Path: Top > S1-Final Project > Mining Engineering-FTTM > 2010

STUDI SIMULASI LABORATORIUM MENGENAI VENTILASI LOKAL PADA STOPE UNTUK PEMBERSIHAN GAS HASIL PELEDAKAN

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:39:05
Oleh : SELVIANA XU (NIM : 12106016); Pembimbing : Dr. Eng. Nuhindro P. Widodo, ST.,MT., S1 - Department of Mining Engineering
Dibuat : 2010, dengan 7 file

Keyword : penambangan bawah tanah , ventilasi lokal, stope

Aktivitas penambangan bawah tanah tidak terlepas dari proses pembongkaran terutama pada batuan yang tidak bisa digali bebas, peledakan mutlak diperlukan. Hasil-hasil


peledakan dapat berupa gas-gas beracun, sehingga pada tambang bawah tanah ataupun pekerjaan di dalam ruang tertutup, gas racun ini merupakan faktor yang harus


dipertimbangkan. Oleh karena itu, pada kegiatan peledakan tambang bawah tanah, penerapan ventilasi yang baik merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan. Tujuan utama ventilasi tambang adalah memberikan udara segar ke dalam tambang untuk keperluan pernapasan pekerja dan proses-proses yang terjadi di dalam tambang serta mengatur peredaran udara agar melarutkan gas-gas berbahaya dan atau beracun, mengurangi jumlah debu dalam aliran udara, dan mengurangi panas sehingga tercapai


keadaan lingkungan kerja yang nyaman.


Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran pada 2 kotak uji yang merepresentasikan stope tambang. Penelitian ini bertujuan menganalisis smoke clearing terutama pada


bagian stope. Penelitian ini dapat memberikan gambaran mengenai laju penurunan konsentrasi gas hasil peledakan terhadap waktu sehingga dapat mengurangi angka kecelakaan terutama masalah kesehatan dan keselamatan pekerja. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode gas tracer, yaitu suatu metode yang


menginjeksikan sejumlah gas dengan konsentrasi tertentu ke dalam miniatur stope tambang. Perubahan konsentrasi terhadap waktu akan diukur oleh gas detector. Alat ini


akan ditempatkan pada jalur udara keluar, dan gas yang terperangkap oleh alat ini selanjutnya akan dihitung konsentrasinya dalam selang waktu tertentu. Hasil dari


pengukuran ini akan menghasilkan kurva konsentrasi terhadap waktu.


Pada penelitian ini, dilakukan pengukuran pada 2 dimensi kotak uji yang berbeda (VA=0.11m3 dan VB=7.8m3 ) sehingga dapat diketahui hubungan antara dimensi dengan


laju pergantian udara. Penelitian ini juga dilakukan pada 3 kondisi yang berbeda yaitu pada kondisi pertama dimana fan exhaust dan intake dinyalakan, kondisi ke-2 dimana hanya fan exhaust yang dinyalakan dan kondisi 3 hanya fan intake yang dinyalakan.


Dari penelitian tersebut, didapatkan hasil percobaan yang menunjukkan pada kondisi 1 baik di kotak uji A maupun kotak uji B dihasilkan laju pergantian udara yang lebih besar dibanding kondisi lainnya yaitu laju pergantian udara pada kotak uji A berkisar 1,2-1,41


/menit dan pada kotak uji B berkisar 0,96-1,02 /menit. Dari hasil matching curve didapatkan koefisien dispersi untuk masing-masing kotak uji pada kondisi 1 adalah pada


kotak uji A berkisar 45-57m2/menit dan kotak uji B berkisar 18.6-25 m2/menit. Hasil pengujian juga menunjukkan distribusi udara dalam kotak uji tidak merata sehingga terdapat daerah-daerah (daerah sekitar titik a) yang kurang mendapat udara segar dari fan intake dengan umur udara di titik a sebesar 133 s. Pada penelitian ini diperoleh kurva penurunan konsentrasi yang sejalan dengan penelitian sebelumnya oleh de Souza (1993) yang dilakukan di stope tambang. Selain itu pada penelitian ini didapatkan bahwa koefisien difusi yang digunakan pada persamaan de Souza (1993) merupakan fungsi dari konfigurasi fan dan penempatan duct.

Deskripsi Alternatif :

Underground mining activities must be related with material excavation, especially massive rocks that can't excavated with conventional method, so that blasting must be done. This blasting result in toxic gases, this gases must be control regard to this activity work and closed space. There for in underg blsting act, a good mining ventilation system must be apply. The main porpose from this mining ventilation system is can provide fresh air inside the mining ud area which this fresh air needed by miner and machineries and also control cirkulation of air. This fresh air will to neutralized toxic gases, reduce dust concentration level, and finally will lower the temperature that can meke a comfortable workimg situation.


In this research, we used 2 boxes that reperesented working area in underground mining and analized the smoke clearing effect mainly in stope. So far, from this research can predict the decresing rate of gas concentration from blasting act versus time so can lower


accident that occur in underground miing mainly Health and safety isues. Method that we used in this research was gas tracer method. This method done by injecting such gases into the box. The changing of gas concentration neasure by gas detector. This detector placed at exhaust line. Gas that trapped inside this detector calculated in period of time. The result from thjs detector calculation is resulting concentration versus time curve.


That 2 boxes had different dimention so we can see relation dimention of box with air exchange rate. At the same time, we done this research at different condition. First condition is combination between blower system and exhaust system. Second condition is only exhaust system. Third condition is only blower system. From this, we found that the first condition was better than the others condition. Air exchange rate at box A is 1,2-1,41 /minute and at the box B is 0,96-1,02 /minute. By natching these curves we found dispertion coefisien for each box at first condition are at box A, 45-57m2/minute


and at the box B, 18.6-25 m2/minute . Also, this research indicared air was not distributed at the same level. This condition made several area inside the box were not preceieve fresh air from intake fan. An other results from this research we can see the same decresing level of gas concentration from precious research that done by de souse (1993) at stope. Otherwise, from this research, we also know that the dispertion coefisien that used in the equal De Sousa (1993) is a function of fan configuration and duct displacement.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing : Dr. Eng. Nuhindro P. Widodo, ST.,MT., Editor: PKL-SMK

File PDF...