Path: TopS1-Final ProjectUrban and Regional Planning-SAPPK2017

IDENTIFIKASI KESIAPAN PEMBENTUKAN KAMPUNG RAJUT BINONG JATI SEBAGAI DAERAH TUJUAN WISATA RAJUT

Undergraduate Theses from JBPTITBPP / 2017-10-09 10:30:31
Oleh : Safira Elzahra (15413083), S1 - Regional and City Planning-SAPPK (safiraelzahra95@gmail.com)
Dibuat : 2017-10-03, dengan 1 file

Keyword : Pariwisata perkotaan, daerah tujuan wisata, kampung rajut Binong Jati, indikator komponen produk wisata
Subjek : Pariwisata
Kepala Subjek : Social sciences ; Ilmu sosial
Nomor Panggil (DDC) : 338.4791

Pariwisata perkotaan merupakan bentuk umum dari pariwisata yang memanfaatkan unsur-unsur perkotaan (bukan pertanian) dan segala hal yang terkait dengan aspek kehidupan kota (pusat pelayanan dan kegiatan ekonomi) sebagai daya tarik wisata. Daya tarik wisata adalah satu dari tiga komponen yang diperlukan dalam membentuk daerah tujuan wisata. Daya tarik wisata hanya memiliki makna bagi pengembangan wilayah jika mudah dikunjungi, artinya memiliki tingkat keterhubungan (aksesibilitas) tinggi. Salah satu faktor potensi untuk dibentuknya sebuah daerah tujuan wisata adalah adanya fasilitas penunjang wisata. Kampung rajut Binong Jati merupakan salah satu sentra di Kota Bandung dan satu-satunya sentra yang sudah memiliki pengelola pariwisata. Kampung rajut Binong Jati yang sudah ada sejak tahun 1960-an mulai merambah bidang pariwisata. Awalnya kampung rajut hanya sebagai sentra rajut yang setiap harinya memproduksi produk rajut secara lusinan. Namun pada tahun 2013 mulai ada toko-toko yang menjual rajut secara satuan. Hal ini sebagai salah satu bentuk dukungan dalam pengadaan pariwisata di kawasan dan juga sebagai persiapan pembentukkan kawasan kampung rajut Binong Jati sebagai daerah tujuan wisata rajut. Sebelum menjadikan kampung rajut Binong Jati sebagai daerah tujuan wisata diperlukan kriteria pada setiap indikator. Indikator akan digunakan sebagai salah satu penilaian kesiapan pembentukan kawasan. Kampung batik Kauman dijadikan sebagai preseden untuk setiap penilaian indikatornya. Metode analisis yang digunakan pada penelitian ini adalah triangulasi teori yang digunakan untuk mendapat indikator yang sesuai untuk penilaian, analisis isi yang digunakan untuk mengidentifikasi pemenuhan indikator daerah tujuan wisata, dan analisis gap untuk mengetahui kekurangan dari kampung rajut. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 3 komponen produk wisata dengan 36 indikator sebagai dasar penilaian. Kampung rajut Binong Jati belum memenuhi sebagai daerah tujuan wisata sehingga perlu dukungan dari berbagai pihak dalam pengembangannya, baik dari segi kawasan maupun dukungan secara dokumen.

Deskripsi Alternatif :

Urban tourism is a common form of tourism that utilizes urban elements (not agriculture) and all things related to the aspects of urban life (service centers and economic activities) as a tourist attraction. Tourist attraction is one of the three components required in forming a tourist destination. The tourist attraction only has meaning for the development of the region if it is easy to visit, meaning it has a high level of accessibility (accessibility). One of the potential factors for the establishment of a tourist destination is the presence of tourism support facilities. Binong Jati knitting village is one of the centers in Bandung and the only center that already has a tourism manager. Binong Jati knitting village that has existed since the 1960s began to penetrate the field of tourism. Originally knit village only as a knitting center that every day to produce knitting products dozens. But by 2013 there are shops that sell knitting in units. This is as one form of support in the procurement of tourism in the region and also as a preparation for the formation of binong Jati knit village as a knitting tourist destination area. Before making the village of Binong Jati knitting as a tourist destination required criteria on each indicator. The indicator will be used as one of the assessment of the readiness of regional establishment. Batik Kauman village serve as a precedent for each assessment indicator. The method of analysis used in this research is triangulation theory which is used to get the appropriate indicator for the assessment, content analysis which is used to identify the fulfillment of indicator of tourist destination area, and gap analysis to know the deficiency of the knitting village. Based on the research results, there are 3 components of tourism products with 36 indicators as the basis of assessment. Binong Jati knitting village has not fulfilled as a tourist destination area, so it needs support from various parties in its development, both in terms of area and document support.

Copyrights : Copyright (c) 2001 by Perpustakaan Digital ITB. Verbatim copying and distribution of this entire article is permitted by author in any medium, provided this notice is preserved.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Supervisor: Ir. Heru Purboyo Hidayat Putro, DEA, Ph.D., Editor: Yoninur Almira

File PDF...