Path: Top > S1-Final Project > School of Business and Management > 2017

Inovasi Model Bisnis Berbasis Jejaring pada Industri Kerajinan di Indonesia, Studi Kasus: Hamzah Batik, Batik Giriloyo, dan Dekoruma

NETWORK-BASED BUSINESS MODEL INNOVATION IN CRAFT INDUSTRY IN INDONESIA, CASE STUDY OF HAMZAH BATIK, BATIK GIRILOYO, AND DEKORUMA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-17 08:01:16
Oleh : SALSABILA FARAH NADHIRA (NIM 19014123), School of Business and Management
Dibuat : 2017-09-17, dengan 1 file

Keyword : Network, Business Model, Business Model Innovation, Value, Craft Industry

ABSTRAKSI



Industri kerajinan Indonesia termasuk dalam kategori 3 terbesar kontributor ekonomi kreatif bagi ekonomi Indonesia. Selain itu, industri kerajinan di Indonesia memiliki peluang dan tantangan. Salah satu peluang yang ada pada industri kerajinan di Indonesia adalah Indonesia memiliki kekayaan sumber daya yang melimpah dan juga sudah banyak kerajinan Indonesia yang dikenal

secara internasional seperti Batik, Wayang, Ukiran Kayu, Tenun, Anyaman, dll. Di sisi lain, seiring berkembangnya jaman, industri kerajinan juga mengalami tantangan-tantangan seperti kurang dimanfaatkannya sarana teknologi informasi yang sedang berkembang sebagai media pemasaran, masih rendahnya pemahaman tentang bagi pengrajin, kurangnya pengembangan fasilitas

dan prasarana yang efektif dan efisien untuk mendukung proses produksi, dan juga belum siapnya IKM (industri kecil menengah) menghadapi MEA (masyarakat ekonomi asean) karena produk Indonesia kurang bersaing dengan produk luar negeri baik dari sisi harga dan kualitas. Salah satu cara untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut adalah melakukan inovasi dalam bisnis model

yang dilakukan dengan berkolaborasi dengan berbagai pelaku bisnis lain. Tetapi, para pelaku industri kerajinan di Indonesia masih kurang pemahaman tentang kolaborasi. Hal tersebut mengakibatkan permasalahan-permasalahan yaitu kurang pahamnya kondisi jejaring industri kerajinan yang ada, model bisnis, model bisnis inovasi dan nilai yang diperoleh dari implementasi

network, model bisnis dan model bisnis inovasi dalam jaringan. Permasalahan tersebut menjadi permasalahan inti dalam penelitian ini.


Dalam penelitian ini, penulis menggunakan kerangka konseptual model bisnis yang berbasis jaringan yang terdiri dari 4 dimensi yaitu network, bisnis model, bisnis model innovasi dan hasilnya yaitu value. Penelitian ini menggunakan semi-structred interview dan secondary data. Responden dipilih oleh penulis berdasarkan horizontal yaitu Hamzah Batik, vertical yaitu Batik Giriloyo and multidimensional yaitu Dekoruma. Responden dipilih dengan menggunakan random

sampling dengan berfokus pada adanya kemungkinan mereka dapat menghasilkan data akurat dalam penelitian ini. Responden dalam penelitian ini meliputi satu orang dari focal firm dan satu atau lebih orang dari anggota jaringan. Setiap studi kasus dipilih berdasarkan pengalaman mereka dalam melakukan inovasi model bisnis berbasis jaringan yang dapat memberi pemahan bagi para

pelaku industri kerajinan di Indonesia untuk melakukan kolaborasi.


Hasil dari studi kasus dalam penelitian ini menunjukan kondisi jaringan, bisnis model, inovasi bisnis model yang berbeda akan menghasilakan output nilai yang berbeda. Pada kasus ini, jaringan yang paling banyak menawarkan value creation and value delivery adalah horizontal. Nilai-nilai yang dihasilkan tergantung kegiatan berkolaborasi yang ada dalam jaringan. Dari penelitian ini juga menunjukan bahwa sebaiknya para pelaku di industri kerajinan memahami kondisi, bisnis

model, inovasi bisnis model yang ada karena dari masing-masing type jaringan mempunyai karakteristik masing-masing dan nilai yang berbeda. Penulis memberikan rekomendasi untuk industri kerajinan dan akademisi.


Kata Kunci: Jaringan, Model Bisnis, Inovasi Model Bisnis, Nilai, Industri Kerajinan

Deskripsi Alternatif :

ABSTRACT



Indonesian craft industry is included in the 3 largest categories contributor of creative economy



Indonesia. In addition, the craft industry in Indonesia has great opportunities and challenges. One



of the opportunities that exist in the Indonesian craft industry is that Indonesia has an abundant



wealth of resources and also many Indonesian crafts are known internationally such as Batik,



Wayang, Carving Wood, Weaving, Webbing, etc. On the other hand, as the era develops, the craft



industry also faces challenges such as the underutilization of the emerging information technology



medium as a marketing medium, the low understanding of branding for craftsmen, the lack of



effective and efficient facilities and infrastructure development to support the production process,



and also the SMEs is not ready yet to face the AEC (Asian Economic Community) because



Indonesian products are less competitive with overseas products in terms of price and quality. One



of the way to overcome these challenges is to innovate in business models that are done in



collaboration with various other business actors. However, the craft industry players in Indonesia



are still lacking understanding of collaboration. This resulted in problems of lack of understanding



of existing craft industry network conditions, business models, business models of innovation and



value obtained from the implementation of network, business model and business model of



innovation in the network. This problem becomes the core problem in this research.



In this research, the authors use a conceptual framework of a network-based business model



consisting of 4 dimensions of network, business model, business model innovation and the result is



value. This research used qualitative data method by using semi-structured interview and secondary



data. The respondent of this research are horizontal which is Hamzah Batik, vertical which is Batik



Giriloyo and multidimensional which is Dekoruma. Respondents were selected using random



sampling by focusing on the possibility that they could produce accurate data in this study.



Respondents in this study included one person from the focal firm and one or more people from the



network members. Each case study was chosen based on their experience in innovating a networkbased



business model that could provide the knowledge for the craft industry players in Indonesia



to collaborate.



The results of case studies in this study show the condition of network, business model, business



model innovation that different will produce different value output. In this case, the network that



provides the most value creation and value delivery is horizontal. The resulting values depend on



the collaborating activities that exist within the network. From this research also shows that it is



better for the actors in the craft industry to understand the condition, business model, business



model innovation that exists because of each network type which are vertical, horizontal and



multidimensional have their own characteristics and different values. The author give



recommendation for craft industry player and academician.



Keywords: Network, Business Model, Business Model Innovation, Value, Craft Industry

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Dr. Dina Dellyana, Apt., MBA., Editor: Wiwik Istiyarini

File PDF...