Path: TopS3-DissertationsEngineering Science2001

PENGEMBANGAN MODEL SIMULASI DAN PENGGUNAAN METODE PROSES ANALISIS BERHIRARKI DALAM PENENTUAN TIPS ANGKUTAN UMUM PERKOTAAN YANG OPTIMUM

PhD Theses from JBPTITBPP / 2009-12-29 15:10:51
Oleh : RICHARD NAPITUPULU, Sipil ITB
Dibuat : 2001-01-13, dengan file

Keyword : Tipe angkutan umum perkotaan

Tipe angkutan umum perkotaan adalah jenis angkutan yang mempunyai kapasitas penumpang dan satuan mobil penumpang tertentu beroperasi untuk pelayanan wilayah perkotaan. Pada trayek/rute tertentu dengan tipe angkutan yang berbeda akan mendapatkan kinerja pelayanan (seperti: waktu tunggu, ongkos, okupansi/load factor, intensitas bus pada ruas jalan, waktu tempuh dan kenyamanan) yang berbeda. Bila tipe angkutan dan frekuensi operasi armada (supply) tidak disesuaikan dengan kebutuhan penumpang (demand) dan kapasitas jalan dapat menimbulkan permasalahan, seperti: persaingan antar angkutan, dampak pengoperasian terhadap lalulintas lain yang dapat menambah tingkat kemacetan dan kecelakaan lalulintas.

Bentuk rumus penentuan tipe angkutan optimum telah dikembangkan dengan metode Lagrange-Multiplicator, namun belum dapat digunakan untuk kondisi. di luar kota London, karena adanya perbedaan prasarana, perilaku sistem atau aturan-aturan dan penentuan koefisien yang sulit didapat (data pengamatan yang berkelanjutan). Penentuan tipe angkutan optimum dengan model simulasi berdasarkan jaringan (beberapa rute/trayek yang memungkinkan) juga telah dilakukan, yaitu dari model trip generation ke trip distribution dan modal split, kemudian dilakukan assignment angkutan umum dengan beberapa alternatif biaya. Jadi model simulasi dilakukan dengan pengamatan yang lebih makroskopik.

Tujuan penelitian iii adalah menentukan tipe angkutan umum perkotaan yang optimum (dari empat jenis tipe angkutan) dioperasikan pada trayek tertentu berdasarkan keseimbangan tingkat kepentingan antar komponen terkait (penumpang, operator dam pemerintah) terhadap unjuk kerja masingmasing tipe pada trayek yang ditinjau. Untuk mencapai tujuan iii diperlukan pengembangan model simulasi dam penggunaan metode proses analisis berhirarki (Analytic Hierarchy Process, AHP). Model simulasi iii dapat mengamati kondisi yang lebih mikroskopik, seperti: waktu tunggu, penumpang batal, antrian penumpang dam antrian angkutan di setiap halte per selang waktu; okupansi, kecepatan dam intensitas armada di setiap antar halte per selang waktu pengamatan; tundaan armada di setiap persimpangan. Dengan mensimulasikan ke-empat jenis tipe angkutan (angkot, elf, metromini dam damri) pada trayek tertentu, didapat besaran variabel kinerja pelayanan masing-masing tipe angkutan pada trayek tersebut, seperti: waktu tunggu penumpang, kecepatan armada, okupansi armada, intensitas intensitas. Variabel hasil simulasi ditambah dengan besaran ongkos dam tingkat kenyamanan masing-masing tipe angkutan ditentukan sebagai kriteria dalam mengoptimasi tipe angkutan pada trayek dengan metode AHP. Metode AHP digunakan,.....

Deskripsi Alternatif :

Tipe angkutan umum perkotaan adalah jenis angkutan yang mempunyai kapasitas penumpang dan satuan mobil penumpang tertentu beroperasi untuk pelayanan wilayah perkotaan. Pada trayek/rute tertentu dengan tipe angkutan yang berbeda akan mendapatkan kinerja pelayanan (seperti: waktu tunggu, ongkos, okupansi/load factor, intensitas bus pada ruas jalan, waktu tempuh dan kenyamanan) yang berbeda. Bila tipe angkutan dan frekuensi operasi armada (supply) tidak disesuaikan dengan kebutuhan penumpang (demand) dan kapasitas jalan dapat menimbulkan permasalahan, seperti: persaingan antar angkutan, dampak pengoperasian terhadap lalulintas lain yang dapat menambah tingkat kemacetan dan kecelakaan lalulintas.

Bentuk rumus penentuan tipe angkutan optimum telah dikembangkan dengan metode Lagrange-Multiplicator, namun belum dapat digunakan untuk kondisi. di luar kota London, karena adanya perbedaan prasarana, perilaku sistem atau aturan-aturan dan penentuan koefisien yang sulit didapat (data pengamatan yang berkelanjutan). Penentuan tipe angkutan optimum dengan model simulasi berdasarkan jaringan (beberapa rute/trayek yang memungkinkan) juga telah dilakukan, yaitu dari model trip generation ke trip distribution dan modal split, kemudian dilakukan assignment angkutan umum dengan beberapa alternatif biaya. Jadi model simulasi dilakukan dengan pengamatan yang lebih makroskopik.

Tujuan penelitian iii adalah menentukan tipe angkutan umum perkotaan yang optimum (dari empat jenis tipe angkutan) dioperasikan pada trayek tertentu berdasarkan keseimbangan tingkat kepentingan antar komponen terkait (penumpang, operator dam pemerintah) terhadap unjuk kerja masingmasing tipe pada trayek yang ditinjau. Untuk mencapai tujuan iii diperlukan pengembangan model simulasi dam penggunaan metode proses analisis berhirarki (Analytic Hierarchy Process, AHP). Model simulasi iii dapat mengamati kondisi yang lebih mikroskopik, seperti: waktu tunggu, penumpang batal, antrian penumpang dam antrian angkutan di setiap halte per selang waktu; okupansi, kecepatan dam intensitas armada di setiap antar halte per selang waktu pengamatan; tundaan armada di setiap persimpangan. Dengan mensimulasikan ke-empat jenis tipe angkutan (angkot, elf, metromini dam damri) pada trayek tertentu, didapat besaran variabel kinerja pelayanan masing-masing tipe angkutan pada trayek tersebut, seperti: waktu tunggu penumpang, kecepatan armada, okupansi armada, intensitas intensitas. Variabel hasil simulasi ditambah dengan besaran ongkos dam tingkat kenyamanan masing-masing tipe angkutan ditentukan sebagai kriteria dalam mengoptimasi tipe angkutan pada trayek dengan metode AHP. Metode AHP digunakan,.....

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiS
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • Editor:

Download...