Path: Top > S1-Final Project > Geodesy and Geomatics Engineering-FITB > 2008

SURVEY HIDROGRAFI DAN PELAKSANAAN ALUR PELAYARAN PELABUHAN

HYDROGRAPHY SURVEY AND DREDGING PROCESS IN PORT WATERWAY

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:51:09
Oleh : SATYA NUGRAHA (NIM 15103046), Central Library Institute Technology Bandung
Dibuat : 2008, dengan 9 file

Keyword : Hydrography, Dredging and Waterway

Sedimentasi pada alur pelayaran pelabuhan Tanjung Priok terjadi setiap saat. Pendangkalan dasar alur pelayaran menyebabkan tidak tepenuhinya persyaratan navigasi untuk keselamatan pelayaran. Peran hidrografi terletak pada survey yang dilakukan selama pekerjaan pengerukan. Tujuannya adalah mengetahui apakah kedalaman dasar alur pelayaran sudah mencapai batas desain kedalaman yang sesuai dengan ketentuan bagi alur pelayaran di Pelabuhan Tanjung Priok serta menghitung volume material yang harus dikeruk. Survey hidrografi yang dilakukan meliputi : penentuan posisi dengan metode absolute positioning, pengukuran kedalaman (sounding) dengan metode single beam serta pengamatan pasut. Survey dilakukan terdiri dari empat tahap yaitu tahap Check Sounding, Progress Sounding dan Final Sounding. Dari hasil tahapan tersebut, selanjutnya dihitung volume material yang akan dikeruk.





Analisis didasarkan pada jumlah volume material yang dikeruk di setiap spot (area) selama pekerjaan pengerukan dan analisis resiko yang didasarkan pada pengaruh ketelitian ukuran dalam perhitungan volume material yang dikeruk yang berdampak pada untung rugi biaya pengerukan.





Dengan adanya pekerjaan pengerukan, maka keselamatan pelayaran pada alur pelayaran pelabuhan dapat terjamin. Diharapkan peran serta hidrografi dapat lebih optimal. Terutama perlu dilakukan beberapa survey, yaitu : sidescan sonar, magnetometer, dan bahkan penelitian arus laut yang terkait pada peran oseanografi dalam pekerjaan pengerukan alur pelayaran pelabuhan.

Deskripsi Alternatif :

In port waterway of Tanjung Priok, sedimentation is formed every moment. Because of superficiality in seabed, port waterway doesn’t meet navigational requirement. Roles of hydrography hold in collecting data for dredging process. This survey aims to understand whether seabed has reached designed waterway depth and to calculate volume of soil to be dredged. This survey covers in positioning system with absolute positioning method, depth measurement with single beam method and water level. Surveys do in four phases: Check sounding before dredging, progress sounding during dredging and final sounding after dredging.





Analysis based on the amount of volume soil to be dredged in every spot (area) during dredging and risk analysis based on correctness effects of measurement for calculating volume soil to be dredged. Risk analysis can be affecting at profit or loss in expense of dredging.





In conclusion, safety navigation can be guaranteed by maintenance dredging. Hopefully, on the dredging work in the future should be consider the other observations, such as side scan sonar, soil sampling, and magnetometer in order to get more accurate results.

Copyrights : Copyright Â(c) 2001 by ITB Central Library. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiC
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Syamsul Bachri, M.Eng. dan Ir. Mulyono

    , Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...