Path: Top S2-Theses Chemistry 2015

ELEKTRODA PASTA KARBON YANG DIMODIFIKASI DENGAN MOLECULARLY IMPRINTED POLY(METHYL RED) UNTUK PENENTUAN 3-BUTIL HIDROKSI ANISOL SECARA VOLTAMMETRI

MOLECULARLY IMPRINTED POLY(METHYL RED) MODIFIED CARBON PASTE ELECTRODE FOR VOLTAMMETRIC DETERMINATION OF 3-BUTYLATED HYDROXYANISOLE

Master Theses from JBPTITBPP / 2017-04-21 07:53:52
Oleh : SANDRA AMALIA RIYADI (NIM : 20513084), S2 - Chemistry
Dibuat : 2015, dengan 7 file

Keyword : Butil hidroksi anisol, metil merah, Molecularly Imprinted Polymer

Butil Hidroksi Anisol merupakan antioksidan sintesis golongan fenol yang terdiri dari campuran dua isomer 3-tert-butil-4-hidroksianisol (3-BHA) dan 2-tert-butil-4-

hidroksianisol (2-BHA). Penggunaan antioksidan sintesis golongan fenol pada saat ini tidak direkomendasikan oleh Kementrian Kesehatan karena diduga dapat menyebabkan penyakit kanker (Carcinogenic Agent). Maka dari itu penggunaan antioksidan sintesis ini dibatasi tidak boleh melebihi batas maksimumnya di setiap jenis bahan pangan. Menurut peraturan Kepala Badan BPOM No 38 Tahun 2013

tentang maksimum penggunaan bahan tambahan pangan antioksidan disebutkan bahwa batas aman penggunaan antioksidan sintesis BHA dalam bahan pangan adalah

sebesar 200 mg/kg sampel. Sehingga dibutuhkan suatu metode yang akurat dan sederhana. Metode yang biasanya digunakan untuk menganalisis BHA adalah metode

spektrofotometri dan High Performace Liquid Chromatography (HPLC). Namun metode tersebut memiliki kekurangan seperti preparasi sampel yang cukup rumit,

membutuhkan pelarut organik yang lebih banyak. Metode elektrokimia salah satunya adalah teknik voltammetri banyak dikembangkan untuk analisis antioksidan BHA

karena memiliki kelebihan di antaranya biaya analisis yang murah, selektivitas yang baik dan sensitivitas yang tinggi. Pada penelitian ini dikembangkan elektroda pasta

karbon (EPK) yang dimodifikasi oleh Molecularly Imprinted Polymer (MIP) untuk meningkatkan sensitivitas penentuan 3-BHA secara voltammetri. Modifikasi dilakukan dengan elektropolimerisasi larutan metil merah (MM) sebagai monomer fungsional dan BHA sebagai molekul target dengan elektrolit pendukung KNO3 0,1 M menggunakan teknik voltammetri siklik (15 siklus) pada rentang potensial -1,0V - 2,0V dan laju pindai sebesar 100 mV/s. Setelah terbentuk matriks antara polimer dan

molekul target, molekul target dihilangkan agar terbentuk cetakan yang spesifik bagi BHA. Proses penghilangan molekul target dilakukan dengan ekstraksi pelarut menggunakan etanol selama 30 detik dilanjutkan dengan 3 siklus voltammetri dalam larutan KNO3 0,1 M pada rentang potensial 0,0V - 1,2V. Penentuan BHA dilakukan dengan teknik Linear Sweep Voltammetry (LSV). Kebolehulangan pengukuran larutan BHA 0,1 mM memberikan arus puncak oksidasi dengan %RSD sebesar 8,8% (n=15). Kurva kalibrasi pengukuran memberikan linearitas yang sangat baik pada rentang konsentrasi 10 μM – 100 μM dan 100 μM - 1000 μM dengan kemiringan garis yang berbeda dan dengan limit deteksi sebesar 10,62 μM. Penentuan BHA pada sampel margarin dilakukan dengan cara kurva kalibrasi memberikan nilai perolehan kembali yang berkisar antara 96,96 – 103,50% yang menunjukkan akurasi

pengukuran yang baik.

Deskripsi Alternatif :

Butylated hydroxyanisole is a kind of synthetic phenolic antioxidant wich has two isomer: 3-tert-butyl-4-hydroxyanisole (3-BHA) and 2-tert-butyl-4-hydroxyanisole (2-BHA). Recently, the use of these synthetic phenolic antioxidants is not recomended by Ministry of Health because of the carcinogenic property of these compounds.

Therefore, the use of these synthetic antioxidant is restricted in all kind of food. According to BPOM regulation No 38 Year 2013, the amount of synthetic

antioxidant in food is limited to 200 mg/kg of sample. Therefore simple and accurate methods for BHA determination is needed. Many analytical proceedure for BHA determination have been developed based on spectrophotometry and liquid chromatography methods. However the reported methods for BHA determination

required complex pretreatment step and the use a lot of organic solvent. Electrochemical techniques, such as voltammetry provides simple analytical procedure, low operational cost, good selectivity and high sensitivity. In this study, we developed a new molecularly imprinted polymer (MIP) modified carbon paste electrode (CPE) to increase the sensitivity of Butylated Hydroxyanisole (BHA) determination. Methyl red was electropolymerized on the surface of CPE with cyclic voltammetry technique (15 cycles) at potential range of -1,0V – 2,0V from solution containing methyl red and BHA in 0,1 M KNO3 as supporting electrolyte. To form the MIP, BHA was removed from polymer matrix by immersing the electrode in ethanol 30 second followed by 3 cycles of CV in 0,1 M KNO3 at potential range of 0,0V – 1,2V and scan rate of 100 mV/s. Linear Sweep Soltammetry (LSV) technique was used in BHA determination. Repeated measurement of 0.1 M BHA solution gave %RSD of oxidation peak of 8,8% (n=15).

Calibration curve gave good linearity in the concentration range of 10 μM – 100 μM and 100 μM – 1000 μM with different slopes and limit of detection of 10,62 μM. Determination of BHA in margarine samples resulted in percent recovery between 96,96 – 103,50% which indicates good accuracy of the methods.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS2 - Chemistry
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id