Path: Top > S2-Theses > Business Administration-SBM > 2013

STRATEGI INOVASI PENGGEMUKAN SAPI POTONG CUPU MANIK MANDIRI

STRATEGY INNOVATION BEEF CATTLE FATTENING OF CUPU MANIK MANDIRI

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:31:13
Oleh : SETIADI NUGROHO (NIM: 29111345) Pembimbing: Erman A. Sumirat, SE., Ak., M. Buss, S2 - Business Administration
Dibuat : 2013, dengan 6 file

Keyword : PESTEL Analysis, Value Chain Analysis, Corporate Level, Meat Me at Car, Feasibility Analysis

Ternak sapi sebenarnya memiliki potensi untuk berkembang. Usaha sapi potong sekarangmasih menggunakan cara yang konvensional / tradisional dan berskala bisnis sampingan. Jika bisnis ini dilakukan secara optimal dengan investasi yang besar dan modern manajemen, bahkan dalam skala kecil, bisnis ini dapat menghasilkan keuntungan besar, karena sapi tidak hanya menghasilkan daging, tetapi juga susu. Cupu Manik Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak di bidang agribisnis, khususnya di bidang ternak. Ruang lingkup bisnisnya pada penggemukan sapi, daging sapi, dan pakan ternak. Seperti diketahui banyak jenis sapi yang bisa dibudidayakan tetapi tidak semua bagus untuk dilakukan penggemukan. Sapi yang diternakkan di Cupu Manik Mandiri seperti limousin, brahman, Simmental, dan sapi PO. Untuk dapat bertahan dalam bisnis ini Cupu Manik Mandiri membuat analisis yang akan membantu dalam mengembangkan bisnis. Analisis dilakukan dengan menggunakan Analisis PESTEL akronim untuk Politik, Ekonomi, Sosial, Teknologi, Lingkungan, Hukum dan Peraturan, setelah itu digunakan Analisis Rantai Nilai (Value Chain Analysis) terkait kegiatan penciptaan nilai. Data yang digunakan terkait dengan data internal dari Cupu Manik Mandiri dan data pendukung dari literatur dan sumber lain. Dilihat dari analisis, dapat dicatat bahwa masalah ini masih tergantung kepada sumber daya peternak lain seperti sapi yang masih harus membeli dari orang lain dan terbatasnya jumlah sapi yang dapat diternak. Di sisi lain, fakta bahwa jumlah pesaing semakin meningkat, selain dilihat sebagai indikator bahwa pasar berada dalam kondisi yang baik, serta masih belum terpenuhinya kebutuhan daging sapi, menjadi peluang yang harus dimanfaatkan Cupu Manik Mandiri. Oleh karena itu, Cupu Manik Mandiri memiliki tiga pilihan untuk memecahkan masalah ini seperti tingkat perusahaan, tingkat bisnis dan tingkat fungsional. Dari tiga pilihan, penulis memilih tingkat korporasi sebagai yang paling tepat dalam mengatasi masalah yang dihadapi Cupu Manik Mandiri. Strategi di tingkat korporasi ada perluasan lahan yang akan digunakan untuk meningkatkan jumlah sapi dan membangun unit usaha baru. Selain itu, Cupu Manik Mandiri juga membangun rumah potong hewan sebagai nilai tambah dari peternakan. Cupu Manik Mandiri juga membuat inovasi dalam menjual daging mengambil keuntungan dari tingginya harga daging dan benchmarking terhadap RNI tentang pemotongan rantai bisnis, yang bernama Meat Me at Car. Tingkat perusahaan dilakukan secara bertahap mulai dari pembebasan lahan untuk kandang baru yang mengambil waktu 4 bulan, diikuti dengan pembuatan rumah pemotongan hewan yang mengambil 5 bulan dan Meat Me at Car yang memakan waktu 2 bulan. Setelah itu, analisis kelayakan dilakukan pada sapi potong untuk menentukan kelayakan usaha dan untuk menentukan Nilai Net Present, Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio dan Payback Period dari usaha sapi potong. Dari hasil analisis kelayakan diperoleh Net Present Value Rp18.159.862.426, IRR 38%, PP 3 tahun, dan Net B / C adalah 11.

Deskripsi Alternatif :

Cattle livestock actually has a potential to growing. Beef cattle business right now still us conventional/traditional ways and in-scale sideline business. If this business is occupied optimally with great investment and modern management, even in the small scale, this business can actually generate huge profit; because the cattle do not only produce meat, but also milk. Cupu Manik Mandiri is a company that engages in agribusiness, especially in the field of cattle. The business scope is on feedlot cattle, beef, and cattle feed. As it known to many types of cow that could be farmed but not all good to be fattening. Cattle that are


fattened on the Cupu Manik Mandiri such as limousirahman, simmental, and PO cow.In order to survive in this business Cupu Manik Mandiri makes analysis that will assist in


developing the meat business. The analysis conducted using PESTEL Analysis an acronym for Political, Economic, Social, Technological, Environment, Law and Regulations, after that used Value Chain Analysis a linked set of value creating activities. The data used are related to the internal data from Cupu Manik Mandiri and supporting data from literature and other source.Viewed from the analysis, it can be noted that the problem is still dependent to other resources ranchers such as cattle who still have to buy from others and the limited number of cows that can be farmed. On the other hand, the fact that the number of competitors is increasing, besides being viewed as an indicator that the market is in a good condition as well as still not satisfy the needs of beef, these opportunities must be utilized Cupu Manik Mandiri. Therefore, Cupu Manik Mandiri have three option to solve this problem such as corporate level, business level and functional level. From these three choices, the authors


chose the corporate level as most appropriate in addressing the problems facing Cupu Manik Mandiri. Strategy at the corporate level there is the expansion of land that will be utilized to increase the number of cows and build a new business unit that is breeding cattle. In addition,Cupu Manik Mandiri also build a slaughterhouse as an addition to the value of the farm.Cupu Manik Mandiri also made innovations in selling meat taking advantage of the high price of meat and benchmarking against RNI about cutting business chain, named Meat Me at Car. Corporate level is done in stages starting from the acquisition land for a new cowshed which took 4 months, followed by the manufacture of slaughterhouses which took 5 months and Meat Me at Car that takes 2 months. After that, the feasibility analysis conducted on beef cattle to determine the feasibility of the business and to determine the Net Present Value,Internal Rate of Return, Net Benefit Cost Ratio and Payback Period of the beef cattle business. From the feasibility analysis obtained Net Present Value Rp18.159.862.426, IRR 38%, PP 3 year, and Net B / C 11.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Erman A. Sumirat, SE., Ak., M. Buss, Editor: Taupik Abidin

File PDF...