Path: TopS3-DissertationsMathematics-FMIPA2001

BIODEGRADASI KLOROLIGNIN


OLEH Pseudomonas putida ATCC 45491


DAN Phanerochaete chrysosporium BKMF 1767

PhD Theses from JBPTITBPP / 2017-09-27 15:45:34
Oleh : Pingkan Aditiawati, Biologi-ITB
Dibuat : 2001-06-28, dengan 1 file

Keyword : Air buangan proses pemutihan pulp yang menggunakan klorin pada industri pulp dan kertas mengandung senyawa organik terklorinasi yang dikenal sebagai klorolignin. Klorolignin mempunyai dampak terhadap lingkungan karena klorolignin BM rendah bersifat toksik

Air buangan proses pemutihan pulp yang menggunakan klorin pada industri pulp dan kertas mengandung senyawa organik terklorinasi yang dikenal sebagai klorolignin. Klorolignin mempunyai dampak terhadap lingkungan karena klorolignin BM rendah bersifat toksik, mutagenik, dan karsinogenik, sedangkan klorolignin BM tinggi sulit didegradasi.



Proses pengolahan air buangan dari proses pemutihan pulp ini telah dilakukan baik secara fisik maupun kimia, tetapi hasilnya belum memuaskan karena membutuhkan biaya yang tinggi. Sedangkan pengolahan secara biologi konvensional yang dilakukan dengan lumpur aktif atau kolam aerob / anaerob hanya mampu menyisihkan 19 - 66% klorolignin dan menghasilkan senyawa hasil degradasi yang lebih toksik.



Pada penelitian ini telah dilakukan kajian degradasi klorolignin secara mikrobiologi menggunakan kultur bakteri Pseudomonas putida dan jamur Phanerochaete chrysosporium serta kultur keduanya secara konsekutif. Meskipun kemampuan P. chrysosporium mendegradasi lignin telah digunakan untuk mereduksi warna limbah hasil pemutihan pulp (Bleach Plant Effluent / BPE), pada penelitian ini dilakukan kajian peningkatan aktivitas ligninolitiknya dengan melakukan optimasi kondisi lingkungan yang amat mempengaruhinya. Sedangkan pengkajian P. putida dilakukan untuk mengetahui kemampuan dehalogenasi dan degradasinya pada substrat klorolignin karena hal ini belum pernah diteliti. Kedua mikroba ini mempunyai potensi untuk digunakan pada pengolahan limbah pemutihan pulp karena mempunyai kemampuan menggunakan substrat dengan spektrum yang luas. Penggunaan kultur campuran secara konsekutif diharapkan mampu meningkatkan laju degradasi klorolignin sehingga diperoleh persentase penyisihan klorolignin yang tinggi dalam waktu singkat tanpa menghasilkan senyawa antara yang bersifat toksik.



Penelitian dilakukan bertahap menggunakan klorolignin sintetik hasil klorinasi indulin AT mengikuti metode Lundquist et al., 1977 yang dimodifikasi. Pada tahap awal dilakukan kajian degradasi klorolignin oleh P. chrysosporium kemudian oleh P. putida dan tahap selanjutnya menggunakan P. putida dan P. chrysosporium secara konsekutif Degradasi klorolignin dilakukan dalam kultur cair yang dikocok pada skala Erlenmeyer 100 mL yang kemudian ditingkatkan menggunakan erlenmeyer 500 mL. Parameter yang dioptimasi meliputi suhu, pH awal media, jumlah inokulum, agitasi, kadar glukosa sebagai kosubstrat dan kadar klorolignin......

Deskripsi Alternatif :

Air buangan proses pemutihan pulp yang menggunakan klorin pada industri pulp dan kertas mengandung senyawa organik terklorinasi yang dikenal sebagai klorolignin. Klorolignin mempunyai dampak terhadap lingkungan karena klorolignin BM rendah bersifat toksik, mutagenik, dan karsinogenik, sedangkan klorolignin BM tinggi sulit didegradasi.



Proses pengolahan air buangan dari proses pemutihan pulp ini telah dilakukan baik secara fisik maupun kimia, tetapi hasilnya belum memuaskan karena membutuhkan biaya yang tinggi. Sedangkan pengolahan secara biologi konvensional yang dilakukan dengan lumpur aktif atau kolam aerob / anaerob hanya mampu menyisihkan 19 - 66% klorolignin dan menghasilkan senyawa hasil degradasi yang lebih toksik.



Pada penelitian ini telah dilakukan kajian degradasi klorolignin secara mikrobiologi menggunakan kultur bakteri Pseudomonas putida dan jamur Phanerochaete chrysosporium serta kultur keduanya secara konsekutif. Meskipun kemampuan P. chrysosporium mendegradasi lignin telah digunakan untuk mereduksi warna limbah hasil pemutihan pulp (Bleach Plant Effluent / BPE), pada penelitian ini dilakukan kajian peningkatan aktivitas ligninolitiknya dengan melakukan optimasi kondisi lingkungan yang amat mempengaruhinya. Sedangkan pengkajian P. putida dilakukan untuk mengetahui kemampuan dehalogenasi dan degradasinya pada substrat klorolignin karena hal ini belum pernah diteliti. Kedua mikroba ini mempunyai potensi untuk digunakan pada pengolahan limbah pemutihan pulp karena mempunyai kemampuan menggunakan substrat dengan spektrum yang luas. Penggunaan kultur campuran secara konsekutif diharapkan mampu meningkatkan laju degradasi klorolignin sehingga diperoleh persentase penyisihan klorolignin yang tinggi dalam waktu singkat tanpa menghasilkan senyawa antara yang bersifat toksik.



Penelitian dilakukan bertahap menggunakan klorolignin sintetik hasil klorinasi indulin AT mengikuti metode Lundquist et al., 1977 yang dimodifikasi. Pada tahap awal dilakukan kajian degradasi klorolignin oleh P. chrysosporium kemudian oleh P. putida dan tahap selanjutnya menggunakan P. putida dan P. chrysosporium secara konsekutif Degradasi klorolignin dilakukan dalam kultur cair yang dikocok pada skala Erlenmeyer 100 mL yang kemudian ditingkatkan menggunakan erlenmeyer 500 mL. Parameter yang dioptimasi meliputi suhu, pH awal media, jumlah inokulum, agitasi, kadar glukosa sebagai kosubstrat dan kadar klorolignin......

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiB
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

File PDF...