Path: Top > S1-Final Project > Civil Engineering-FTSL > 2015

STUDI ANALISIS DAN DESAIN GALIAN UNTUK BASEMENT GEDUNG HOTEL DI KAWASAN JAKARTA

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 10:25:51
Oleh : SAIFUL ANAM (NIM: 15011034), Department of Civil Engineering
Dibuat : 2015, dengan 8 file

Keyword : galian, dinding penahan tanah, Mohr-Coulomb, Hardening Soil, secant bored pile wall, concrete soldier pile wall, strut, PLAXIS 2D

Konstruksi Basement pada umumnya digunakan sebagai lahan parkir atau hunian untuk beberapa bangunan gedung tinggi. Sebagai ruang yang berada di dalam tanah pelaksanaan konstruksi harus dipertimbangkan secara tepat. Konstruksi basement dilakukan dengan metoda top-down atau bottom up. Kedua jenis metode ini didasarkan pada pertimbangan kondisi wilayah konstruksi dan karakteristik tanah tempat konstruksi. Kedua metode


tersebut berfokus kepada pengaruh gangguan tanah terhadap lingkungan sekitar, kenyamanan proses kontruksi dan biaya yang akan dikeluarkan dalam proyek. Konstruksi


Basemen meliputi desain dinding penahan tanah untuk menahan gangguan akibat galian. Pada tugas akhir ini, studi kasus yang dilakukan adalah galian dengan luasan 50 x 70 m dan galian di dalamnya seluas 35 x 10 m dengan kedalaman total 11 m, 6.5 m untuk galian 50 x 70 m dan 3,5 m untuk galian 35 x 10 m. konidisi lapangan merupakan dominan clay dengan susunan lempung dan lempung kelanauan. Dinding penahan tanah yang digunakan


ada dua macam yaitu secant bored pile wall untuk galian 6.5 m dan concrete Soldier Pile wall untuk galian 3.5 m. Perkuatan yang dipakai adalah jenis perkuatan strut.


Struktut dinding penahan tanah yang dipakai adalah secant pile dengan diameter tiang 880 mm dan spasi 1200 mm, dipasang sampai kedalaman 21 m. Sedangkan soldier pile yang digunakan adalah tiang dengan panjang sisi 400 mm yang dipasang sedalam 13 m dan diberi spasi 600 mm. Kedua sistem dinding penahan tanah dipasang strut dengan profil baja 350 x 350 mm dengan jarak 6 m, panjang 12 m untuk soldier pile wall dan 14 m untuk secant pile wall. Pemodelan fiex end anchor dipilih untuk strut dengan pemodelan tanah mohr coulomb dan hardening soil masing masing untuk kedua galian. Tahapan konstruksi akan terdiri dari 4 tahapan galian dan dua tahapan berupa pembebanan dan pemasangan strut untuk masing masing galian. Metode pelaksanaan yang dipakai adalah braced excavation. Analisis galian yang dilakukan meliputi analisis angka keamanan, deformasi dinding penahan tanah, deformasi pada sisi galian dan dasar galian, analisis gaya strut, gaya dinding, analisis dewatering, dan Basal heave. Pemodelan menggunakan PLAXIS 2D


dengan metode A yaitu undrained soil behavior dengan parameter efektif. Hasil studi ini menunjukkan bahwa angka kemanan dan deformasi galian telah memenuhi syarat untuk SF>1.5 dan deformasi <45 mm.

Deskripsi Alternatif :

Construction Basement is generally used as a parking area or a residential for several highrise buildings. As a ground building, construction should be considered appropriately. Basement construction is done by the method of top-down or bottom up. Both of type of method is based on the consideration of the construction area and the characteristics of the land where the construction. Both methods are focused on the influence of soil disturbance to the surrounding environment, the comfort of the construction process and the costs to be


incurred in the project. Basement construction including retaining wall design for supporting disturbance affect by excavation. On this project, we will analyze the excavation of 50 x 70 m area and the excavation inside of 35 x 10 m by total depth 11 m, 6.5 m for 50 x 70 m excavation and 3.5 for 35 x 10 m excavation. The area of excavation is dominantly consist of clay, there are silty clay and clay. Two retaining system are available for this project, secant bored pile for 6.5 m excavation and concrete soldier pile for 3.5 excavation. On this retaining wall, strut are used to support the allĀ’strength. Structure used for secant pile is 880 diameter with 1200 spacing on it and installed by depth


21 m to the ground. For soldier pile, square soldier pile with 400 mm length are used with space about 600 m and installed by depth 13 m. Both of retaining wall system are installed by strut with profil 350 x 350 mm with 6 m space and length 12m for soldier pile and 14 m


for secant pile wall. The strut modelled as fix end anchor with mohr coulomb and hardening soil for soil modeling. The whole construction are planned for 4 stage construction of excavation and two stage more for loading and installation of strut, for each type of


excavation. The method of construction is braced excavation The analysis of excavation including safety factor analysis, deformation of retaining wal, deformation of soil excavation, force analysis on strut and retaining wall, dewatering analysis, and basal heave. PLAXIS 2D is used for modelling this case with undrained soil behavior (Type A) using effective parameter. This analysis give a conclusion that the


excavation is passed the requirement of minimum Safety factor >1.5 and maximum deformation <45mm

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiD
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Pembimbing :Ir. Erza Rismantojo, MSCE, Ph.D, Editor: Alice Diniarti

File PDF...