Path: TopS3-DissertationsEngineering Science2000

KUANTIFIKASI SISTEM HIDROGEOLOGI DAN POTENSI AIRTANAH DAERAH GUNUNGSEWU,
PEGUNUNGAN SELATAN, DIY
(Didekati Dengan Analisis Geometri Fraktal)

PhD Theses from JBPTITBPP / 2007-04-13 09:38:35
Oleh : Sari Bahagiarti Kusumayudha, Geologi-ITB
Dibuat : 2000-06-17, dengan 1 file

Keyword : Daerah Gunungsewu merupakan perbukitan kerucut karst yang berada di zona fisiogafik Pegunungan Selatan Jawa Tengah - Jawa Timur, dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY

Daerah Gunungsewu merupakan perbukitan kerucut karst yang berada di zona fisiogafik Pegunungan Selatan Jawa Tengah - Jawa Timur, dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY. Daerah ini senantiasa menderita kekeringan di musim kemarau, karena air permukaan yang langka. Diperkirakan terdapat cukup banyak air di bawah tanah, terbukti dari banyak dijumpainya sungai-sungai bawah permukaan.

Geomorfologi Daerah Gunungsewu, berdasarkan morfogenetik dan morfometriknya dapat dikelompokkan menjadi tiga satuan, yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Karst, Satuan Geomorfologi Perbukitan Kerucut Karst, dan Satuan Geomorfologi Teras Pantai. Secara umum karstifikasi di daerah ini sudah mencapai tahapan dewasa.

Lapisan paling bawah stratigafi Daerah Gunungsewu berupa endapan vulkanik yang terdiri dari batupasir tufaan, lava, dan breksi, yang dikenal sebagai Kelompok Besole. Di atas batuan basal tersebut, secara setempat-setempat didapatkan napal Formasi Sambipitu, serta batugamping tufaan dan batugamping lempungan Formasi Oyo. Di atasnya lagi dijumpai batugamping Gunungsewu Formasi Wonosari yang dianggap merupakan lapisan pembawa air di daerah penelitian. Di bagian paling atas, berturut-turut terdapat napal Formasi Kepek, endapan aluvial dan endapan vulkanik Merapi.

Berdasarkan litofasiesnya, batugamping Gunungsewu dapat dibedakan menjadi batugamping bioklastik wackestone, dan batugamping terumbu yang terdiri dari boundstone dan packstone. Di lapangan, sebagai singkapan, batugamping Gunungsewu menunjukkan dua sifat fisik berbeda, yaitu karstik dan kapuran (chalky = kalice). Batugamping karstik bersifat pejal dan keras, sedangkan batugamping kalice bersifat rapuh dan lunak.

Porositas sekunder berbentuk saluran (conduit) dan rongga-rongga, merupakan porositas yang dominan pada batugamping karstik, sedangkan porositas intergranuler (matriks) merupakan porositas yang terdapat pada batugamping kalice. Dengan demikian, airtanah di dalam batugamping karstik akan mengalir secara conduit flow (aliran saluran) sedangkan di dalam batugamping kalice akan bergerak secara diffuse flow (aliran rembesan).

Berdasarkan analisis fraktal, topografi di Daerah Gunungsewu yang diwakili oleh pola alur permukaan, dapat dikelompokkan menjadi lima satuan, masing-masing adalah Satuan A yang menunjukkan dimensi fraktal 1,054 < D _< 1,080, Satuan B yang menunjukkan dimensi fraktal 1,129 < D < 1,180, Satuan C yang mempunyai dimensi fraktal 1.240 < D < 1,389, Satuan D yang memounyai dimensi fraktal 1,4390 < D < 1,499 dan Satuan E dengan dimensi fraktal 1,500 < D < 1,698. Satuan A ditempati oleh napal, Satuan B ditempati oleh wackestone, Satuan C ditempati oleh batugamping yang mengalami kalicifikasi, Satuan D disusun oleh packstone (dominan) dan boundstone, serta Satuan E disusun oleh boundstone (dominan) dan packstone. Satuan-satuan A dan B secara morfometrigenetik termasuk Satuan Geomorfologi dataran Karst, sedangkan satuan-satuan C, D, dan E menempati Satuan Geomorfologi Perbukitan Karst.

Deskripsi Alternatif :

Daerah Gunungsewu merupakan perbukitan kerucut karst yang berada di zona fisiogafik Pegunungan Selatan Jawa Tengah - Jawa Timur, dan secara administratif termasuk wilayah Kabupaten Gunungkidul, DIY. Daerah ini senantiasa menderita kekeringan di musim kemarau, karena air permukaan yang langka. Diperkirakan terdapat cukup banyak air di bawah tanah, terbukti dari banyak dijumpainya sungai-sungai bawah permukaan.

Geomorfologi Daerah Gunungsewu, berdasarkan morfogenetik dan morfometriknya dapat dikelompokkan menjadi tiga satuan, yaitu Satuan Geomorfologi Dataran Karst, Satuan Geomorfologi Perbukitan Kerucut Karst, dan Satuan Geomorfologi Teras Pantai. Secara umum karstifikasi di daerah ini sudah mencapai tahapan dewasa.

Lapisan paling bawah stratigafi Daerah Gunungsewu berupa endapan vulkanik yang terdiri dari batupasir tufaan, lava, dan breksi, yang dikenal sebagai Kelompok Besole. Di atas batuan basal tersebut, secara setempat-setempat didapatkan napal Formasi Sambipitu, serta batugamping tufaan dan batugamping lempungan Formasi Oyo. Di atasnya lagi dijumpai batugamping Gunungsewu Formasi Wonosari yang dianggap merupakan lapisan pembawa air di daerah penelitian. Di bagian paling atas, berturut-turut terdapat napal Formasi Kepek, endapan aluvial dan endapan vulkanik Merapi.

Berdasarkan litofasiesnya, batugamping Gunungsewu dapat dibedakan menjadi batugamping bioklastik wackestone, dan batugamping terumbu yang terdiri dari boundstone dan packstone. Di lapangan, sebagai singkapan, batugamping Gunungsewu menunjukkan dua sifat fisik berbeda, yaitu karstik dan kapuran (chalky = kalice). Batugamping karstik bersifat pejal dan keras, sedangkan batugamping kalice bersifat rapuh dan lunak.

Porositas sekunder berbentuk saluran (conduit) dan rongga-rongga, merupakan porositas yang dominan pada batugamping karstik, sedangkan porositas intergranuler (matriks) merupakan porositas yang terdapat pada batugamping kalice. Dengan demikian, airtanah di dalam batugamping karstik akan mengalir secara conduit flow (aliran saluran) sedangkan di dalam batugamping kalice akan bergerak secara diffuse flow (aliran rembesan).

Berdasarkan analisis fraktal, topografi di Daerah Gunungsewu yang diwakili oleh pola alur permukaan, dapat dikelompokkan menjadi lima satuan, masing-masing adalah Satuan A yang menunjukkan dimensi fraktal 1,054 < D _< 1,080, Satuan B yang menunjukkan dimensi fraktal 1,129 < D < 1,180, Satuan C yang mempunyai dimensi fraktal 1.240 < D < 1,389, Satuan D yang memounyai dimensi fraktal 1,4390 < D < 1,499 dan Satuan E dengan dimensi fraktal 1,500 < D < 1,698. Satuan A ditempati oleh napal, Satuan B ditempati oleh wackestone, Satuan C ditempati oleh batugamping yang mengalami kalicifikasi, Satuan D disusun oleh packstone (dominan) dan boundstone, serta Satuan E disusun oleh boundstone (dominan) dan packstone. Satuan-satuan A dan B secara morfometrigenetik termasuk Satuan Geomorfologi dataran Karst, sedangkan satuan-satuan C, D, dan E menempati Satuan Geomorfologi Perbukitan Karst.

Beri Komentar ?#(0) | Bookmark

PropertiNilai Properti
ID PublisherJBPTITBPP
OrganisasiG
Nama KontakUPT Perpustakaan ITB
AlamatJl. Ganesha 10
KotaBandung
DaerahJawa Barat
NegaraIndonesia
Telepon62-22-2509118, 2500089
Fax62-22-2500089
E-mail Administratordigilib@lib.itb.ac.id
E-mail CKOinfo@lib.itb.ac.id

Print ...

Kontributor...

  • , Editor:

File PDF...