ( NIM: 20211024) , S2 - Physics
Dibuat : 2014, dengan 8 file

Keyword : FABRIKASI DAN SIFAT KATALITIK ZEOLIT ALAM – NIKEL OKSIDA

Pada penelitian ini, telah dilakukan uji katalis zeolit alam dari beberapa daerah di Indonesia dalam proses aquatermolisis. Zeolit Bogor tipe heulandite dengan perbandingan Si/Al ≈ 3,5 dan rumus empiris Ca(Al2Si7)O18.6H2O memiliki sifat katalitik yang baik dibandingkan dengan zeolit lainnya. Zeolit digiling dengan menggunakan ball milling sederhana untuk variasi waktu 4, 6 dan 8 jam. Kemudian zeolit diaktivasi dengan pemanasan pada suhu 200, 300, 400 dan 500oC. Zeolit yang diaktivasi dengan pemanasan pada suhu 400oC memberikan hasil yang baik dalam






proses aquatermolisis. Aktivasi dengan menggunakan HCl dapat merekstrukturisasi zeolit dengan lebih baik. Sintesis komposit NiO/zeolit dilakukan dengan metode Ethylene Glycol Route dengan komposisi massa 50% zeolit dengan suhu kalsinasi 500oC. NiO/zeolit yang dihasilkan memiliki ukuran kristal 50 nm dan ukuran partikel 405 nm. Analisis EDX






menunjukkan bahwa material hasil sintesis mengandung unsur-unsur yang






diharapkan, yakni Ni dan O mewakili NiO dan Si serta Al, Ca dan O mewakili zeolit.






Dari hasil EDX masih ada kandungan Cl yang diperkirakan berasal dari prekursor NiCl2.6H2O. Namun jumlahnya tidak terlalu besar, hanya sekitar 0,70 %. Hasil FTIR menkonfirmasi bahwa ikatan metal oksida (NiO) telah terbentuk disekitar panjang gelombang 385-690 cm-1 dan 1600-1640 cm-1. Untuk suhu kalsinasi 400oC, terdapat ikatan O-H dipanjang gelombang 3364 cm-1, sedangkan untuk suhu kalsinasi 500oC tidak ada. Ini mengindikasikan bahwa zeolit masih mngandung air, karna sifatnya






yang menyerap air. Sementara untuk kalsinasi 500oC kandungan air sudah tidak ada lagi.






Penambahan katalis NiO/zeolit dalam proses aquatermolisis (6 jam, 200oC)






dapat menurunkan viskositas minyak berat hingga 70%. Perubahan kandungan beberapa senyawa hidrokarbon dalam minyak berat sebelum dan sesudah proses aquatermolisis juga diukur dalam penelitian ini dengan menggunakan GC-MS analysis. Kandungan senyawa Pentane, Indene dan Cyclopentane yang merupakan senyawa hidrokarbon dengan rapat jenis cukup tinggi dan viskositas yang besar mengalami penurunan dalam minyak berat setelah proses aquatermolisis. Penurunan kandungan senyawa-senyawa tersebut dapat menjadi indikasi bahwa proses aquatermolisis berjalan dengan baik.

Deskripsi Alternatif :

In this research, natural zeolites catalyst from several regions in Indonesia






were tested in aquathermolysis process. Bogor zeolite heulandite type with ratio of Si/Al 3.5 and the empirical formula Ca(Al2Si7)O18.6H2O have better catalytic properties compared with other zeolites. Zeolite milled using a simple ball milling for time variation 4, 6 and 8 hours. Then the zeolites activated by simple heating at temperature 200, 300, 400 and 500 oC. Zeolite that is activated by simple heating at temperature 400 oC gives better results in aquathermolysis process. Activation using with HCl can restructurize zeolite better. Synthesis of composite NiO/zeolite was conducted using Ethylene Glycol Route with composition mass 50% zeolite and calcination temperature 500oC. NiO/zeolite that has generated has 50 nm crystal size and 405 nm particle size. EDX analysis showed that the material content of the synthesis results contain the expected elements, namely Ni and O represent the NiO and Si, Al, Ca and O represent the






zeolite. From the results of EDX, there are still contained of Cl that estimated comes from precursor NiCl2.6H2O. But the amount is not too big, only about 0.70%. FTIR results confirmed that the bonding metal oxide (NiO) has been formed around 385- 690 cm-1 and 1600-1640 cm-1 wavelength. For calcination temperature 400oC, there are OH bond at 3364 cm-1 wavelength while for calcination temperature 500oC there are not. This indicates that the zeolite still contains water, because it’s nature to absorbs water. As for 500oC calcination, the water content is not there anymore.






The addition of NiO/zeolite catalyst in aquathermolysis process (6 hours,






200oC) can reduce the viscosity of heavy oil until 70%. Changes in the content of some heavy hydrocarbons in the heavy oil before and after the aquathermolysis process also measured in this research by using GC-MS analysis. Content of pentane, Indene and cyclopentane which are compounds of hydrocarbons with high density and viscosity having decrease in heavy oil after aquatermolisis process. The decrease in the content of these compounds can be an indication that the aquathermolysis process is going well.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id