Path: Top > S2-Theses > Development Studies-SAPPK > 2007

IDENTIFIKASI PERSEPSI MASYARAKAT DI KELURAHAN BANDARHARJO TERHADAP LINGKUNGAN TEMPAT TINGGAL

IDENTIFICATION OF BANDARHARJO COMMUNITY PERCEPTION ON THEIR LIVING ENVIRONMENT

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:28:16
Oleh : SANTY PAULLA DEWI (NIM 24005008); Pembimbing: Dr.Ir. Indra Budiman Syamwil, MSc., BEM., S2 - Development Studies
Dibuat : 2007, dengan 8 file

Keyword : persepsi, pola berhuni, degradasi lingkungan

Penelitian ini mengambil studi kasus di Bandarharjo, yang merupakan salah satu permukiman spontan di wilayah kantong kota Semarang. Wilayah ini banyak dihuni oleh para migran yang sebagian besar bekerja sebagai buruh industri dan nelayan. Selain kumuh, Bandarharjo tidak layak dijadikan sebagai wilayah permukiman karena terjadi degradasi lingkungan. Meski demikian masyarakat tetap bertahan di Bandarharjo.

Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap kondisi dari pola berhuni dan karakteristik masyarakat serta faktor-faktor yang mendorong masyarakat sehingga bertahan di Bandarharjo. Faktor-faktor ini ditinjau berdasar variabel ekonomi antara lain : penghasilan, pekerjaan, pengeluaran, kepastian pekerjaan, dan variabel sosial budaya (pendidikan, hubungan sosial masyarakat, masyarakat asli atau bukan, lama menetap) yang diolah dengan analisis faktor.

Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa persepsi masyarakat yang merasa nyaman tinggal di Bandarharjo dikarenakan keterbatasan penghasilan dan hubungan sosial masyarakat yang erat. Selain itu juga karena status rumah yang dihuni adalah milik pribadi dan sudah tinggal cukup lama sehingga membuat masyarakat merasa terbiasa dengan kondisi lingkungannya.

Temuan penelitian menunjukkan bahwa masyarakat bertahan di Bandarharjo karena adanya ketergantungan secara ekonomi. Mereka tinggal karena alasan pekerjaan. Namun di satu sisi pendapatan masyarakat yang minim membuat mereka kesulitan untuk menyediakan rumah yang layak huni. Hal ini diperburuk dengan status tanah yang merupakan milik negara membuat masyarakat kesulitan untuk menjual rumahnya. Nilai fisik aset rumah tidak sebanding dengan nilai eksternal lokasinya. Karena alasan inilah masyarakat memilih bertahan. Kondisi ini diperkuat oleh eratnya hubungan sosial masyarakat yang mendorong solidaritas bertahan. Kondisi ini mengisyaratkan bahwa program yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah relokasi mengingat adanya degradasi lingkungan yang tentunya disesuaikan dengan karakteristik masyarakat.

Deskripsi Alternatif :

This research take Bandarharjo as case study where one of spontaneous settlement in Semarang. Most dweller in this area are migrants that work as industrial workers and fisherman. Besides slum, Bandarharjo doesn't sustain as settlement area because there is environmental degradation. But, the community still hold out in Bandarharjo.

The aim of this research are to identify community perception about occupy pattern condition and community character also factors that push community hold out in Bandarharjo. This factors observed of economic variables like income, occupation, work assurance, and cultural-social variables (education, social community relationship and time of settle period) that analyze with factor analysis.

The analysis show community perception that feel comfort live in Bandarharjo because of income limitation and close social community relationship. Besides, home status is own and they have already live in Bandarharjo for long time period, that make them feel accusetomad with environment condition.

The research finding show that community hold out in Bandarharjo because economic dependency. They hold out because job reason. In the other hand they have minimun income make community difficult to prepare proper occupied house. This situation decayed with land status that state property make community hard to sale their house. House physics value didn't equal with external location value. This reason make community hold out. This situation reinforcement with social community relationship that close. It make hold out solidarity stronger. This situation indicate programme that should government do is resettlement that suits with community character.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing: Dr.Ir. Indra Budiman Syamwil, MSc., BEM., Editor: Vika A. Kovariansi

File PDF...